
"lho, ji kamu kenapa?" tanya devano panik yang melihat fuji datang dengan basah kuyup.
"si Celine bikin ulah lagi." jawab azka.
"trus gimana?" tanya letta.
"udah kita ke rumah fuji aja dulu,kita bahas di sana,btw fuji biar pulang ama gua" putus azka yang di angguki oleh mereka.
"ji... Lu kok diem aja kek orang abis kesurupan?lu ga papa kan ji?ga trauma kan ji?" tanya letta beruntun karena khawatir.
"emosi gua udah meluap-luap ga stabil ta,dari pada kalian yang kena imbas nya mending aku diem dan kalian jangan ajak gua ngomong dulu sampe gua tenang" jelas fuji sambil berjalan memasuki mobil azka tanpa menjawab pertanyaan letta tadi.
...****************...
*rumah fujian
Sesampainya di rumah fujian mereka langsung masuk dan menunggu di ruang tamu karena fujian sedang berganti baju di kamarnya, beruntungnya mereka karena saat mereka pulang,rumah fujian dalam kondisi sepi karena semua keluarganya sedang berkerja dan alan pun sudah kembali ke pondok.
"GUA UDAH SELESAI KALIAN KALO MAU MASUK MASUK AJA!" teriak fujian dari kamarnya , mendengar teriakan itu azka,vano,dan letta kini berjalan menuju kamar fuji,dan betapa terkejutnya mereka,karena saat membuka kamarnya mereka sudah melihat fuji yang berlinang air mata.
"lho ji.. Lu kenapa?" tanya letta sambil bergegas memeluk fuji.
"gapapa" jawab fuji dengan suara menahan isak.
"gapapa dari mananya?cerita jii lu kenapa nangis?" tanya vano.
"gua hiks ga pernah sekalipun nahan emosi separah ini hiks,gua orangnya kalau marah ya marah hiks,tapi demi hiks demi rencana kita berhasil,gua nahan emosi sampai gua hiks ga kuat buat hiks nampung nya lagi, that's why gua nangis" jelas fuji dengan terisak isak.
"faktor psikologis lu itu,gapapa-gapapa kamu kuat kok fuji,buktinya kamu bisa nahan emosi kamu dan melampaui batas kesabaran kamu,kamu hebat sayang" ujar letta menenangkan fujian,pada saat ini jiwa ke ibu-ibuan nya letta sangat ketara
" bener kata letta ji,kamu hebat kamu kuat,kalau aku di posisi mu saat itu gua yakin gua ga akan bisa sesabar itu,udah cup-cup jangan nangis nanti tumbuh kumis lho" sahut azka ikut menenangkan fuji
/jangan nangis ji,hati gua sakit liat lu nangis kek gitu/ batin devano namun enggan untuk mengungkapkan nya
"emang separah apa?" tanya devano yang sedari tadi berfikir keras,sekejam apa pembullyan celine tadi.
"awalnya si fuji di siram jus naga waktu kelas sepi"jelas azka,kemudian tersendat
"terus?" tanya Vano menunggu lanjutan dari cerita azka
"nih lu liat aja sendiri,kaga tega gua" ujar azka memberikan hpnya kepada letta dan vano agar menyaksikan sendiri,karena untuk mengingatnya saja azka sudah tidak tega.
"gilaa! lu di ludahin ji?" tanya letta terkejut
"jangan di ingatin njir, bikin gua makin marah aja" ujar fuji yang sudah mulai tenang
"sorry" ujar letta sambil menutup mulutnya.
"kenapa ga lu hentikan aja sih ka?tega amat lu ngebiarin sahabat lu sendiri di bully dan lu cuman nonton doang?" tanya vano dengan penuh amarah
"gua tadi udah mau nolongin dari sebelum fuji di jambak, tapi fuji nge kode gua buat diem" jelas azka
"siapa sih yang bikin ide konyol gini?" tanya vano
"elu" jawab letta dan azka kompak.
/bodoh banget lu vanooo/ batin vano geram akan ide konyol yang ia usulkan.
"kita laporin sekarang aja yah,ini udah keterlaluan lho" usul vano.
"jangan,gua masih kuat kok,kita terusin aja,semakin banyak dia nge bully aku semakin berat juga hukuman yang bakal dia dapet,dan gua punya feeling kalau besok dia bakal nge bully letta juga,maaf ya ta" ujar fujian
"it's okay cantik,kan itu juga bagian dari rencana kita" ujar violetta sambil tersenyum manis.
"lu yakin ji?" tanya vano memastikan.
"yakin sayang... " ujar fujian dengan lembut, sehingga membuat telinga vano merah bak kepiting rebus
__ADS_1
"acieeee sayang ga tuh" goda letta dan azka kompak
"apaansih! ni juga sayang-sayang geli gua dengernya" bentak vano sambil menahan malu
"van! gila ya lu" pekik letta yang melihat fuji sudah menunduk menahan air matanya,melihat hal itu vano langsung panik menyadari apa yang sudah ia perbuat.
"emhh maaf ji,gua ga bermaksud kek gitu,iya dehh gapapa kamu manggil aku sayang,jangan nangis ya..." ujar vano panik sambil memegang pipi fuji agar menghadap ke arahnya,namun saat pandangan mereka bertemu betapa mengesalkan nya ekspresi fuji yang sedang mengejek devano.
"anak anj*ng" umpat vano yang merasa di bodohi oleh sahabatnya itu,kini mereka semua tertawa melihat kepanikan vano tadi.
"guys... Aku pulang duluan ya mommy ku dah nyariin" pamit letta setelah melihat notif di hpnya yang baru saja bergetar.
