
"Kita bergerak dan bersuara tapi tidak pernah lupa untuk memberi"
🍃
Ikhsan, Fano dan Marwa menikmati malam pertama Ikhsan di Jerman. Mereka menuju sebuah pantai buatan di Hamburg yang bernama Elbstrand.
"Kak Ikhsan mau kemana?," tanya Marwa. "Mau ke Elbstrand atau ke tempat makan aja?," sambungnya.
"Jujur aja ya dek, Kakak ingin tidur sebenarnya. Tapi karena ini permintaan adik tercinta satu-satunya makanya kakak mau. Kalau hanya sama Fano, lebih baik kakak di rumah," kata ikhsan menggoda adiknya dan abangnya.
"Lu udah lama gk di SmackDown ya?," Balas Fano sambil mengerutkan keningnya.
"Hahahah, kau lupa, umur kita hanya beda 4 jam. Dan aku sudah berlatih kungfu selama di Cina," ikhsan membalas dengan mengangkat bahunya sambil tertawa.
"Keren, lu jadi ya latihan Whing-Chun? Kenapa lu gk pernah cerita selama kita kirim-mengirim surat?," Fano kesal.
"Hahah.. Yaudah. Ayok jalan," kata ikhsan menghentikan perdebatan.
"Jadi kemana kak?," marwa kembali bertanya.
"Ke Elbstrand aja," sahut Ikhsan lalu menggunakan Headset nya.
"Go"
__ADS_1
*di tengah Marwa, kiri Ikhsan dan kanan Fano.
🍃
Setelah sampai di Elbstrand, Ikhsan mengajak Marwa dan Fano untuk menaiki sebuah kapal dan berlayar di tepi-tepi pantai. Mereka bertiga di suguhkan keindahan kota Hamburg pada malam hari. Ikhsan begitu terpesona dengan Hamburg, ada sedikit rasa sesal karena ia tidak menghabiskan masa SMA di sini. Tapi ia segera menepis itu karena ia mengingat wajah sahabatnya Tin dan Kungfunya.
"Ikhsan," kata Fano yang membuyarkan lamunan Ikhsan.
"Hmm" ikhsan hanya mendehem.
"Kakak baik-baik aja kan?," tanya Marwa.
"Iya, kakak baik-baik aja," Ikhsan begitu menyayangi adiknya. Karena hal itu Marwa lebih akrab dengan Ikhsan ketimbang Fano.
"Yeee.. Kan selama ini aku juga perhatian ma kak Fano," kata marwa sambil memeluk kedua kakaknya.
Selang beberapa waktu, Ikhsan di sapa oleh seorang perempuan yang tingginya hampir sama dengannya, berkulit putih dan cantik.
"Hy, boleh kenalan?," perempuan itu menjulurkan tangannya ke Ikhsan. Yang segera di balas olehnya.
"Aku Fany," kata perempuan itu dengan tersenyum.
"Aku Ikhsan, ini abang ku, Fano," fany juga menyalami Fano. "Dan ini adikku Marwa," lanjut Ikhsan.
"Aku serasa liat foto kalian di fakultas UHH(Universitas Hambrug), apa benar?," tanya fany ke Fano dan Ikhsan.
__ADS_1
"Ya, sepertinya itu kami. Karena kami akan mulai kuliah di sana seminggu lagi di jurusan Fisika," kata Fano.
"Ya" tambah Ikhsan.
"Wow, kita satu jurusan ya. Okay, boleh minta nama ig nya?," tanya fany. Fany sebenarnya hanya tertarik pada Ikhsan, tapi ia ingin menghargai Fano sebagai abangnya Ikhsan.
"Ig ku Ikhsan Al-Zair dan ig Abang ku Irfano Al-Zair," kata Ikhsan.
"Ok, follback ya, Fany Alexa. Babay" Fany pun berlalu pergi.
"Ah, kecentilan kali tuh orang," Kata Marwa sambil melipatkan tangan di dadanya yang di sambut tawa dari kedua kakaknya.
🍃
____________________________________
Gimana? Masih jelek yah? Hahahah
Bagian ini gk hanya fokus tentang eratnya hubungan kakak beradek di keluarga Al-Zair.
Tunggu yang selanjutnya.
Semoga dengan di dukung cerita ini lebih seru ya.
Ini berlatar di jerman, ha haha soalnya Author ingin ke Jerman. Hahaha baca terus ya Guys. Jangan Lupa
__ADS_1