Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku
Chapter 50.Rencana Untuk Pergi


__ADS_3

"Biarkan saja, aku tidak peduli dengannya. Bisakah kamu menolongku membuat paspor?"


"Iya, aku akan menolongmu."


****


Siang ini, mereka berangkat menuju kantor Imigrasi. Tapi, Jong Ru sudah mendaftarkan nama Dara melalui KTP di online--Gmail.


Mereka membawa segala persyaratan dokumen seperti e-KTP beserta fotokopi secara utuh atau tidak boleh dipotong.


Kemudian Kartu Keluarga asli serta fotokopinya, akta kelahiran atau ijazah atau surat buku nikah atau surat baptis asli serta fotokopinya.


Mereka juga menyiapkan juga materai Rp 6.000 untuk kelancaran administrasi pengajuan paspor Dara di Kantor Imigrasi. Kemudian, tunjukkan kode booking atau barcode ke petugas Imigrasi.


***


Setelah menunjukkan kode booking pada petugas, Dara tinggal menunggu hasil pengecekan persyaratan dokumen yang dibawa.


Jika sudah lengkap, maka ia akan diberikan nomor antrean pembuatan paspor. Dara kuarahkan menuju ruangan foto, pengambilan sidik jari, dan wawancara.


***


Setelah proses foto, pengambilan sidik jari, dan wawancara selesai, pemohon akan mendapatkan tanda terima beserta kode bayar atau billing.


*Pembayaran bisa dilakukan maksimal tujuh hari setelah proses wawancara dan bisa dilakukan di semua bank. Selain itu, kantor Imigrasi juga sudah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia terkait pembayaran paspor dan pengiriman paspor.*


Jong Ru membayar biaya pengiriman melalui PT Pos Indonesia, mereka hanya perlu menunggu paspor datang ke rumah.


Jong Ru mengatakan paspor akan jadi dalam empat hari setelah pembayaran.


***


Sesampainya mereka di rumah, Jong Ru menelfon Yayuk lalu memberikan ponselnya pada Dara


"Halo," sapa Dara ketika panggilan terhubung.


"Yuk, paspornya selesai 4 hari."


[Tak apa, aku akan ke sana jika paspormu sudah selesai. Aku akan siapkan juga baju tebal. Karena di sini cuacanya sangat esktrim.]


"Baiklah, terima kasih banyak, Yuk. Aku tutup dulu teleponnya."


Dara memberikan ponselnya pada pemiliknya.


"Mau makan diluar? Siang ini cuacanya bagus," ajak Jong Ru.


"Baiklah."


Mereka kembali keluar dari rumah lalu Jong Ru membawanya ke restoran mahal. Jong Ru memakai masker, kacamata hitam dan topi.


***


Mereka duduk di meja nomor tiga puluh lima. Seorang waiters wanita memberikan buku menu dari restoran mereka.


Adnan sedikit ragu memilih makanan yang akan ia pesan karena harganya di atas satu juta. Itu sangat fantastis. Apa lagi makanannya hanya tiga sendok makan dan langsung habis.


"Kamu pesan apa?" tanya Jong Ru sedikit menurunkan masker yang menutupi hidung dan mulutnya.


"Aku gak tahu, harganya lumayan juga," bisik Dara.


"Saya pesan steak, milkshake, daging panggang, dan satu menu yang mahal," ucap Jong Ru.

__ADS_1


"Baik, tunggu sebentar ya." Waiters itu mencatat dan pergi meninggalkan mereka untuk membawakan makanan mereka.


Walaupun di sini tidak terlalu ramai, tapi restaurant ini sangat diminati di kalangan atas.


18 menit kemudian, beberapa pelayan membawakan pesanan mereka.


Dara kini sudah sedikit lihai dalam memotong daging. Karena ia melihat cara memotong Jong Ru yang seperti chef terkenal saja.


"Ayo, dimakan." Jong Ru berucap sebelum ia meneguk milkshake-nya.


Mereka menikmati makan siang hari ini diselingi dengan cerita Jong Ru mengenai kantornya dan paspor Dara.


Dara sangat beruntung bisa bertemu dengan teman laki-lakinya setelah Fero. Ia sangat bahagia bisa berteman dengan Jong Ru yang sangat sopan walaupun mereka berbeda iman.


Setelah selesai makan siang, Jong Ru membawanya ke mall sekedar mencuci mata dan menghilangkan penatnya.


Jong Ru membelikan jaket kain untuk Adnan berwarna biru. Dara sempat menolak pemberian Jong Ru. Tapi, Jong Ru malah bersikeras agar Adnan menerima pemberiannya.


Setelah membayar pakaian itu, mereka kembali mengelilingi mall sambil menikmati starbuck yang dibelikan Jong Ru untuknya.


Jong Ru juga memberikan Dara lip blam dan beberapa facial face untuk dipakai dan dibawa ke California. Jong Ru juga membelikan Dara ponsel yang sama dengan Azlan belikan untuknya.


"Ini sangat berlebihan," ucap Dara melihat tas belanjaannya yang sangat banyak.


"Tak apa, aku ikhlas."


***


"Ini sudah jam 4 sore. Ayo, kita pulang." Jong Ru menatap jam tangannya lalu Dara menganggukkan kepala setuju. Mereka memberikan karcis parkiran sebelum akhirnya benar-benar menjauh dari pekarangan mall itu.


