Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku
Chapter 75.Perjamuan Mr. Keyn


__ADS_3

Sampainya di alamat tujuan, kami keluar dari mobil dan beberapa wartawan datang pada kami menanyakan perihal pernikahan Mr. Kyen.


11 orang bodyguard memberi kami berdua jalan untuk masuk ke dalam sebuah pintu masuk.


Aku menggenggam erat tangan Dara membawanya menerobos banyaknya wartawan yang melemparkan berbagai macam pertanyaan.


***


"Aduh, kok bisa ada wartawan di depan?" tanya Dara.


"Istri Mr. Kyen itu dulu seorang model dan sekarang dia jadi bintang iklan."


"Mr. Azlan."


Aku menoleh ke belakang di mana para tamu undangan sudah ada di sana. Aku melihat ke semua penjuru untuk melihat siapa yang meneriaki namaku tadi.


Seorang pria melambaikan tangan.


Mr. Richard.


"Sayang, ayo kita ke sana."


Aku menarik tangan Dara untuk bergabung bersama orang penting di sana.


"Who is this woman, Mr. Azlan? Your girlfriend?"


"She's my ex-girlfriend my wife. Beautiful little wife."


"Wow, your wife is very beautiful and young."


"We are 8 years apart."


"It still lasts, sir."


"Thank you, Mr. Richard."


Mereka tersenyum takjup menatapku dan Dara.


(Siapa perempuan ini, Tuan Azlan? Pacar Anda?)

__ADS_1


(Dia mantan pacar saya, istri saya. Istri mungil nan cantik.)


(Wah, istri Anda sangat cantik dan masih muda.)


(Kami beda 8 tahun.)


(Tetap langgeng ya, tuan.)


(Terima kasih Tuan Richard.)


"Mr. Azlan has been concerned only with his career since he was twenty-five. I had told him to find a girl, but he just smiled and silently responded to my babbling."


Tuan Stuard angkat bicara diiringi dengan kekehannya.


(Tuan Azlan sejak berumur dua puluh lima tahun hanya mementingkan karirnya saja. Saya sempat menyuruhnya untuk mencari seorang gadis, tapi beliau hanya tersenyum dan dia menanggapi ocehan saya.)


"In the past, I never thought of a girl again, sir, madam. I was already hurt with my boyfriend and decided to take a break for 5 years. And God gave me him, Dara. I took it by marrying her quickly without waiting long. With it I can feel a love and . There are always waves and thorns in every person's life journey."


Aku menatap Dara yang duduk di sampingku seraya merangkul bahunya.


(Dulu saya tak pernah terpikirkan lagi seorang gadis, Tuan, Nyonya. Saya terlanjur sakit hati dengan pacar saya dulu dan memutuskan untuk rehat sejenak selama 5 tahun lamanya. Dan Tuhan memberikan saya dia, Dara. Saya mengambilnya dengan menikahinya dengan cepat tanpa menunggu waktu lama. Dengannya saya bisa merasakan sebuah cinta dan ketulusan. Selalu ada gelombang dan duri di setiap perjalanan hidup seseorang.)


(Wah, kalian benar-benar mesra. Saya jadi rindu suami saya.)


Kami tertawa mendengarnya. Aku mengambil segelas jus jeruk pada Dara dan kami memakan pudding dan dessert yang sudah terpajang di atas meja.


"How is your career in Indonesia, sir? You really are a hardworking man."


"The problem was that in the past, we lost our shares and thank God we didn't go bankrupt. The property designer is Mr. Alazka. He used to be a house designer and my home interior designer. I appointed him immediately as manager and worked in my office. Now, our stock has increased very rapidly. I also give a few percent to my employees and staff."


(Bagaimana karir Anda di Indonesia, Tuan? Anda benar-benar pria yang pekerja keras.)


(Kendalanya waktu dulu, kami pernah kelihangan saham dan syukurlah kami tidak bangkrut total. Designer properti dipegang oleh Tuan Alazka. Dulu dia seorang desain rumah dan interior rumah saya. Saya mengangkatnya langsung menjadi manager dan bekerja di kantor saya. Sekarang, saham kami meningkat sangat pesat. Saya juga memberikan beberapa persen untuk karyawan dan staff saya.)


"Has the culprit been caught? Who is she?"


"It took several days at that time. Luckily he is still in Indonesian territory, so we don't have to pay a lot of money to catch the thief. She's a girl, named Angel. I have blacklisted this name and now he has become a homeless girl in Jakarta."


(Apa pelakunya sudah ditangkap? Siapa dia?)

__ADS_1


(Butuh waktu beberapa hari waktu itu. Beruntung dia masih di kawasan Indonesia, jadi kami tak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk menangkap si pencuri itu. Dia perempuan, bernama Angel. Saya sudah masukkan ke daftar hitam nama tersebut dan sekarang dia sudah menjadi gelandangan di kota Jakarta.)


"You really are a very responsible and fair man sir. I am proud to work with your property business."


"Thank you, Mr. Richard, Mrs. Allena, Mr. Stuard, Mr. Lee."


"Is Mr. Azlan very quiet at home, Mrs. Azlan?"


(Anda benar-benar lelaki yang sangat bertanggung jawab dan adil Tuan. Saya bangga bisa bekerja sama dengan bisnis properti Anda.)


(Terima kasih Tuan Richard, Nyonya Allena, Tuan Stuard, Tuan Lee.)


(Apakah Tuan Azlan sangat pendiam di rumah, Nyonya Azlan?)


Mereka bertanya pada Dara yang sedari tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan kami.


"No, he is a hardworking, responsible, generous and straightforward man. He is a good cook and wants to help me with housework. If he's at home, it's quite helpful to have him at home. Even though in our house there is only one household assistant," jawab Dara seraya menyentuh punggung tanganku.


(Tidak, dia seorang pria yang pekerja keras, bertanggung jawab, dermawan dan apa adanya. Dia seorang suami yang pintar memasak dan mau membantu saya dalam mengurus pekerjaan rumah. Kalau dia berada di rumah, saya cukup terbantu dengan adanya dia di rumah. Walaupun di rumah kami hanya ada satu Asisten Rumah Tangga.)


"Mrs Azlan, your husband is from South Korea and you are very lucky to find a husband like Mr Azlan. Meanwhile my husband can only destroy the house with his son," ucap Nyonya Ellena pada Dara.


(Nyonya Azlan, suami Anda itu berasal dari Korea Selatan dan Anda sangat beruntung bisa mendapatkan suami seperti Tuan Azlan. Sementara suami saya hanya bisa menghancurkan rumah dengan anak laki-lakinya.)


Dara sedikit terperangah mendengar ucapan dari Nyonya Ellena.


"Has Mr Azlan brought your wife to South Korea?"


"Yes, sir. He is very happy when he sees snow. I had the flu after a few days at my father's house."


"What did you buy there?"


"Just snacks because my wife really likes snacking and some facial care products. We also took a walk around Seoul city for days. He was really happy at that time."


(Apakah Tuan Azlan sudah membawa istri Anda ke Korea Selatan?)


(Sudah, tuan. Dia sangat bahagia bila melihat salju. Dulu sempat terserang flu setelah beberapa hari sampai di rumah papa.)


(Apa yang kaliam beli di sana?)

__ADS_1


(Hanya cemilan karena istri saya sangat suka ngemil dan beberapa produk perawatan wajah. Kami juga berjalan-jalan keliling kota Seoul berhari-hari. Dia benar-benar bahagia sekali saat itu.)


__ADS_2