"masa?" tanya azka tak percaya
"iya, dia tau soalnya kalau sekolah pulang lebih awal." jelas letta
"mommy mu update amat sih kalau soal sekolahmu,tau aja kalau kita pulang lebih awal."grutu azka
"kenapa?lu pengen deket terus kah sama letta?" goda fuji
"ogah amat" pekik azka yang membuat mereka terkekeh.
"hahaha namanya aja orang dalam" sahut vano
"hehehe yaudah aku pulang duluan yaw bye bye guys." pamit letta sekali lagi sambil berjalan meninggalkan kamar fuji.
"take care cintaaa" ujar Fuji sebelum letta menghilang dari balik pintu
"siapp" jawabnya yang sudah menjauh dari kamar.
"trus.. Kita ngapain sekarang?" tanya azka tak lama setelah kepergian letta.
"emm gimana kalau kita ke taman deket sini aja." usul fuji yang langsung di setujui oleh azka dan vano.
Sesampainya di taman bermain,mereka langsung beranjak ke permainan kuda-kudaan yang selalu menjadi permainan kesukaan mereka.
"di sana senang" lanjut vano
"dimana-mana hetty koes endang" lanjut azka
"sianji** sa ae" ujar vano sambil tertawa, begitu pula dengan fujian.
"guys.. Gua punya pertanyaan" ujar azka sambil menggoyang goyangkan kuda lumping itu dengan kencang
"apa?" tanya fuji dan vano kompak.
"hewan.. Hewan apa yang suka tidur" ucap azka memberi pertanyaan.
"koala?" tebak fuji yang mendapat gelengan dari azka.
"beruang?" tebak vano yang mendapat gelengan kepala juga dari azka
"apaan?" tanya fuji dan vano menyerah dengan mudah
"kangturu mwahahahahaa" ujar azka sambil tertawa terbahak-bahak.
"receh amat sih anying hahaha" ejek fuji sambil ikut tertawa
"lu ngejek si azka tapi lu nya sendiri ikut ketawa" ujar vano
"gua ga ngetawain jokes nya van,gua ngetawain ketawanya azka,nular anying" ujar fujian sambil menahan tawanya
"oke-oke lagi,hewan.. Hewan apa yang bersaudara" ujar azka memberikan tebakan lagi
"katak beradik" jawab fujian dan vano kompak
__ADS_1
"lahh kok tau sihhh ga seru ah" ujar azka seolah mengambek
"pasaran tauk,ganti yang lain" suruh fuji yang di iyakan oleh azka
"okeh.. ini sulit nih, kenapa.. Mtk lebih susah dari sejarah" tebak azka,kali ini fujian dan vano tampak berfikir dengan serius
"ayoo buruan.." lanjut azka yang sudah tidak sabar
"gatau dah nyerah " ujar fujian menyerah begitu saja
"gampang amat nyerah" ujar azka
"biar cepet selesai, dan ga kepo lagi" jelas vano yang di setujui fujian
"hilih... Jawabannya adalahhhhh, karena memperhitungkan masa depan itu tak segampang mengingat masa lalu" jelas azka dengan excited
"bisa aja lu kodok sawah" gurau fuji sambil tertawa.
"ji kalau gua suka ke elu gimana ya?" tanya vano ke fuji.
"gatau, ga bisa ngebayangin gua" jawab fujian.
"sama" sahut azka.
"emang lu bakal suka ke gua?" tanya fuji balik.
"gatau ga pernah kepikiran gua buat suka ke elu" jawab vano.
"mending jangan sih van, better lu suka ama letta" ujar fuji
"lah kenapa?" tanya vano dan azka keheranan
"gua ga pantes buat lu" jawab fuji pelan ,namun masih bisa di dengar oleh keduanya.
"si sepuh merendah untuk meroket anying" cibir azka
"mana ada" pekik fuji tidak terima
"yaa... apapun yang terjadi kedepannya,gua harap persahabatan kita tetep jalan,gitu aja" lanjut fuji sambil memandangi indahnya senja kala itu
"tapi di setiap pertemuan akan selalu ada perpisahan ji,gua ga siap akan pahitnya perpisahan" ujar azka.
"that's why ka,mulai sekarang kita harus bisa jaga persahabatan ini agar tetep indah hingga akhir,jadi walau suatu saat perpisahan kita bakal pahit, se engga nya kenangan kita akan terus manis " ujar fujian
"tapi kemanisan itu yang malah membuat kita makin merasa kepahitan ji" balas azka
"lah kenapa?" tanya fuji terheran
"soalnya dengan mengenang hal itu,kita malah semakin tertampar kenyataan bahwa kita ga akan bisa balik lagi di masa-masa itu" jelas vano yang membuat mereka terdiam kalut dengan fikiran mereka sendiri sambil memandangi senja
"kok malah jadi deeptalk gini sih, bikin mewek aja,udah pulang aja yok" ajak fujian yang di setuju oleh mereka.
"ji" panggil vano yang membuat fujian mendongak kesamping.
"lu makin pendek" ejek vano
"ANYING LO" umpat fuji sambil memasang muka sebal.
/kenapa lucu amat sih ni anak/ batin vano gemas sendiri
"ga boleh gitu ji.. Kan fakta itu" sahut azka yang membuat fuji semakin sebal.
"guys.." panggil fuji yang di jawab dengan deheman oleh vano dan azka
"walau suatu saat pisah kita jangan sampai asing ya" pinta fuji yang membuat mereka terdiam beberapa detik
"aku ga bisa janji karena takut takdir berkata lain, tapi aku akan selalu berusaha agar kita ga asing" jelas vano yang di setujui oleh azka.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...