
keesokan harinya, Fuji melakukan aktivitasnya seperti biasa, seperti membuat bekal untuknya dan sahabatnya,sarapan,bersiap untuk pergi ke sekolah,menunggu jemputan dan belajar setelah sampai di kelas.
entah keberuntungan dari mana,hari ini kegiatan sekolah berjalan begitu mulus,sangat... mulus sehingga membuat fujian semakin khawatir masalah apa yang akan menimpanya sehingga hari ini berjalan begitu mulus.
*ISTIRAHAT
"nih bekal terakhir dari aku untuk kalian" ujar fuji sambil membagikan bekal yang ia bawa
"omo omo lucu bangetttt jadi sayang dehh" ujar letta yang di iyakan oleh azka
"serius lu yang bikin ji?butuh berapa jam ini anying" imbuh azka terpukau.
"iyalahh siapa dulu gitu lho"ujar Fuji menyombong
Bekal fuji
Bekal letta
Bekal azka
Bekal vano
"btw ikan gua tamagoyaki doang?" ujar azka yang menyadari lauknya paling sedikit
"dalam onigiri nya ada ikannya juga itu,mangkanya gede" ujar fuji
"udah gede masih aja irian " cibir vano, yang membuat azka berekspresi "😅" seperti itu.
Kini mereka menghabiskan waktu istirahat nya dengan penuh senda gurau,hingga bel pelajaran ke empat berbunyi mereka mengikuti kegiatan belajar mengajar mereka dengan tenang,dan berganti bel pulang pun keadaan masih sangat mulus,hal ini membuat firasat fuji semakin tidak enak.
"guys main yuk" ajak azka.
"gak dulu tan" ujar mereka kompak
"lah... kenapa?"tanya azka kebingungan.
"aku nganterin plus nemenin fuji ke perlombaan hari ini" jelas vano yang di angguki oleh fuji
"dan gua ada janji ama circle sebelah,trus malamnya gak boleh keluar karna belajar buat ujian besok,maaf ya guys " ujar letta
"gapapa lah ta,lagian apa salahnya banyak circle,selama ga bermuka dua aja" ujar fuji yang di setujui oleh mereka semua
" yahh yaudah deh,gua belajar sendiri aja ntar pas di rumah" ujar azka yang mendapat tatapan tak percaya dari sahabatnya,bagaimana tidak,seorang azka yang suka gonta ganti pasangan entah itu cowo cewe,dan selalu anti dalam hal belajar,kini berkata demikian.
"apa lu bombastic side eye ke gua?! ga percaya lu?" ujar azka songong.
"iya" jawab mereka kompak.
"ga percayaan amat lu ke gua,udah ah ngambek aku bye!" ujar azka sok ngambek dan segera pergi meninggalkan temannya yang sedang menertawakannya.
ya.. mereka percaya kalau azka saat itu hanya bercanda,karna kalau azka kecewa,ngambek atau marah,dia akan menjadi es kutub berjalan.
lalu tak berselang lama mereka pun keluar dari sekolah dengan arah yang berbeda.
...****************...
Di tengah perjalanan vano merasakan ada hal yang aneh dari motornya,namun ia masih menepis perasaan itu hingga saat ia hendak mengerem karena di depan ada lampu merah,namun sayangnya, ternyata rem motor vano blong.
Dengan kecepatan 42 km/jam dengan jarak antara motor vano dan perbatasan lampu merah yang hanya berjarak 100 meter susah untuk menghentikan laju motor vano saat itu,dengan berusaha tenang vano menurunkan gigi(motor) nya perlahan sambil menepi.
__ADS_1
"van kok malah nepi kekiri?" tanya fuji terheran
"rem ku blong,makanya aku nepi,kamu pesen ojek online aja yah dari pada kamu telat ikut semifinal" ujar vano tenang
"lho kok bisa blong?ga kamu service kah?trus kalau aku naik ojek kamunya gimana?" tanya fuji beruntun
"perhatian amat,khawatir ya" gurau vano, yang membuat fuji sebal karena disaat ia serius malah di balas dengan candaan oleh vano.
"tau ah" ujar fuji ngambek
"ceilah gitu doang ngambek" ujar vano sambil tersenyum seraya mencolek hidung fuji.
/perasaan yang di toel hidung,yang bergetar kok hati gua ya njir/ batin fuji yang merasa aneh dengan detak jantungnya.
