
"pulang yuk, dah senja ini." ajak vano yang di angguki fuji, lalu mereka segera meninggalkan cafe mall tersebut.
Di tengah perjalanan sekilas vano melihat gelagat aneh fuji dari spion motornya.
"lu kenapa?" tanya vano yang memergoki fuji seolah berinteraksi dengan orang di trotoar seberang.
"aaaaa ndak papa tadi ada nyamuk mangkanya aku kipat-kipat tangan hehehehe" jawab fuji dengan kikuk.
Padahal ia sedang memberikan kode kepada azka yang tengah bermesraan dengan seorang lelaki di kursi liar cafe dekat trotoar tersebut, beruntung fuji dan menyadari keberadaan azka terlebih dahulu dan mereka sama-sama eye contact sehingga aib azka tidak terlihat oleh vano.
"itu azka gak sih?" tanya vano yang melihat azka yang sedang berjalan membelakangi nya.
"mana?" tanya fuji seolah tidak tahu.
"itu lho... Yang baru aja masuk ke cafe." jelas vano yang baru saja melewati cafe tempat dimana azka sedang berpacaran.
"kagak ah, lu salah liat kali." ujar fuji.
"tapi sumpah dari perawakannya kaya si Azka ji, cuman itu kok gandengan ama laki juga" jelas vano sambil fokus menyetir motornya dengan kecepatan yang kian meninggi.
"nahh berarti bukan azka, lu tau sendiri kan azka di sekolah manly nya gimana? So ga mungkin dia skinship sampe segitunya ke temen laki." bantah fuji.
"btw lu ntar mampir kerumah gua atau langsung pulang?" tanya fuji mengalihkan topik.
"langsung pulang aja" ujar Vano dengan lirih.
"hah?" tanya fuji karena yang ia dengar hanya suara angin dan transportasi yang lalu lalang.
"ck, gua langsung pulang aja" ujar Vano meninggikan suaranya namun masih terbawa kencangnya angin.
"apah? Kaga denger gua ! " pekik fuji sambil memajukan kepalanya agar sejajar dengan kepala vano.
Dengan kesal ia berhenti dengan kasar saat didepan ada lampu merah,sehingga refleks tubuh fuji merosot hingga menubruk punggung vano.
/punya gundukan di dada juga nih anak/ batin vano saat fuji menabrak punggungnya lalu berkata,
"GUA LANGSUNG PULANG SAYANG... BUDEG!" ujar Vano dengan penuh penekanan sambil mencengkram lutut fuji.
"ohh hehehe ya maaf kaga kedengaran tadi lu bawanya kecepetan sih jadi suara lu kebawa angin." jelas fuji, sambil memundurkan duduknya agar kembali ke jok penumpang.
"iyadeh.. Maaf" jawab Vano mengalah sambil mengelus lutut fuji.
__ADS_1
"ya ampun... So sweet banget sih.. Couple goals banget, ga kaya kamu yank." ujar mbak-mbak kepada dari motor seberang kepada pacarnya yang masih terdengar oleh telinga vano dan fuji.
"maksud mu aku kurang so sweet gitu kah by?apa karna aku make matic sedangkan dia moge, padahal belum tentu yang bawa moge bisa setia,tulus, dan mau modal by" ujar pacar mbak-mbak tersebut.
"modal apanya?modal bensin sama bayarin makan?" cibir mbak-mbak tersebut yang membuat fuji dan vano tak kuasa menahan kekehannya,karena perempuan itu berbicara dengan tatapan iri melihat tangan fuji yang full dengan totebag berisi buku,lalu beberapa boneka dari mesin capit,lalu beberala kopi dan dessert untuk oleh-oleh orang rumah dari vano.
"anu mas ada temennya mas yang masih jomblo gak?atau mas nya juga boleh ." ujar mbak-mbak itu kepada vano yang membuat fuji menatap sinis kearah mbak-mbak tersebut.
"ekhem" batuk fuji yang di buat-buat seolah memberi sindiran halus.
"cemburu ya?" goda vano sambil menoleh kearah fuji.
