
Dara hanya diam tak membantah ucapanku. Aku membuka sheetmask khusus untuk 'acne' lalu menempelkan ke wajahnya.
"Kalau besok ada pesta atau acara kayak gini lagi, kamu gak perlu pake make up kayak foundation atau conceler atau yang lainnya. Cukup pensil alis, eyeliner sama mascara aja. Blush on sama eyeshadow gak usah pake. Kakak larang."
Terlihat Dara mengembuskan napasnya pasrah mendengar ocehanku. Memang ini masalah kecil, tapi kalau jerawat tidak diatasi, malah berjimbun nantinya.
Dua puluh menit kemudian, aku melepaskan sheet mask yang sudah mengering itu dari wajah Dara lalu membuangnya ke tong sampah.
"Ayo, tidur."
Aku menyuruhnya untuk tidur di ranjang.
"Mulai sekarang, kamu harus rajin merawat wajah kamu kalo gak mau jerawatan."
"Ribet tahu gak."
"Emang kayak gitu, sayang. Semua butuh proses," ujarku seraya memeluk tubuhnya dan menaikkan selimut kami.
"Baca doa."
Kami membaca ayat dan doa sebelum tidur. Aku merasakan bahwa Dara sudah terlelap di lenganku.
Aku kembali mengeratkan pelukanku sebelum akhirnya menyusul Dara ke alam mimpi.
***
Keesokan harinya, setelah aku salat subuh dan Dara selesai mandi. Aku memainkan ponsel untuk mencari apotek.
"Kakak pergi sebentar, ya. Beliin salep kamu," pamitku ketika Dara selesai memakai bajunya di kamar mandi.
"Jangan lama-lama."
"Kamu mau beli apa?"
"Es krim."
Aku menganggukkan kepala sebelum memberinya kiss bye dan menutup pintu kamar.
"Azlan"
Aku menoleh ke arah sumber suara yang tak asing bagiku. Aku memberhentikan langkahku dan mendengar suara kaki mendekati di mana tempatku berhenti.
"Mau ke mana?"
Alazka menepuk bahuku.
"Beli salep," jawabku singkat.
"Wow, lo udah ngelakuin?"
"Ngelakuin apa?" tanyaku heran.
"Ya ampun, kayak gak tahu aja."
Aku berpikir sejenak. Mungkin menggagahi Dara pikirku.
"Ya enggak lah. Dara itu kemaren wajahnya merah-merah karena make up. Kayak mau jerawatan, makanya gue beli salep. Mau ikut?"
"Oh, boleh."
__ADS_1
Aku lebih dahulu berjalan, Alazka menyeimbangi langkah panjangku. Aku mengambil ponsel untuk melihat GPS di mana apotek terdekat di hotel.
Kami berjalan kaki untuk sampai ke hotel sekitar 2 kilo meter.
Sesampainya di tempat tujuan, aku berjalan masuk ke apotek tersebut bersama dengan Alazka.
"Excuse me ma'am, I want to buy a special acne ointment that can disappear in just two days. There is?"
"Yes, here."
(Permisi bu, saya mau beli salep khusus jerawat yang bisa hilangin dua hari saja. Ada?)
(Ya, ada.)
Aku membayar barang tersebut lalu kembali ke hotel.
"Astaga, gue mau beliin Dara es krim dulu. Lo mau gak?" tanyaku pada Alazka.
"Boleh."
Kami kembali berjalan di mana ada penjual es krim di tepi jalan. Kami memasuki taksi untuk sampai ke hotel.
"Thank you."
Kami keluar dari taksi menuju hotel lalu kami berpisah di lift.
"Thanks ya buat es krimnya."
"Iya, sama-sama," jawabku sebelum memasuki lift.
***
Ting!
"Hai, sayang. Ini pesanan kamu."
Aku memberikan kantong yang berisi es krim kesukaannya. Aku membelinya 3 buah supaya ia puas.
"Makasih."
"Sama-sama. Liat wajah kamu, biar kakak pakein salepnya."
Sambil Dara memakan es krimnya, aku fokus pada wajahnya yang kuolesi salep di bintik-bintik hitam.
Jika dilihat itu seperti alergi, bintik-bintik hitam itu sudah terlihat menonjol.
Cup!
Aku mengecup bibir Dara ketika ada saus es krim coklat menempel di bibir atasnya.
"Enak juga," ucapku sambil tersenyum.
"Ih, kakak."
"Apa?"
Dara hanya mengerlingkan matanya ke arah lain, enggan menatap mataku dan kembali memakan es krimnya.
