
Di sisi lain,setelah kepulangan fuji dan ayahnya, malam harinya keluarga Fuji tengah berkumpul untuk mengintrogasi Fuji pasal tumben-tumbenan Fuji bisa di bully tanpa adanya perlawanan.
"kamu udah tobat atau pura-pura lemah?" tanya bachri sambil menyomot pisang goreng yang ada di meja ruang tamu tersebut.
"ga keduanya" jawab Fuji singkat
"Terus?" tanya abizar penasaran,namun masih fokus dengan sinetron tv yang sedang tayang tersebut.
"yaa emang aku buat gitu,aku diem pas di bully, aku nahan amarah setengah mati sambil mbatin 'SABAR FUJIII SABAR KITA BELAJAR NABUNG EMOSI DULU,NTAR KALAU UDAH SAATNYA BARU DAH LU PECAHIN TUH CELENNGAN' gituuu" jelas Fuji lalu menyomot pisang goreng untuk kedua kalinya
"trus...?" ujar bachri
"ya gituu setiap aku di bully aku diem,sambil ngumpulin video buat bukti, trus pas bukti udah di serahin aku balas dendam deh, waktu itu... aku bales Celine balik itu pas selesai ekskul, aku perlakuin dia seperti dia ngebully aku, trus aku glundungin deh di tangga" lanjut fuji dengan entengnya.
"tapi tumben dia ga parah kaya korban lu sebelumnya?" tanya abizar
"mana ada korban, ga ada yaa itu tuh pembelaan,lagian di celine dulu itu temenku jadi rada gak tega aku" jelas fuji sambil melahap habis pisang goreng yang di tangannya.
"good girl" ujar abizar dan bachri kompak.
"good girl good girl apanya? Ga boleh gitu ituuu, karma itu ada lho ji ntar kamu kena karmanya gimana hayo" ujar loren menegur mereka sambil membawa pisang goreng yang baru.
"ga akan ma, hukum karma itu berlaku sama orang yang jahat, kan aku ga jahat aku cuman ngembalikan apa yang dia beri ke aku" jelas fuji mengeles.
"hilih bisa aja kamu kalau alasan, gimana-gimana toh dia dulu pernah baik ke kamu, jangan lah gitu, tuhan itu gak tidur nak, biarlah tuhan yang balas" jelas lorenta
"aku tau ma, justru aku inget kalau dia dulu juga sahabatku mangkanya dia gak aku bikin ke rumah sakit." jelas fuji sambil menyomot pisang goreng yang masih hangat itu.
TING TONG...
TING TONG....
"siapa?" tanya bachri
"gatau" jawab mereka kompak
"bukain ji" suruh abizar
"kok aku sihhh" tanya fuji kesal karena dia sudah nyaman dengan posisi duduknya saat ini
"kan eku yang paling kecil,udah sanaa kasian tuh nungguin di depan pintu" jelas abizar yang membuat fuji berdiri dan berjalan dengan gontai.
"siapa?" tanya nya sambil membukakan pintu.
"gua" jawab azka yang langsung di persilahkan masuk oleh fuji.
"assalamualaikum yah,mi,bang" ujar vano sambil menyalami tangan Bachri dan loren.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam" jawab mereka kompak,
"tumben kesini ka?ada apa?" tanya lorenta penasaran.
"ini mi mau belajar bareng sama fuji, aku tadi nyoba belajar sendiri ga nyambung otakku,mangkanya minta ajarin fuji itung-itung belajar bareng" jelas azka yang di angguki oleh bachri dan lorenta.
"kalau cuman berdua, di ruang keluarga aja ya, jangan di kamar" jelas lorenta.
"SIAP UMI" ujar azka tersenyum lebar sambil memperagakan sikap hormat saat upacara.
Kini fuji dan azka sedang khusuk belajar dan saling mengajari, gak sih fuji nya yang mengajari azkanya yang diajari wkwkwk.
"aghhh susah banget sih anjirr" omel azka frustasi.
"sini pala lu" ujar fuji yang di turuti oleh azka
"gua buat apa?" tanya azka yang melihat fuji tengah sibuk menguncir rambutnya.
"biar ga ganggu lu belajar" jelas fuji
"nah udah,lanjut ngitung gih" ujar fuji yang membuat azka memutar bola mata nya seolah jengah.
"anu ji gua kebelet bentar" ujar azka lalu nyelonong ke toilet tanpa izin dari fuji, dengan cepat fuji mengabadikan moment tersebut lalu mengirimnya ke devano.
/tunggu tunggu... Enak banget si azka bisa deket-deket fuji, diajarin fuji, di kuncritin ahh ga bener ini/ batin vano lalu segera menyambar tas ransel nya untuk membawa beberapa buku lalu segera cap cus ke rumah fuji
20 menit kemudian ia sudah sampai di rumah fujian dan segera memencet bell rumah fuji.
