Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku
Chapter 70.Bunda Minta Cucu


__ADS_3

La Paleteria adalah toko pertama es krim artisan Meksiko yang tidak biasa di Paris. Merupakan harta karun yang patut dikunjungi dan terletak di salah satu dari ratusan jalan sepi di Marais.


Konsep utama tempat ini adalah gagasan untuk membuat es krim buatan sendiri tanpa bahan pengawet dan pewarna, terbuat dari buah-buahan segar dan bahan-bahan alami berkualitas tinggi.


Berbagai pilihan rasa dan multi-warna yang luas dari rasa buah dan krim enak dipandang mata, dan nama-namanya bagaikan sebuah puisi: kiwi, merah-oranye, nanas-mint, jeruk keprok, markisa, acai berry, semangka.


Yang paling eksotis adalah alpukat, chestnut, strachiatella, macchiato dengan karamel.


Ada juga es krim dengan rasa koktail mojito, pina colada, dan caipirinhas Brasil, yang ditambahkan alkohol asli.


Setiap rasa dapat dituangkan dengan coklat putih atau hitam dan kemudian ditaburi potongan biskuit atau warna-warni kepingan cokelat M&M.


La Glacerie lebih baik disebut sebagai toko kue, karena David Wesmael, pemilik toko ini, adalah juara dunia patisserie pada tahun 2006.


Toko mereka terletak di depan BHV Marais, department store, dan pusat Pompidou (museum seni kontemporer dan modern). Di toko ini, ada sekitar 10 kursi untuk makan dan beristirahat sebentar.


Seperti yang kami lihat, kami dapat menemukan es krim dan sorbet fotogenik


dengan warna dan bentuknya yang indah.


Setiap es krim cantik mengandung beberapa rasa yang didasarkan pada filosofi Perancis tentang keindahan kue. Selain koleksi mewah ini, mereka juga memiliki es krim klasik yang baik untuk dibawa pulang.


Jika suka, bisa harus mencoba rasa mangga-vanila yang dia anggap juara. Manisnya mangga dan aroma vanila membuat rasa elegan dan mewah yang harus disebut sebagai kue otentik Perancis.


Saat kami tengah berjalan sambil menikmati es krim yang hampir habis, Alazka mengirim pesan padaku bahwa calon istri Mr.Kyen membawa kita menyicipi es krim termahal di sini.


Dara begitu bahagia, aku sempat heran dengannya yang tak henti memakan es krim dan minta lagi.


Untung saja Alazka mengganti uang rupaih menjadi mata uang Perancis.


Kami mengikuti arah GPS yang menunjukkan ke restoran palimg mewah.


Sampai di sana, kami duduk di kursi yang berhiasi cat gold.


"Saya tahu istri Anda sangat menyukai es krim. Dia juga begitu," ucap Mr. Kyen pada calon istrinya.


Tak lama, beberapa pelayan datang. Berarti Mr. Kyen sudah memesan makanan lebih dulu dari kedatangan kami, pikirku.


Di sana ada:


Three Twins Ice Cream Sundae.


Sundae yang tampak sangat biasa ini dibanderol dengan harga 60.000 USD (Rp 869 juta).

__ADS_1


Frozen Chocolate Haute


Es krim ini terbuat dari dua puluh delapan jenis cokelat yang empat belas jenis diantaranya merupakan cokelat termahal di dunia.


Selain itu toppingnya ada 5 gram emas dua puluh tiga karat yang dapat dimakan. Wadahnya terbuat dari lapisan emas serta dihias dengan berlian putih 1 karat. Harganya 26.000 USD (Rp 362 juta).


Strawberries Arnaud


Es krim dengan harga 9,8 juta USD (Rp 142 miliar) ini terbuat dari stroberi Louisiana, kayu manis Ceylon dan vanila dari Tahiti. Yang membuat harganya sangat melambung adalah lembaran emas 24 karat serta sebuah cincin bermata berlian biru 10,6 karat yang ukurannya sangat besar. Fantastis!


"Wah, Thank you so much, Madame Bella, for taking us to Paris, and paying all the hotel and food bills too," ujarku menatapnya.


(Wah, Terima kasih banyak, nyonya Bella karena sudah mengajak kami ke kota Paris, dan membayar semua tagihan hotel dan makanannya juga.)


