Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku
Chapter 116. Teror lagi


__ADS_3

"이봐, 바보. 내 여동생이 아닌 다른 여자를 찾으십시오. 그녀는 작고 말괄량이였습니다. 사랑하면 언니가 당신과 손을 잡는 것도 원하지 않습니다. 동의하지 않고, 승인하지도 않고 원하지도 않습니다," sungutku lalu meneguk kasar latte yang ada di depanku.


(Yak, babo. nae yeodongsaeng-i anin daleun yeojaleul chaj-eusibsio. Geunyeoneun jaggo malgwallyang-iyeossseubnida. Saranghamyeon eonniga dangsingwa son-eul jabneun geosdo wonhaji anhseubnida. Dong-uihaji anhgo, seung-inhajido anhgo wonhajido anhseubnida.)


(Hei, brengsek. Cari saja wanita lain, jangan adikku. Dia masih kecil dan sedikit tomboy. Aku tak mau jika Cinta, adikku malah bergandengan tangan denganmu. Aku tak setuju, aku tak merestui dan aku tak ingin.)


"여동생은 너무 달콤하고 아름답습니다. 내가 말하고 그의 눈을 들여다 본 적이 없지만 우리는 양립 할 수 있다고 생각합니다. 하지만 그와 함께 보내지 그래요? 나는 당신처럼 잘 생기고 부자이며 잘 생겼습니다. 그게 무슨 문제입니까? 당신은 자신을 모르는 형제입니다." Jong Ru memukul keningku dengan sendok makan besi yang ia ambil di cangkir khusus.


(Yeodongsaeng-eun neomu dalkomhago aleumdabseubnida. Naega malhago geuui nun-eul deul-yeoda bon jeog-i eobsjiman ulineun yanglib hal su issdago saeng-gaghabnida. Hajiman geuwa hamkke bonaeji geulaeyo? Naneun dangsincheoleom jal saeng-gigo bujaimyeo jal saeng-gyeossseubnida. Geuge museun munjeibnikka? Dangsin-eun jasin-eul moleuneun hyeongjeibnida.)


(Astaga, adikmu itu sangat manis dan cantik. Walaupun aku belum pernah berbicara dan menatap matanya, tapi kurasa kami cocok. Tapi, kenapa kau tak membolehkanku dengannya? Aku jni tampan, kaya dan mapan sama sepertimu. Apa salahnya, sih? Kau ini, abang yang tidak tahu diri.)


"예, 당신이 잘 생기고 부자라는 것을 압니다. 하지만 저는 우리가 처남 관계를 갖기를 원하지 않습니다. 나는 역겹고 당신이 내 동생의 남편이되는 것을 원하지 않습니다. 그는 매우 못 생겼고, 가족들에게 내 외모를 꺾지 않고 당신보다 더 잘 생긴 남자를 찾을 것입니다. 그 남자를 찾고 있었으니 다른 여자를 찾으 셨군요, 바보. 내 형제를 찾지 마십시오. 그렇지 않으면 우리 집과 부모님 집에서 다시는 놀지 마십시오."


(Ye, dangsin-i jal saeng-gigo bujalaneun geos-eul abnida. Hajiman jeoneun uliga cheonam gwangyeleul gajgileul wonhaji anhseubnida. Naneun yeoggyeobgo dangsin-i nae dongsaeng-ui nampyeon-idoeneun geos-eul wonhaji anhseubnida. Geuneun maeu mos saeng-gyeossgo, gajogdeul-ege nae oemoleul kkeokkji anhgo dangsinboda deo jal saeng-gin namjaleul chaj-eul geos-ibnida. Geu namjaleul chajgo iss-eoss-euni daleun yeojaleul chaj-eu syeossgun-yo, babo. Nae hyeongjeleul chaj-ji masibsio. Geuleohji anh-eumyeon uli jibgwa bumonim jib-eseo dasineun nolji masibsio.)


(Ya, aku tahu kau tampan dan kaya. Tapi, aku tak mau jika kita harus menjalin hubungan ipar-iparan. Aku jijik dan aku tak mau jika kau menjadi suami dari adikku. Dia itu sangat jelek dan aku akan mencari pria yang lebih tampan darimu tanpa mengalahkan ketampananku dari keluargaku. Aku sudah mencari pria itu, jadi kau cari saja wanita lain, bodoh. Jangan mencari adikku atau kau jangan pernah main ke rumahku dan ke rumah orang tuaku lagi.)


Setelah selesai bercanda-canda dengan Jong Ru, ia memutuskan untuk pergi dari kantorku karena ada beberapa berkas yang belum ia tanda tangani.


Sementara aku kembali menuju ruanganku lalu melakukan panggilan video bersama istriku.


"Halo," sapaku padanya. Terlihat ia tengah makan siang di meja makan.


Dara melambaikan tangannya ke arah kemara ponselnya sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.


"Kakak udah makan siang?" tanyanya.

__ADS_1


Aku menganggukkan kepala seraya tersenyum padanya.


"Sudah, kok kamu lama banget makan siangnya? Udah jam 1.30," ucapku menatap jam tangan yang melekat di pergelangan tangan kiriku.