"Oh iya, buah di kulkas sudah habis. Kamu mau menemaniku untuk memilih buah di swalayan?" tawar Jong Ru.


"Iya."


***


***


Sampai di rumah, Jong Ru memberikan tas belanjaan dari swalayan pada Asisten Rumah Tangganya untuk di simpan dan Dara membawa barang-barang yang dibelikan Jong Ru untuknya.


"Maaf, aku tidak bisa membelikan mu apa-apa," ucap Dara yang merasa tak enak dengan Jong Ru.


"Tak apa, setelah kamu pulang dari Indonesia, bisakah kamu mentraktirku makan di restoran bintang lima?" tanya Jong Ru.


"Insya Allah, doakan saja aku di sana."


"Pasti."


Jong Ru menutup pintu kamar Dara dari luar. Dara membuka ponsel barunya yang sudaj diregitrasi dari karyawan ponsel. Jadi, ia hanya menggunakan saja.


Dara berselancar menuju aplikasi Facebook untuk membuat akun barunya. Bukan dengan nama aslinya, melainkan nama lain 'Friend'.


Setelah ter-login, ia langsung mencari akun Facebook milik Yayuk.


Ketemu.


Ia mengirim inbox pada temannya yang berda di California dan menyelipkan fotonya yang tersenyum bahagia.


[Apa kabar, Yuk? Ini aku, Adnan. Jong Ru membelikanku ponsel agar aku bisa berkomunikasi dengannya nanti setelah aku berada di California.]


Tidak ada balasan dari Yayuk, Adnan memilih membersihkan tubuhnya lalu mengenakan baju yang tersimpan di kopernya.

__ADS_1


Ia teringat ketika Reyndad memasukkan pakaiannya dengan acak sehingga pakaian itu terlihat kusut. Ia merapikan pakaian miliknya dan menatanya di koper.


Lalu ia memakai jilbab sebelum keluar kamar. Ya, Adnan selalu mengenakan jilbabnya saat di rumah Jong Ru.


Terlihat Jong Ru sedang menonton televisi sambil memakan cemilan yang berada di pangkuannya. Matanya fokus pada televisi sementara mulutnya sibuk mengunyah makanan.


"Boleh ikut?"


Atensinya teralihkan dengan sebuah suara lembut milik Dara


Jong Ru menggeser dirinya sedikit ke tepi sofa karena di ruang televisi tersedia satu sofa menghadap ke arah televisi.


Dara mendudukkan tubuhnya lalu Jong Ru meletakkan cemilan yang ia nikmati berada di tengah-tengah mereka.


"Makanlah, apa kamu lapar?" tanya Jong Ru.


"Nanti saja, ini mau magrib. Aku sedang menunggu jam untuk beribadah," tolak Dara dengan halus.


Jong Ru menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan kembali fokus pada acaranya.


"Apa kamu tidak mencari perempuan? Maksudku, kamu sudah lama menduda. Apa tidak ada niatan untuk menikah lagi?" tanya Dara dengan hati-hati, takut Jong Ru marah dengan kata-kata yang diucapkan oleh dirinya.


"Belum, belum ada yang cocok dan aku belum bergairah untuk menikah lagi," jawab Jong Ru seraya mengambil cemilan dari toples.


"Aku juga mencintai bisnisku sekarang. Nanti saja," sambung Jong Ru tersenyum manis pada Adnan.


"Apa bisa setelah aku pulang dari California, kamu memperkenalkan wanitamu padaku?" tanya Dara lagi.


"Itu belum pasti Dara, apa kamu peramal?" tanya Jong Ru balik yang menghasilkan gelak tawa dari Dara.


'Sangat cute,' batin Jong Ru mendengar tawa Dara yang terlihat cantik di matanya.


Tak lama, ia melihat ke arah jam dinding dan masuk ke dalam kamar untuk melaksanakan salatnya di kamar.


Sementara di Tempat Azlan


Malam ini, Azlan hanya makan malam sendiri. Bi Ima sudah menyiapkan makan malam berbagai menu.


Air mata itu kembali berlinang ketika ia merasakan kehadiran Adnan di sampingnya.


Kini, ia merasa kembali bujangan dan patah hati dengan sikap Dara yang mendiaminya dan mengucapkan kata berpisah di saat ia merasa sangat lelah malam itu.


Azlanmengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada Jong Ru.


[Bisakah aku ke rumah sekarang?]


Send.


Hanya centang satu. WhatsApp Jong Ru tidak aktif. Apa mungkin ia tengah lembur di kantornya? Atau sudah tidur malam ini? Pikir Azlan.


"Tapi, ini masih jam 9 malam," gumamnya.


***


Selesai makan malam bersama Dara , Jong Ru masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Tapj, sebelum ia membaringkan tubuhnya di ranjang, ia membuka ponselnya dan mendapatkan pesan dari Azlan..


Matanya membola dan terkejut dengan permintaan Azlan yang ingin berkunjung ke rumahnya.


[Tak perlu, lo ke sini bukannya ngajak ngobrol malah habisin wine mahal gue.]


Jong ru membalas pesan dari Azlan .

__ADS_1


Centang dua abu-abu, berarti Azlan tengah online.


__ADS_2