Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Bahagia


__ADS_3

Pagi ini aku dan mbak Rani pergi ke butik,dan mbak Rani yang nyetir


"kamu jangan terlalu capek banget karena kalau itu terjadi Irwan suami kamu yang akan marah sama mbak"aku menganggukkan kepala,sungguh aku sangat senang melihat gaya mbak Rani,penampilan nya sungguh menarik,sampai aku tersenyum melihat nya,sementara penampilan ku sangat sederhana meskipun perut ku sudah kelihatan buncit tapi aura kecantikan ku tetap terpancar.kami sampai di sebuah butik yang sangat besar,begitu mbak Rani turun dan aku menyusul turun semua membungkuk kan badan,mbak Rani menggandeng tangan ku untuk masuk,


"pagi non"sapa mereka bersamaan,ini mah menurutku bukan butik tapi istana


"pagi"sapa nya kembali,dan kami langsung masuk ke ruangan mbak Rani


"ini ruangan saya ga"kata nya"kamu di sebelah ya?aku hanya diam,dan mbak Rani


"tit"panggil mbak Rani


"iya non"sahut nya dengan melirik ke arah ku


"coba kamu kumpulkan semua karyawan di aula ya tit"perintah mbak Rani


"baik non"tinggal aku dan mbak Rani


"aku merasa berdebar mbak"kata ku dengan mengusap dada ku


"kamu seperti gak pernah bekerja di perusahaan besar aja"


"ini mah beda mbak"


"apa nya yang beda?mbak Rani tersenyum ke arah ku"udah ah"


"maaf non"


"sudah tit?


"sudah non"aku dan mbak Rani mengikuti tita yang berjalan menuju aula,ternyata banyak juga karyawan di butik mami,kalau aku lihat ini bukan bukti tapi seperti apa ya ehhhgg iya seperti rumah sinderlela,


"silahkan duduk"kata mbak Rani"saya ingin memperkenalkan kalian kepada wakil mami saya"semua menatap ku,mungkin mereka bertanya siapa aku?dan mereka juga terposa dengan penampilan ku walau pun sederhana tapi terlihat aura kecantikan ku,meski aku sedang hamil enam bulan tapi aku memiliki postur tubuh yang idealis leher ku yang jenjang,kulit ku yang putih dan aku memiliki kaki yang panjang dan badan ku yang kecil,


"iga,jadi kalau ada sesuatu apa pun kalian bisa bicara dengan nya"mbak Rani ndak menyebutkan kalau aku adik ipar nya,mungkin dia ingin aku bekerja dengan nyaman tanpa memiliki embel embel aku istri adik nya"kalian bisa memanggil nya Bu atau"


"mbak saja"jawab ku,mereka menatap ku


"baik"mereka pun langsung pergi meninggalkan ku dan mbak Rani.


"mbak tinggal ya"kata nya


"mbak mau kemana?


"mbak mau pergi sama mas Eko"kata nya dengan tersenyum


"iya mbak"

__ADS_1


"selamat bekerja ya"kata nya dengan memegang pipi ku,aku tersenyum melihat tingkah nya,dia melambaikan tangan nya sebelum masuk ke dalam mobil,


Akhir nya aku memiliki kegiatan baru,aku berjalan keliling melihat butik mami ternyata sungguh besar dan memiliki 40 pegawai,ada yang menggambar,ada yang menjahit,ada yang membordir dan ada yang memasang Payet,yang pasti lumayan sibuk banget,ada beberapa pegawai yang sedang membicarakan ku tapi aku ndak memperdulikan nya


"maaf mbak"salah seorang pegawai


"ya"jawab ku pelan dengan mengusap perut ku


"menurut mbak iga gimana kalau ini di pasang di sini payet nya?tanya nya,aku mendekati nya


"ini di pasang di sini saja,biar kelihatan sederhana tapi terkesan elegan"jawab ku,mungkin mereka sedang menguji kemampuan ku,setelah itu aku berjalan kembali,


"mbak"panggil seorang pegawai dengan wajah khawatir


"ada apa?


"ada pelanggan komplein mbak"aku mengerutkan kening ku dan berjalan keluar


"maaf ada yang bisa saya bantu?tanya ku


"kamu pegawai baru di sini ya?tanya nya dengan nada ketus


"iya"Jawab ku pelan


"ini kurang pas dan aku juga gak suka dengan model nya"


"ini"dengan menunjuk bagian bawah"ini terlalu lebar dan terlalu panjang"


"kamu"kata ku karena aku belum mengenal nama nya


"Sandra mbak"


"iya tolong kamu ambil meteran nya"sandra mengambil meteran nya dan mengukur ulang kembali baju yang ndak sesuai dengan ukuran nya


"maaf,,,mbak besok sore bisa datang kembali"kata ku pelan"saya minta maaf atas ketidak nyamananya mbak"dia tersenyum dan menepuk nepuk tangan ku setelah itu dia pergi"Sandra kamu bawa ke dalam dan perbaiki kembali ya?


"baik mbak"dia masuk ke dalam dan aku berjalan keluar


"eh kamu kemari sebentar"


"iya mbak?


"saya minta tolong susunan ini kurang rapi jadi tolong di susun kembali ya"kata ku lembut,karena aku melihat susunan nya kurang rapi


"baik mbak"aku berjalan kembali


Waktu sudah menunjuk kan angka jam 13.45,mereka semua sedang istirahat dan menikmati santai nya setelah makan siang,ada seorang wanita masuk dengan gaya nya yang lumayan

__ADS_1


"eh"panggil nya pada ku


"iya mbak"kata ku"ada yang bisa saya bantu"


"Tante Rina dimana?tanya nya


"Tante Rina?tanya ku kembali


"oh kamu pegawai baru ya di sini sehingga kamu gak mengenal nya"


"iya saya baru disini"


"pantas kamu gak mengenal nya"aku diam"Tante Rina itu calon mertua saya"deg,mertua nya berarti dia pacar mas Irwan,apa mas Irwan belum mengatakan kalau dia sudah menikah.ah aku harus positif tingking.


"ohhh,,,beliau ndak masuk mbak"jawab ku,


"pada hal ada hal yang harus aku katakan"aku dan dia sedang mengobrol tapi aku terkejut ada seseorang yang memeluk ku dan mengusap perutku dari belakang,semua pegawai mami terkejut melihat kejadian itu termasuk aku dan aku tersenyum karena aku mengenali cincin yang di pakai nya


"mas irwan"kata ku dengan memeluk nya dan dia mencium pipi ku kening ku dan bibir ku bertubi tubi


"kenapa ndak ngabarin kalau kamu pulang mas"


"ini kejutan sayang"mereka semakin terkejut


"Irwan ngapain kamu memeluk dia?tanya nya dengan beeusaha menarik tangan nya


"oh maaf susan"kata mas irwan dengan menggandeng tangan ku"ini istri ku dan ini calon anak ku"dengan mengusap perut ku


"kamu jahat"kata nya dengan pergi dari hadapan kami berdua,sementara pegawai yang lain langsung berdiri dan membungkuk kan badan nya


"ndak usah seperti itu"kata ku


"maaf kan kami non"


"panggil saja saya mbak"mas Irwan tersenyum


"mereka tadi nya gak tau ya kalau kamu itu adalah istri ku yang?


"kamu merubah suasana saja mas"dengan memukul dada nya


"awwhhh sakit tau"kata nya dengan memegang dadanya


"maaf,,,sakit ya mas?tanya ku begitu polos


"bercanda kali"


"kamu buat orang jadi takut saja"kami saling berpelukan kembali dan saling tertawa.

__ADS_1


__ADS_2