"assalamualaikum om" salam vani sambil mencium tangan kevin yang baru saja membukakan pintu untuknya.
"Wa'alaikumsalam,oalah devano, mau belajar bareng juga kah?" tanya kevin yang di iyakan oleh vano.
"yaudah sana-sana itu fuji sama azka lagi belajar di ruang keluarga" jelas kevin sambil memberi jalan kepada devano untuk segera masuk, saat masuk ke rumah fuji ia dengan teratur menyalami loren dan bachri, lalu ia lanjut menuju ke tempat sahabatnya berada.
"lah?kata gamau kesini?" tanya Celine heran
"boring gua di rumah" ujar devano yang enggan mengatakan alasan sebenarnya mengapa ia datang kesini.
Dan benar saja tebakan vano, bahwa azka dan fuji tidak mungkin ada di batas wajar untuk seorang teman karena sekarang posisi mereka bagaikan seorang guru paud yang mengajar di sebelah muridnya,sangatt dekat (bagi vano).
"ga kurang jauh kah kalian?" sindir Vano seolah bertanya.
"kaga?udah cukup ini" jawab azka dan fuji kompak karena memang ini batas wajar bagi mereka jika hanya sebatas lengan yang saling menempel, toh itu lengan ke lengan bukan lengan ke pay*dara.
Mendengar jawaban itu membuat devano semakin sinis, ia sedang berfikir keras mencari perhatian fuji secara alami bagaimana pun caranya.
__ADS_1
"ji materinya apa aja?" tanya devano yang membuat fuji mendekat kearahnya dengan jarak yang sama seperti saat fuji dengan azka, hal itu membuat devano senang bukan main, padahal selama ini juga mereka selalu seperti itu,namun entah mengapa kali ini ada rasa bahagia yang berbeda di hati vano.
"bab ini.... Sampe.... Ini" jelas fuji yang fokus ke buku vano
"jangan lu hafalin,cukup lu pahami sama catat aja biar makin mahir." jelas fuji
"ohh okeoke, lu udah sampe ma-" ujar vano yang terpotong oleh omongan azka
"FUJIII INI GIMANA AAAAAAAA FRUSTASI AKUUSJSKJCJEJW" teriak azka seperti orang kesurupan.
"astaghfirullah... Ini cuman perlu lu sederhanakan kaya gini lho ka... Liat nih" ujar fuji yang hendak mengajari azka.
"bodolah ntar aja, berasep otak gua" ujar azka sambil bersandar di kaki sofa,karena posisi mereka duduk di karepet.
"biarin aja dulu ji" ujar devano yang di iyakan oleh fuji,kini mereka berdua sedang fokus belajar, kecuali Azka karena saat ini ia sedang berusaha merefresh otaknya yang panas hingga berasap.
"oke dah, good job kamu ka, ada kemajuan, bagus bagus..." ujar fuji memuji azka sambil mengelus rambut azka bak sedang memanjakan kucing.
Melihat hal itu membuat vano menjadi iri akan perlakuan fuji yang special kepada azka, padahal fuji juga sering melakukan pat pat kepadanya.
"gua enggak?" tanya vano dengan dingin
"ceilah si mas cemburu yaaa" goda azka yang mendapat lemparan bulpen dari vano.
"bacot lu" umpat vano yang membuat fuji dan azka terkekeh.
"utututu... Vani manies kuu maaf yaa nih nih fuji pat pat" goda fuji sambil beralih mempat pat vano.
"vano anj-" umpat vano.
"guys besok ada yang mau nganterin gua ke toko buku ga?" tanya fuji yang langsung di jawab oleh vano.
"gua,jam berapa?" tanya devano.
"terserah" jawab fuji enteng, yahh jawaban itu banyak membuat para pejantan kebingungan tapi tidak dengan devano, jika terserah ya berarti terserah devano.
"okay jam 10." putus devano yang di iyakan oleh fuji.
"lu ikut gak ka?" tanya fuji, seolah mengerti apa yang di fikirkan oleh devano, azka memilih untuk berpura-pura tidak bisa ikut agar tidak menggangu pdkt an sahabatnya tersebut.
"kaga dah, gua ada janji ama temen gua" ujar azka yang di iyakan oleh fuji.
"ayok kaaa buruan lanjutin ituuuuu" titah fuji yang membuat azka mau tak mau mengerjakan nya karena ia tahu ia jika tidak selesai ia tidak akan di perbolehkan pulang oleh fuji, begitu pula neneknya di rumah, jika ia pulang ke rumah tanpa catatan ilmu dan tanda tangan fuji, ia tidak akan di perbolehkan pulang kerumah oleh omah nya.
Kini mereka bertiga belajar dengan fokus sambil sesekali bersenda gurau untuk merefresh otak mereka masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1