
Di kantor ada yang lain, bahkan mereka bertanya tanya kemana sebenar nya aku ndak masuk kantor, karena aku ndak memberikan surat pengunduran diri
"kamu tau dimana iga tan?
" ndak tau mbak wi?
"kamu kan teman dekat nya masak gak tau?
" ya memang ndak tau mbak, barang kali ikut suami nya? jawab ku
"tapi kenapa dia gak ada bicara apa apa ya sama kita kalau dia mau pergi dengan suaminya?
" macam ndak tau saja mbak dengan sifat iga?
"tertutup?
" tu mbak tau jawaban nya? mereka tersenyum
mas irwan dan mbak Winda masuk bersama sama, tapi ada yang lain dengan wajah mas irwan, seperti menyimpan sesuatu, tapi apa ya
"intan panggil kan iga suruh dia keruangan saya? kata mas irwan
"iga sudah ndak masuk lagi pak?
" kemana? tanya mbak Winda
"pulang kampung mbak? mas irwan diam mematung, kenapa aku jadi lupa kalau iga udah gak kerja lagi, kenapa aku sekarang merindukan nya, hati ku juga seperti gak tenang, seperti ada yang hilang, aku benar benar merindukan wajah nya yang cantik, senyum nya yang manis,aku benar benar merindukan nya, kenapa aku baru menyadari ketika dia udah gak ada di sini, aku sungguh benar benar terlambat menyadari, bodoh nya aku, tolol nya aku, ini kah yang di namakan cinta, ketika dia dekat kita gak perduli, tapi begitu sudah jauh seperti ada yang hilang, lalu apa yang harus aku perbuat, ku jemput kah dia ke rumah orang tua nya, tapi apa respon orang tua nya ketika aku datang iga sudah mengatakan semua nya, selama ini aku gak pernah merasakan hal seperti pada Winda, tapi pada iga, sungguh aku menyesal,, tapi apa guna nya, batin nya dengan melirik ke arah intan
"kamu kenapa yang?
" aku mau keluar sebentar
"kamu kenapa?
" aku akan kembali?
"tapi tunggu, aku ikut?
__ADS_1
" please win, aku butuh waktu?
"ada apa sama kamu, aku lihat akhir akhir ini kamu beda?
" mungkin? jawab nya dengan pergi meninggalkan kantor, kemana aku harus pergi, aku seperti kehilangan arah, berlebihan kah sikap ku ini, gak,,, aku lelaki egois, aku suami yang egois, ha, katanya dengan memukul setiur,kalau seperti ini terus lama lama aku bisa gila, kata nya dengan memijit kepala nya, iga maafkan aku, aku benar benar merindukan mu, sungguh aku benar benar merindukan mu, mobil berhenti, kenapa aku pulang, mang diman membuka kan gerbang pintu, mobil masuk dan dia langsung keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah
"loh den kok sudah pulang? tanya bi munah
" aku bingung bi?
"bingung kenapa den?
" hati ku bi hati ku? kata nya seperti anak kecil yang kehilangan ibu nya.
"hati aden kenapa?
" hati ku merindukan iga bi, sungguh aku sangat merindukan nya? kata nya, bi munah begitu terkejut, majikan nya ndak pernah seperti ini sebelumnya, bahkan ndak pernah menampakkan kan wajah nya yang sedih, tapi hari ini guliran air bening membasahi pipi nya,
"kalau den irwan merindukan non iga jemput den?
"apa yang harus aku katakan bi?
"iga gak akan mempercayai nya bi?
"karena aden selalu mengingkari kata kata aden? dia menatap pembantu nya, dengan tatapan hampa.
" entahlah bi, aku benar benar menyesal bi, aku begitu bodoh, aku begitu egois?
"ndak ada guna aden bicara seperti itu sama bibi? dia langsung pergi menuju kamar yang selama ini aku tempati,suasana yang berbeda, di buka nya pintu dan dia berdiri memandang kamar yang sudah ndak ada penghuni nya, di buka nya lemari kosong, ndak ada yang tertinggal, di buka nya laci meja dan di ambil nya foto hasil USG, di usap usap nya dan di peluk nya di dada nya, seperti orang yang lagi kasmaran,
"semoga kamu baik baik ya nak? kata nya dengan membaringkan tubuh nya di ranjang, di pandangi nya kembali foto USG,
" papa pasti akan menjemput kamu dan mama, tapi gak sekarang sayang,karena papa yakin hati mama kamu masih sakit karena ulah papa? di ambil hp nya dan berulang ulang nelpon tapi kenapa gak kamu angkat ga, seperti ini kah hati mu ga ketika aku menyakiti mu, rasa nya sungguh gak tertahan, aku baru merasakan hati ku benar benar gak karuan, aku harus mencari obat, tapi obat apa? obat yang bisa menenangkan hati ku yang gak menentu ini.
"bi......!!!!!
" ya,,, ada apa den?
__ADS_1
"tolong bantu aku bi?
" apa yang harus bibi lakukan den?
"aku seperti orang gila bi? kata nya dengan duduk dan berdiri yang serba salah.
" aku gak ingin kehilangan iga bi?
"bibi harus berbuat apa den?
" lakukan sesuatu bi?
"ini lah yang non iga selalu rasakan den?
" maksud bibi?
"ketika aden jalan sama mbak Winda, seperti ini lah non iga den, seperti yang aden rasakan saat ini? dia menatap pembantu nya" menangis,dan ndak tau apa yang akan di lakukan?
"ternyata benar benar sakit bi?
" perbaiki hubungan ini den sebelum semua nya terlambat?
"maksud bi munah?
" sebelum ada yang mengikat nya?
"maksud bibi dia akan nikah sama orang lain?
" bisa jadi ya?
"aku akan menuntut nya?
" atas dasar apa aden menuntut nya?
"dia istri ku bi, istri ku yang sah, bahkan dia sedang mengandung anak ku?
" istri,,,,istri yang ndak pernah di nafkahi suami, istri yang ndak pernah di anggap suami, istri yang selalu di sakiti suami, itu yang aden anggap dia istri? kata bi munah dengan menatap nya"kalau aden benar benar menyesal tinggal kan mbak Winda?
__ADS_1
"aku akan meninggalkan nya?
"kalau aden meninggalkan mbak Winda buktikan dengan non iga, buktikan kalau aden ndak hanya berkata saja, selama ini bibi selalu mendengar kalau aden akan meninggalkan mbak Winda, tapi apa bukti nya den? apa? bibi bisa merasakan apa yang non iga rasakan den?kata bi munah sambil pergi meninggkan majikan nya, benar kata kamu bi, aku gak pernah menepati janji ku, bahkan sedikit pun aku ada niat untuk berusaha menjauhi Winda, pantas iga meninggalkan aku, bahkan dia berniat minta pisah ketika bayi ku lahir, aku benar benar lupa berterima kasih kalau aku memiliki istri yang begitu baik, begitu menerima dan gak banyak menuntut,bahkan aku gak pernah memberi nya uang bulanan, tapi dia gak pernah meminta, lagi lagi di pandangi nya foto hasil USG.