
Seperti biasa aku pulang dari kantor naik angkot, sesampai nya di rumah mobil mas irwan sudah terparkir, ternyata hari ini dia pulang lebih awal aku pikir dia akan jalan dengan pacar nya, ternyata aku salah, satu persatu ku naiki anak tangga. ku buka pintu, dia sudah duduk manis di ruang TV di temani dengan handphone nya,aku begitu lelah dan ingin membaringkan tubuh ku,
"seperti itu kah perilaku mereka pada mu? kata nya dengan nada begitu dingin, aku menghentikan langkah ku dan melihat ke arah nya,
" siapa yang kamu maksud mas? tanya ku
"siapa lagi kalau bukan teman teman sekantor mu itu?
" mereka itu karyawan kamu mas?
"seperti itu cara bicara mereka pada mu? kata nya sambil berdiri mendekati ku
"memang nya ada yang salah dengan cara bicara mereka mas? tanya ku
"kamu gak marah?
" untuk apa mas?
"untuk apa kamu bilang? secara gak langsung mereka mengejek ku?
" karena mereka ndak tau mas?
"kenapa kamu justru membela mereka? ku tarik nafas ku dalam dalam
__ADS_1
" aku ndak membela mas?
"jadi apa itu nama nya?ku pijit pijit kening ku karena terasa pusing
" mas,,,,itu biasa mas, jadi apa nya yang aneh? tanya ku dengan berusaha menahan amarah ku,
"kamu anggap itu biasa? mereka mengatakan kalau suami kamu itu pandai buat tato?
" mas......,? panggil ku
"mereka gak tau siapa suami kamu sebenar nya?
" mas,,,,,? panggil ku"kalau mereka tau siapa suami ku yang sebenar nya mungkin mereka ndak akan berani mengatakan apa pun mas apa lagi menyangkut tentang diri kamu mas? kata ku dengan mengusap keringat di dahi ku"tapi pertanyaan nya mereka tau ndak kalau kamu itu suami aku mas, ndak kan mas, ndak kan? kata ku mulai menangis, bi munah memandang kami berdua sebelum dia pergi ke dapur"aku lelah mas, aku capek, pulang kerja sudah kamu sambut dengan pertanyaan yang jawaban nya ada sama kamu sendiri?
"kamu pernah berpikir mas? tanya ku dengannya menunjuk kepala ku" kamu pernah tau gimana ibu bapak dan ketiga adik ku di kampung mas?
"ya itu urusan kamu?
" memang semua itu urusan ku mas? jawab ku dengan air mata ndak bisa aku bendung lagi"tapi ini? aku menunjuk perut ku"ini yang menjadi kan aku istri kamu mas?
"maksud kamu apa, kenapa kamu menyalah kan nya? tanya nya dengan melihat ke arah perut ku
" kalau ini ndak ada"kata ku dengan memegang perut ku"aku ndak akan pernah mau tinggal serumah dengan lelaki yang egois seperti kamu mas, semua kamu permasalah kan?mas irwan langsung mencekal tangan ku begitu kuat
__ADS_1
"awhh sakit, lepas kan?
"berani sekali kamu bicara seperti itu? kata nya yang melihat ku kesakitan dan menangis" kalau kamu gak sedang hamil biji kecambah ku sudah ku cekik kamu? kata nya dengan memegang leher ku dan melepas kan pegangan nya
"kamu ingin melihat aku mati, bunuh saja aku mas, aku lelah memiliki suami yang sifat nya arogan seperti kamu mas,cemburu ndak jelas? kata ku dengan memukuli perut ku sendiri
"jangan? kata mas irwan dengan menahan kedua tangan ku agar ndak memukuli perut ku" apa yang kamu lakukan?
"aku sudah pernah mengatakan sama kamu mas, lebih baik bayi ini aku gugurkan sehingga kita bisa berpisah? kata ku, dia terdiam menatap ku" kenapa kamu diam? tanya ku dengan memukul dada nya"kamu takut, kenapa mesti takut? bukan kah selama ini kamu itu kuat, berani dan ndak pernah takut kehilangan apa pun? dia tetap diam dengan melihat ku menangis"sudah mas aku sudah lelah? kata ku dengannya berjalan menuju ke kamar ku
"tunggu ga? panggil nya dengan mengikuti ku dari belakang, aku duduk di pinggir ranjang menutup wajah ku dengan kedua tangan ku sambil terisak isak" maaf kan aku ga? kata nya berdiri di hadapan ku dengan memegang kedua tangan ku yang menutupi wajah"aku harus bagaimana ga? apa yang harus aku lakukan? tanya nya, aku tetap menangis"jawab dong ga, kenapa kamu diam? tanya nya lagi, aku berdiri dan berjalan ke kamar mandi sebelum nya aku mengambil baju di lemari, dia mengikuti ku terus bahkan dia juga mau masuk ke kamar mandi, tapi pintu aku tutup dengan cepat, hilang semua mood ku, ku basuh muka ku dengan sabun baru aku mengganti pakaian ku, begitu pintu ku buka, ternyata mas irwan masih berdiri di depan pintu kamar mandi, ku baringkan badan ku di ranjang, dan ku tarik selimut dan berusaha memejamkan mata ku yang sakit, pintu kamar di ketuk,
"masuk? kata mas irwan, seperti biasa bi munah membawakan ku segelas susu dan vitamin, dan ndak lupa segelas air putih
" ini non susu dan vitamin nya? kata bi munah, aku ndak menjawab,
"saya permisi den? mas irwan hanya mengangguk kan kepala
"ga? panggil nya dengan menyentuh tangan ku" minum dulu susu dan vitamin nya ga? aku ndak merespon"ga? panggil nya lagi"kamu boleh marah sama aku, tapi jangan kamu hukum bayi yang gak berdosa ini ga? kata nya dengan memasukkan tangan nya di dalam selimut yang ku pakai untuk mengusap perut ku"ga? panggil nya lagi
"aku ndak perduli? jawab ku
" jangan gitu dong ga, nanti kalau dia haus terus kelaparan gimana? kata nya, memang ada ya bayi dalam perut haus dan kelaparan, aku baru tau"ga? panggil nya lagi dengan mengusap pipi ku, ternyata dia begitu perduli dengan calon anak nya, lalu kenapa dia selalu marah marah ndak jelas"kamu belum ada makan apa apa kan ga? tanya nya, aku menjadi iba. naluri keibuan ku terketuk dengan kesabaran nya. ku buka mata ku, dia langsung mendudukkan kan ku, di ambil nya segelas air putih dan vitamin, langsung ku minum, begitu juga dengan susu nya, mata ku terasa pedih, karena aku yakin mata ku sembab. setelah itu ku baringkan kembali badan ku, mas irwan ikut juga membaringkan badan nya, di usap usap nya perut ku, di ciumi nya leher ku, karena memang posisi ku membelakangi nya,
__ADS_1
"baik baik di perut mama ya sayang, jangan nakal? kata nya berbisik di telinga ku dengan tangan nya mengusap usap perut ku