Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Rujak ulek


__ADS_3

Hari Masih begitu siang, aku menuju kamar ku dan ingin segera mandi, rasa nya badan ku sudah begitu lengket, tapi benarkah apa yang di katakan nya, cemburu ndak jelas, aku tersenyum mengingat tingkah nya yang aneh, dengan berjalan ke kamar mandi aku juga senyum senyum ndak jelas. mulai ku guyur badan ku baru ku gosok pakai sabun, baru ku guyur kembali selesai, aku keluar dari kamar mandi,hari ini aku hanya memakai celana pendek atasan nya juga pendek. ku buka pintu kamar perut ku begitu lapar, tapi mendengar ucapan nya jadi hilang rasa lapar ku,salah ku juga seh kenapa aku menyebut nama nya di waktu yang ndak tepat, aku jadi penasaran seperti apakah menu makanan di restoran tadi, pasti enak dan mahal.


"eh non iga? sapa bi munah"non iga mau makan apa, biar bibi buatin? kata nya


"aku kok kepengen makan rujak ulek ya bi?


" dimana nyari rujak ulek nya non?


"ya ndak tau bi?jawab ku dengan berjalan ke arah kulkas dan mengambil air dingin. ku tuangkan ke gelas setelah itu aku minum, bi munah masih menatap ku sambil berpikir.


" non pesan saja pakai gojek?


"memang bisa ya bi?


" ya bisa to non?


"selama di jakarta aku ndak pernah naik ojol atau pun pesan pakai ojol, ide yang bagus? Terima kasih bi? kata ku sambil berjalan ke arah kamar untuk mengambil handphone, dan brak... aku tabrakan dengan manusia astral,


"aduh? kata ku dengan mengusap kening ku yang kena siku nya


" kalau jalan lihat lihat? kata nya dengan mengambil handphone yang terjatuh di lantai.


"kamu yang ndak lihat mas, maka nya kalau jalan itu mata nya jangan meleng?


" mata siapa yang meleng?


"mata kamu mas?


" mata ku gak meleng, lihat lihat? kata nya dengan menunjuk mata nya


"meleng ke HP? jawab ku dengan masuk ke dalam kamar, aku keluar dengan membawa HP, sebenar nya bisa saja aku minta tolong pada supir, tapi aku takut mas irwan akan berkata pada ku, apa hak kamu nyuruh nyuruh supir ku, ndak,,, aku keluar dari gerbang pintu dan memesan ojol ternyata ndak butuh waktu yang lama sudah datang


" mbak yang mesan ya?


"iya mas?


" mau pesan apa mbak?


"saya mau pesan rujak ulek mas?


" dimana mbak?


"terserah mas nya saja, yang penting pedas mas? jawab ku, setelah itu aku pergi masuk ke dalam rumah,


" bi!! panggil mas irwan


"iya den?

__ADS_1


" iga mau kemana kok kelihatan nya buru buru banget bi?


"oh... lagi kepingin makan rujak ulek den?


" rujak ulek?ulang nya


"iya rujak ulek den?


"memang ada bi rujak ulek?


" ya ada to den, memangnya aden ndak pernah makan?


"jangan kan makan nya bi, denger nya juga barusan?jawab nya" iga yang pergi bi?


"pergi kemana den?


" beli rujak nya bi?


"oohhh,,,, ndak den?


" jadi siapa yang beli bi?


"ojol den? mendengar kata ojol terkejut


" kenapa mesti pesan sama ojol bi?


"ya ndak tau den?


"bibi ndak tau den,?


aku berjalan ke dapur tanpa memandang nya dan aku duduk di meja makan,


" sudah jadi di pesan non?


"sudah bi?


" kamu gak menganggap aku suami kamu? kata nya, aku memandang nya


"maksud kamu apa mas? tanya ku


" jawab aja?


"apa yang harus aku jawab? kalau bicara itu yang jelas biar aku ndak salah paham?


" kamu benar benar gak paham apa yang aku katakan?


"paham?

__ADS_1


" terus kenapa gak kamu jawab?


"apa yang harus aku jawab?


" ya jawab aja apa yang mau kamu jawab?


"takut salah mas? jawab ku, dia menatap ku dengan tatapan tajam


" kenapa harus takut salah?


"karena aku selalu salah di depan mu mas? jawab ku sambil pergi dari dapur, karena aku mendengar bel berbunyi, benar pesanan ku datang,aku sudah ndak sabar rasa nya untuk menikmati rujak eluk nya, ku bawa ke dapur dan ku tuangkan di piring, aroma nya sudah sungguh menggoda, ku makan upppzzz seger sekali rasa nya.


"bi munah mau?


" ndak non, non iga saja yang makan? jawab bi munah sambil pergi ke belakang


"kamu gak nawarin aku? tanya suamiku si manusia astral


" memang nya kamu mau mas? tanya ku ternyata dia mendekati ku dan duduk di sebelah ku dengan memasukan rujak ulek ke dalam mulut nya


"emmm... ternyata enak juga ya? kata nya dengan kepedasan" ini terlalu pedas, memang nya gak papa buat biji kecambah ku? kata nya, dengan mengusap perut ku, dan memandang nya,


"memang nya ndak boleh ya? perempuan hamil ndak boleh makan pedas?tanya ku" bi,, bi munah?


"iya non?


" mau nanya ni bi, memang nya kalau perempuan hamil gak boleh ya makan pedas? tanya nya


"ndak ada masalah den, yang penting jangan yang banyak soda nya den?


" boleh,, makan lah? kata nya, bi munah pergi kembali, aku mulai memakan nya sampai sampai mata ku merah menahan pedas"jangan terlalu dipaksa nanti perut kamu gak tahan?


aku ndak menjawab hanya mengusap wajah ku dengan tisu yang tersedia di meja. ku lanjutkan makan rujak ulek nya kembali, walau pun pedas tapi rasa nya sungguh nikmat, mas irwan memandangku dengan tatapan iba, kenapa dia melihat ku seperti itu


"maafkan aku ga? mendengar ucapan nya aku tersedak, dengan spontan dia mengambilkan ku segelas air" kamu kenapa?


aku ndak menjawab hanya menatap nya, betapa terkejutnya aku, ternyata manusia astral bisa minta maaf juga,


"untuk apa kamu minta maaf mas? tanya ku dengan berdiri dari hadapan nya untuk meletakkan piring kotor di tempat cucian dengan di ikuti oleh nya, untuk beberapa saat kami saling pandang


"aku sampai sekarang belum bisa menjadi suami yang baik buat kamu seperti yang kamu harap kan ga?


" aku ndak pernah meminta mas?


"kenapa kamu bilang begitu?


" karena aku tau mas ndak akan pernah bisa? jawab ku dengan menghadap ke arah nya

__ADS_1


"begitu yakin kah kamu?


" aku sudah pernah bilang sama kamu mas, aku hanya butuh bukti mas? kata ku dengan pergi dari hadapan nya dan masuk kedalam kamar, sebenar nya mau kamu itu apa mas,hati ku sedang bingung dengan sikap mu, dengan tingkah mu, bahkan setiap aku berbicara dengan kamu aku ndak bisa menebak sikap asli mu itu seperti apa


__ADS_2