" gua baru saja nge service motor gua 2 hari lalu,jadi ga mungkin kalau blongnya ini dari motor gua,pasti ada yang sengaja mutusin kabel rem nya,dan mending lu buruan naik angkot noh, gua gampang bisa nelfon temen bengkel gua" jelas vano sambil melambaikan tangannya agar angkotan umum itu mendekat ke arah mereka.
"makasih van gua duluan" pamit fuji sambil masuk ke angkot yang sudah menepi di depannya,dan di balas oleh senyuman hangat oleh devano.
"hati-hati" ujar vano yang di angguki oleh fuji
...****************...
"pak ke universitas*** ya" ujar fuji menunjukkan arah mana ia ingin di turunkanm
"siap neng" ujar supir angkot tersebut.
"pacarnya kenapa di tinggal mbak?" tanya ibu-ibu di dalam angkot itu
"bukan pacar buk,itu teman saya , tadi waktu mau nganterin saya ke tempat lomba malah remnya blong" jelas fuji yang di balas dengan ohh ria dari ibu-ibu kepo itu.
"lomba apa mbak?" tanya ibu-ibu itu.
"lomba olimpiade matematika,fisika, biologi gitu bu" jelas fuji sambil membatin /kepo amat sih ibu ini/.
karena tak ingin di tanya-tanyai lagi,fuji segera menelfon letta untuk menghindari percakapan dengan ibu-ibu kepo itu,sekaligus untuk membahas mengenai rem blong itu tadi.
"halo,mbak,syukurlah mbaknya telfon karna saya mau menghubungi keluarga korban tapi tidak tahu sandi hp nya mbak"ujar seorang pria di dalam telfon itu.
"halo ini siapa ya?teman saya dimana?dan apanya yang korban?" tanya fuji beruntun
"ini temannya kecelakaan tadi mbak, di jalan seamin tolong segera kesini ya mbak,saya sudah panggil kan ambulan dan masih otw" jelas pria itu yang membuat fuji mematung beberapa saat
"i iya iya mas makasih ya mas saya segera kesana" ujar fuji lalu menutup panggilan telfon tersebut
"pak tolong ke jalan seamin dulu pak,teman saya kecelakaan di sana, ibu-ibu mbak-mbak maaf ya saya nyelat dulu, genting soalnya" ujar fuji kepada supir dan para penumpang di dalam angkot itu
"iya dek gapapa lagian lokasinya ga jauh kok,ga makan waktu jadinya" ujar seorang wanita berusia 20 an itu mengalah.
tak lama kemudian fuji langsung sampai di lokasi kecelakaan dan tak berselang lama ambulans sudah datang menjemput,kini para petugas sedang mengangkat tubuh letta untuk di taruh ke dalam ambulan
"oh iya mama letta" ujar fuji yang baru ingat satu hal penting,dan segera menelfon mama letta
"halo assalamualaikum te,maaf mengganggu letta nya kecelakaan dan ini lagi di bawa ke rumah sakit sejahtera." jelas fuji tanpa menunggu balasan salam dari mamanya letta
"innalilahi iya-iya fuji makasih banyak ya nak,tante kesana sekarang" ujar mommy letta di dalam telfon yang di iyakan oleh fuji.
"pak kalo boleh tau teman saya tadi kecelakaan nya gimana ya?" tanya fuji kepada bapak tadi yang kini ikut masuk ke ambulans.
"waktu itu temen mbak ngebut kan,trus waktu mau lampu merah dia mau ngerem tapi kaya blong gitu kan mbak nah, trus mungkin efek panik,si temen mbak ini langsung matiin mesin motor,alhasil dia ketabrak sama mobil yang melaju di belakangnya." jelas bapak-bapak itu yang melihat kejadian kecelakaan letta.
"pak bapak punya nomer yang aktif ga?biar nanti kalau saya mau minta bapak jadi saksi biar enak?" tanya fujian
"boleh-boleh aja sih mbak,ini nomer saya mbak ketik sendiri" ujar bapak itu sambil memberikan ho nya kepada fuji
" tapi saja ga janji bisa jadi saksi nanti ya mbak,soalnya kan waktu itu uang ya mbak ja-" ujar bapak-bapak itu yang terjeda oleh perkataan fuji
"soal uang pasti saya bayar pak,asal bapak bisa dan mau jadi saksu" potong fuji sambil masuk ke ambulan,dan langsung di iyakan oleh bapak-bapak tersebut.