"ogah banget" jawab fuji jual mahal.
"gapapa mbak, biar cowo mbak ke dia aja,mbak nya sama saya saja, saya walau matic gini ga kalah effort dan modal kok mbak,muak juga gantengan aku." ujar pria itu yang membuat vano geram.
"maksud anda apa ya?masih ada saya lho disini?" ujar vano dengan suara dinginnya yang begitu mengintimidasi,seraya membuka helmnya.
"udah van jangan di ladenin" ujar fuji menenangkan vano
"aww ganteng banget ya ampun akhhhh." pekik mbak-mbak tersebut.
"mbak ini juga, ga gatel ke cowo lain bisa ga? " ujar fuji membuka mulut, sambil membatin,
"dih sewot amat sih jadi cewe,mas kok mau sih punya cewe sewot kaya dia?mendingan juga sama aku yang cantik ini, body gitar spanyol gak krempeng gitu." tanya mbak-mbak itu.
"INI BODY GOALS KOREA TOLOL,GAK KAYA LU UDAH PENDEK,GEMUK,UDEL DI UMBAR-UMBAR,LAGIAN GUA BUK-" ujar fuji yang terpotong oleh kalimat vano,namun berhasil membuat sekeliling mereka yang sedari tadi diam-diam mendengarkan tak kuasa menahan tawa.
"udah ji.. Kita di liatin orang ini." lerai vano,sambil kembali memasang helm full facenya.
"bro,cewe lu tuh urusin,biar ga malu-maluin." sindir vano sambil melaju dengan kecepatan tinggi seraya mengejek dua sejoli itu dengan suara mantap dari knalpotnya.
-"serasa liat si tai yang iri sama si berlian"
-"drama banget itu jamet matic"
-"coba aku jadi dia malu sih"
-"gila mas sams mbak tadi berdamage kali anjir apalagi suara motornya beuh"
Seperti itulah suara yang sekilas mereka dengar dari para pengendara di samping mereka.
__ADS_1
"GILAA BISA-BISANYA ADA MANUSIA KEK GITU,LAMPU MERAH ITU JUGA NGAPA LAMA BANGET SIH, HERAN GUA" omel fuji,setelah beberapa meter menjauh dari lampu merah tersebut.
"hahaha tau tuh drama banget." ujar Vano
"van lu tadi kok kaya posesif gitu, jangan bilang lu emang beneran ada rasa ke gua?" goda fuji
"mana ada,lu aja kali." ujar vano.
"dih" pekik fuji mengakhiri percakapan, lalu mereka menikmati perjalanan tanpa adanya percakapan hingga fuji telah sampai di rumahnya.
"gua langsung cabut ya" ujar vano setelah menurunkan fuji di depan rumah nya.
"iya,take care baby" celetuk fuji yang di iyakan angguki oleh vano.
...****************...
Malam harinya... Kini vano dan fuji sama-sama tidak bisa tidur di karenakan keduanya masih terngiang akan satu sama lain.
"jangan bilang gua suka ma vano, dih dih dih gak gak gak mungkin." gumam fuji yang sedari tadi fikiran nya selalu terpaku kepada salah satu sahabat tampannya tersebut.
"bodolah gua buat belajar aja." ujar fuji kepada dirinya sendiri, dengan tujuan agar dia tidak memikirkan vano lagi, namin nihil ia malah tidak fokus dan masih terpaku dengan vano vano dan vano.
"akhhh gila aku lama-lama." ujar fuji sambil meraih hpnya.
"tumben amat dia ngajakin belajar bareng." gumam fuji sambil menatapi langit-langit kamar nya.
"efek besok ujian kali." putus fuji lalu berusaha tidur.
Di sisi lain,kini vano sedang berada di mood yang sangat indah, malam ini hatinya benar-benar berbunga-bunga karena dari sekian banyak nya ia keluar dengan fuji, baru kali ini situasinya terada berbeda.
"apa gua confess aja ya?" gumam vano
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
bab selanjutnya....
"kalau aku bilang aku beneran cinta ke kamu gimana?"
"serius?"
__ADS_1
"gila!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...