"Gak apa-apa, tadi ngemil jadi gak mau makan dan sekarang baru makannya," ujarnya sambil cengengesan.


"Oh, iya kak. Beras kita udah makin menipis, kaldu jamur, garam, merica bubuk, kecap kedelai sama minyak makan udah hampir abis juga."


Dara berjalan menuju wastafel dan mencuci piringnya di sana. Sementara aku menyimpan kata-katanya untuk kubeli nanti di swalan selepas pulang kerja.


"Kak?"


"Hm?"


"Cemilannya juga tinggal 7 kotak lagi, beliin, ya," pintanya yang kuangguki.


Ya, Dara walaupun hamil atau tidak, dia tetap kuat makan. Aku tak masalah, tapi Adnan jarang sekali menghabisi uangnya di black card yang selalu kusetor tiap bulan. Sementara di gold cardku, aku hanya mengambil lima belas persen saja dari gajiku dan selebihnya kutransfer ke rekening milik Dara.


"Hm, besok aja kalo udah 4 bulan, ya."


"Ya, terserah kamu aja. Kakak ngikut, kamu sendiri di rumah?" tanyaku.


"Enggak, bibi sedang santai-santai di belakang. Kerjanya udah selesai," jawab Dara.


"Ya sudah, nanti kamu mau dibawain apa selain bumbu dapur?" tanyaku padanya.


"Nasi Padang!" pekiknya.

__ADS_1


Aku mengecilkan volume speaker di ponselku, Dara bisa saja.


"Ya sudah, nanti kakak belikan. Mau berapa?"


Dara menunjukkan jari kelingking dan jari manisnya.


"Dua."


"Emang kamu bisa habisin?"


"Kakak satu, aku satu."


"Ya sudah, kalau gitu kakak matiin, ya. Baterainya tinggal 5 persen," ucapku.


Dara mengucapkan salam dan ia mematikan panggilan video kami. Aku langsung men-charger ponselku dan menyimpannya di laci meja kerja lalu keluar dari ruanganku menuju ruang rapat.


Kali ini, aku akan memberikan pengarahan untuk 5 sekretarisku. Kenapa tidak 2 saja?Karena tugasku lumayan banyak dan aku akan menugaskan semuanya. Apalagi kantor kami tengah maju.


"Kalian harus mengikuti peraturan yang ada di kantor saya karena kalian telah resmi diambil dan melaksanakan tugas yang lumayan berat. Saya tidak mau ada kesalahan empat puluh lima persen setiap pekerjaan kalian beberapa bulan kedepan dan jaga sikap dan attitude kalian. Jika sampai kalian kelewatan dan para staff mengadu ke saya, siap-siap kalian angkat kaki dari sini dan nama kalian akan masuk blacklist!" tegasku memasang wajah datar membuat staff-ku menunduk ketakutan.


Ping!


Aku menghentikan langkahku menuju lift dan memilih duduk di kursi tunggu.


Nomor tak dikenal


[게임을 시작할 준비가 되셨습니까? 아니면 먼저 시작해야합니까? 내 게임을 보여 드릴게요. 하지만 언제, 몇시인지 모르겠습니다. 확실히 나중에 놀랄 것입니다. Reyndad, 당신이 덜 보이는 날 불행히도 당신은 내 것이 아닙니다. 내가 여러분 모두를 가질 수 있다면 기분이 어떨까요? 확실히 나는 매우 행복하고 당신이 가질 수있는 가장 행복한 여자입니다. 전 세계에서 가장 두려워하고 사랑하는 것은 무엇입니까? 내가 가져 와서 가져갈 수 있습니까?]

__ADS_1


(Geim-eul sijaghal junbiga doesyeossseubnikka? Animyeon meonjeo sijaghaeyahabnikka? Nae geim-eul boyeo deulilgeyo. hajiman eonje, myeochsiinji moleugessseubnida. Hwagsilhi najung-e nollal geos-ibnida. Azlan, dangsin-i deol boineun nal bulhaenghido dangsin-eun nae geos-i anibnida. Naega yeoleobun moduleul gajil su issdamyeon gibun-i eotteolkkayo? Hwagsilhi naneun maeu haengboghago dangsin-i gajil su-issneun gajang haengboghan yeojaibnida. Jeon segyeeseo gajang dulyeowohago saranghaneun geos-eun mueos-ibnikka? Naega gajyeo waseo gajyeogal su issseubnikka?)


(Sudah siap untuk memulai permainannya? Atau aku harus memulainya dulu? Aku akan memperlihatkan permainanku padamu. Tapi, aku tidak tahu kapan dan jam berapa. Yang pasti, kau akan terkejut nantinya. Azlan semakin hari kau semakin tanpan. Sayangnya, kau bukan menjadi milikku. Bagaiman rasanya jika aku bisa memilikimu seutuhnya? Pasti aku sangat bahagia dan menjadi wanita paling bahagia bisa memilikimu. Apa yang paling kau takuti dan kau sukai di seluruh duniamu? Apa aku bisa mendapatkan dan merebutnya darimu?)


__ADS_2