"Thaank you again for accepting the invitation. The program clock is at 7 in the evening, yes. You can enjoy," balas Nyonya Bella seraya menatap mata Dara dengan teduhnya.


(terima kasih kembali karena sudah menerima undangannya. Jam acaranya malam hari jam 7 malam, ya. Kalian bisa menikmati makanannya besok malam.)


"Kalau begitu, kami pamit ke hotel untuk beribadah dulu."


Setelah berpamitan, kami berjalan menuju hotel yang jaraknya sekitar 30 meter dari hotel. Saat berkeliling tadi, kami juga jalan kaki mencicipi berbagai rasa es krim.


Dikamar hotel


Ceklek.


Aku dan Dara segera membersihkan diri dan bersiap-siap salat dzuhur bersama.


"Mau jalan-jalan lagi?" tanyaku menatap Dara yang mulai merangkak di atas ranjang.


"Ah, gak deh. Capek, kaki aku pegal-pegal," adunya.


Aku tersenyum melihat Dara yang meringkuk di bawah selimut. Ia beristirahat sejenak setelah makan dan salat.


Sementara aku memangil bunda Fisya melalui panggilan Video.


"Halo, bunda " sapaku ketika panggilan terhubung.


"Halo, udah makan siang? Gimana kerjanya?"


"Heheh, kami sedang di Paris, bu. Salah satu client mengajak kami ke sini karena beliau menyelenggarakan resepsi pernikahan di sini," ujarku.


"Astaga, kenapa baru sekarang kasih tahunya."

__ADS_1


Aku menggarukkan tengkuk yang tak gatal, grogi mau menjelaskannya seperti apa.


"Maaf, bun .Lupa."


Aku terkekeh pelan.


"Ibu mau dibawain oleh-oleh apa?" tanyaku menatap layar ponsel.


"Bunda mau cucu."


Seketika jantungku berhenti berdetak.


Napasku tercekat.


Seketika oksigen di bumi terasa hilang dan lenyap.


"Nanti Azlan coba ya, bun"


Aku tersenyum.


Saat ingin menutup panggilan video, terlebih dahulu aku berjalan di ranjang dan mengarahkan layar ponsel ke arah Dara yang tengah terlelap.


"Assalamualaikum."


"Waalaikum salam."


Aku meletakkan ponsel di nakas dan kembali menatap wajah cute Dara yang seperti bayi.


"Aigoo, dangsin-eun neomu gwiyeowoyo. oneul bam nae mogs-eul gieoghal su issseubnikka? Jang-aemul-i eobsgileul balabnida. Jeodo eomeoniwa gat-eun saeng-gag-eulhabnida. Hajiman ijeon sageon-eulo yeojeonhi teulaumaleul bad-assgo dasi naleul tteonan geos gatseubnida. Ijeon-ui silsuga banbog doelkka dulyeobseubnida. Yagsog halge."


Aku menyentil hidung mungilnya lalu menyentuh ujung bibirnya yang runcing.


(kamu lucu sekali, sayangku. Bisakah aku meminta jatahku malam ini? Semoga saja tak ada kendala, ya. Aku juga berpikiran hal yang sama dengan ibu. Tapi, aku rasa kamu masih trauma dengan insiden dulu dan pergi meninggalkanku lagi. Aku takut, takut jika kesalahn dulu kembali terulang. Aku 'kan sudah berjanji padamu.)


Entah angin mana membuat wajahku mendekati wajahnya yang sangat menawan di mataku.


'Geunyeoneun dangsin geos-ibnida. Naneun nae gwijungpum-eul gwanlihago ju-in-eul jeoldae noh-ajuji anhgessdago yagsoghaessseubnida. Naega ju-in-ibnida.' Aku berucap dalam hati.


"Geuleul chaj-eul ttaekkaji Dara-eul chaj-eusibsio. Cheobeol-eul junbihasibsio." Seketika aku teringat dengan kata-kata mama.


(Dia milikmu, aku sudah berjanji akan menjaga barang berhargaku dan tak akan melepaskan dari pemiliknya. Aku pemiliknya.)


(Tolong cari Dara sampai ketemu, jika tidak. Bersiaplah dengan hukumanmu.)

__ADS_1


***


Hari ini saya benar-benar badmood. Jadi, mohon hargai keelebihan dan kekurangan saya.


__ADS_2