"Mau nonton drakor?"
__ADS_1
Dara menganggukkan kepalanya antusias.
Aku mengambil ponsel di jaket lalu kembali duduk di lantai dengan sandaran pinggir ranjang.
Aku memilih judul We Got Merried yang diperankan oleh Yook Sung Jae BTOB.
"We Got Married” memiliki episode spesial perayaan chuseok yang ditayangkan 26 september kemarin. Seperti yang diketahui Yook Sungjae BTOB dan Joy Red Velvet, pasangan muda “We Got Married” ini berencana mengunjungi gyeongbuk palace.
Di episode spesial perayaan chuseok kali ini, pasangan muda “We Got Married” ini mendapatkan misi untuk membuat memory spesial di perayaan chuseok.
Joy dengan antusias menunjukkan list yang telah dia buat kepada suami virtualnya, Yook Sungjae.
Di dalam list yang telah Joy buat, dia mengatakan ingin pergi ke gyeongbuk palace dengan memakai hanbok.
Hanbok adalah pakaian tradisional korea. Tanpa ragu ragu Sungjae mengiyakan permintaan istri virtualnya itu.
Di episode “We Got Married” spesial perayaan chuseok kali ini sungjae memakai hanbok warna hijau mint.
Sedangkan joy memakai hanbok berwana pink muda. Sungjae benar benar dibuat terpesona oleh member girl band Red Velvet ini.
Bahkan matanya tak berhenti memperhatikan Joy dengan hanbok pink-nya. Dia mengatakan kepada Joy “kamu cantik sekali”.
Setelah berganti baju, pasangan ini memutuskan menggunakan subway menuju gyeongbuk palace. Di dalam perjalanan, mereka mengobrol dengan beberapa turis asing.
“Aku sangat bangga pada diri kami. Bahkan aku merasa kami terlihat lebih bagus saat menggunakan hanbok," ungkap joy dalam sesi wawancara personal.
Joy terlihat sangat menikmati perjalanan kencan mereka di gyeongbuk palace pada hari ini.
Ada bagian di mana Yook Sungjae ingin memberikan hadiah yang istimewa di hari ulang tahun Joy.
Pada episode tersebut, selama acara berlangsung Yook Sungjae menggoda Joy dengan membicarakan sebuah ciuman manis untuk Joy.
Yook Sungjae berkata, “Berapa banyak hadiah yang harus aku berikan pada perayaan usia dewasa mu? Ada mawar, parfum, dan apa lagi?”
Ucapan Yook Sungjae sebenarnya memang bertujuan menawarkan pilihan ciuman sebagai hadiah.
Joy tampaknya sudah mengerti dengan maksud tersembunyi dari Yook Sungjae namun dia pura-pura tidak tahu.
Tentu saja, Joy tahu jawabannya namun dia berusaha tetap tenang. Setelah menerima bunga mawar dan parfum dari Yook Sungjae, Joy mengatakan, “Tidak, aku sangat tersentuh dengan semua ini. Terima kasih”, dan Joy mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan dengan berkata, “Apakah kita akan pergi ke suatu tempat?”
Pada saat wawancara individu Yook Sungjae, dia mengatakan, “Aku pikir dia tahu segalanya, tetapi dia masih memiliki sisi yang polos dalam dirinya."
Sementara itu, dalam wawancara individu Joy, dia mengatakan, “Tentu saja aku tahu. Aku berpikir, ‘Apa yang dia lakukan? Apakah dia benar-benar mencoba untuk [mencium] aku sekarang?’
Bukankah semua gadis [menghindari topik pembicaraan itu] karena mereka gugup? Kadang-kadang aku gugup dan hal itu membuat jantungku berdebar."
Dara terus menatap layar ponselku yang menampilkan subtitle Indonesia.
Akhirnya, Yook Sungjae mengatakan, “Ini adalah sebuah ciuman. Aku ingin menciummu.
Kamu mengatakan padaku bahwa kamu sudah mendapatkan hadiah dari orang lain, itu membuatku ingin [mencium] kamu lagi.
Aku merasa kesulitan untuk mempersiapkan diri untuk momen ini.
Aku sangat pemalu dan tertutup, dan untuk memberitahumu secara langsung seperti ini berarti bahwa hatiku sudah siap. "Aku ingin memberikan bibirku kepadamu."
****
Seharian harus nonton drama Yook Sungjae BTOB. Ini recommended buat kalian yang genre ini. Sweet banget. Eh, kok promo? I don't care.
__ADS_1
Ting!