__ADS_1
...****************...
kini mereka sudah di UGD rumah sakit,mommy letta pun sudah sampai dan fuji segera menjelaskan kronologi terjadinya kecelakaan letta seperti yang di ceritakan oleh bapak-bapak itu.
"te.. saran aku ni ya,gimana kalau kasus ini kita laporin ke polisi" usul fujian
"tapi kan itu termasuk kecelakaan tunggal ji,mobil yang menabrak letta ga akan bersalah" jelas mommy letta
"endak,bukan mobilnya te,tapi penyebab blongnya rem motor letta" ujar fujian yang membuat mama fuji terheran-heran.
"maksudnya?" tanya Renata terheran-heran,saat hendak menjelaskan vano dan azka sudah datang.
"ji gimana letta?" tanya vano dan azka kompak,yang membuat perhatian mereka teralihkan .
"lho kalian kok disini?" tanya lorenta terheran
"tadi di kabarin sama fuji te" jelas vano sambil menyalami tangan renata dan di ikuti oleh vano.
"si letta lagi di periksa ama dokter,kita doa yang terbaik aja buat letta" jelas fuji, yang di angguki paham oleh vano dan azka.
"oh iya te, back to topik" ujar fuji yang ingat akan hal yang belum sempat ia utarakan tersebut.
namun sayang,baru saja fuji mengatakan hal itu, dokter sudah keluar dan memanggil mommy letta untuk menjelaskan keadaan letta saat ini.
/ya allah.../ batin fuji jengah,karena sedari tadi saat ia ingin mengutarakan isi pikirannya selalu ada hal yang mengganggu.
kini mereka semua sudah boleh masuk menjenguk letta yang sudah di pindahkan di ruang rawat inap VVIP.
"jadi te... sedari kemarin saya itu kena bully dari seseorang karena saya dianggap deket-deket sama devan,dan katanya kemarin siapa aja yang ngedeketin devano bakal dia singkirin." jelas fuji kepada renata yang sudah berada di kamar rawat inap letta,sedangkan vano dan azka,mereka fokus menyimak percakapan mereka.
"nahh dari sini, saya punya kecurigaan bahwa dalang di balik blongnya mobil azka,motor vano dan letta itu ya si dia ini." lanjut fuji.
"gua juga curiga gitu" ujar azka dan di setujui oleh vano.
"tapi kenapa kok jadi ke kamu sama letta? emang kalian saingan sama dia buat menangin hati vano?" tanya renata
"ogah banget kita ngejar vano te,mungkin.. karena dia terlanjur terobsesi ke vano,apalagi sifat vano kalo ke orang yang ga deket kan dingin dan cuek abisss, sedangkan kalau ke kita si vano nih ya kaya manusia normal lainnya" jelas fuji yang di ohh ria i oleh mommy letta.
"tau tuh si mas vano slebew" ejek letta yang membuat mereka semua menoleh ke arahnya.
"kenapa ngeliatin gua semua? makin cantik ya gua?" tanya letta dengan kepedean tingkat maksimum.
"suara serak parau gitu masih bisa aja ku nge sok" ejek azka yang mengundang tawa dari mereka semua
"oh harus dong..." jawab letta sombong yang membuat azka membungkam wajah dengan bantal rumah sakit.
"sejak kapan kamu sadar let?" tanya fuji
"sejak tadi,cuman gua pura-pura tidur sambil nyimak aja" ujar letta tanpa dosa
"dasar anak durhaka, mommy sedari tadi khawatir karena kamu ga bangun-bangun,ehh ternyata kamunya emang sengaja pura-pura tidur" ujar renata sambil menghela nafas besar
"hehehe maaf mom,lagian kalian kaya serius banget ghibahnya" jawab letta.
"tapi syukurlah kamu gak apa-apa sayang.. mommy khawatir banget sama kamu" ujar mommy letta sambil mengelus lembut rambut letta.
"wait,ji kamu ga jadi ikut semifinal?" tanya letta yang baru menyadari hal itu
"hehehe ga jadi,kamu lebih penting let" jawab fujian sambil cengengesan.
"yaudah te kita pulang dulu ya"pamit vano sambil menyalami tangan renata,begitu pula dengan fuji dan azka.
"oh iya... hati-hati yaa,btw kalian pulang naik apa?" tanya mommy letta.
"make mobil azka yang satunya te" jelas vano yang di angguki oleh renata.
"let ntar malam kita jenguk lu lagi,jangan tidur yaw" ujar fuji yang di angguki letta sebelum menutup pintu kamar pasien letta.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...