
kami asik tertawa bersama
"kamu ingat gak ga?tanya monik
"ketika sandi mengejar kamu naik sepedanya karena dia ingin mengantar kamu pulang" geerrr,,, kami tertawa lagi"ingat dong monik"jawab nurmala"iga dulu berharap ada pangeran yang datang pada nya dengan naik kuda putih tapi justru yang datang naik sepeda ontel"kami tertawa terbahak bahak"cinta monyet"lagi lagi kami tertawa terbahak bahak sampai sampai perut ku yang buncit goyang goyang dan seketika tertawa ku berhenti ketika mbak tika memegang tangan ku
"ga"panggil mbak tika
"ya mbak"
"sebentar ya monik dan nurmala" kata mbak tika dengan menggandeng tangan ku"kamu masih marah sama aku ga? tanya nya
"sedikit" jawab ku dengan jujur
"aku minta maaf ga"
"kenapa baru sekarang mbak tika minta maaf sama aku? aku heran kenapa sekarang aku jadi berani.dia hanya diam dengan menatap ku" tapi ya sudahlah semuanya sudah terjadi dan kejadian itu sudah cukup lama dan sekarang aku juga datang di acara nikahan mbak tika"kata ku dengan tersenyum dan meninggalkan nya, aku melihat monik dan nurmala sedang melipati tissue, mungkin kalau di kota besar tissue ndak perlu di lipat tapi hanya tinggal beli di mini market, tapi di kampung ku ndak, aku mendekati mereka yang sedang duduk di lantai aku pun ikut duduk
"kamu jangan duduk di lantai ga"
"kenapa?
" ntar kamu masuk angin "
"sudah jangan berlebihan" jawab ku dengan mengusap perut ku, mereka memandangi ku dengan tersenyum, ndak berapa lama ada yang datang memberikan minuman dan cemilan inilah tradisi di kampung kami
"kamu doyan teh manis ga?
"sudah jangan ngeledek aku terus nik"
"maaf,,, barangkali kamu sudah lupa rasa nya teh"
"kalau kamu ngledek terus aku pulang ya? mereka tertawa melihat ku, suasana semakin ramai karena besok adalah hari H nya,
" mbak tika ndak minum?
"lagi puasa" di adat Jawa kami kalau mau nikah kebanyakan perempuan nya puasa, niat puasa nya meminta agar semuanya berjalan lancar tanpa ada halangan apapunapapun, kami manggut manggut.
"kamu waktu nikah puasa ndak ga?
" ndak nik"
"kenapa?
"cuma ijab kabul saja" mereka menatap ku
"dinikmati makanan nya" kata mbak tika
"ini juga mau di nikmati ka"ndak berapa lama ada dua mobil memasuki areal tenda rumah mbak tika mobil pick up dan avanza ternyata mempelai laki laki nya datang dengan rombongan, aku bangkit dan mengikuti mereka yang ingin melihat mempelai laki laki nya, dan aku terkejut ternyata calon mbak tika adalah office boy di perusahaan mami,kenapa ramadhani ndak ngundang aku, dan dia begitu terkejut melihat aku, dia mendekati ku yang berdiri dengan nurmala dan monik
"maaf Bu" mereka terkejut melihat calon mempelai laki laki nya memanggil ku dengan sebutan bu
__ADS_1
"kenapa kamu ndak ngundang saya ramadhani? tanya ku
" kamu kenal dengan calon nya tika ga?
"iya mbak, bu iga adalah atasan saya di kantor" mereka menatap ku
"semua kamu undang?
" iya bu"
"saya?
" undangan ibu sudah saya kasih sama mbak ica bu, tapi kata ica ibu lagi keluar kota"
"iya karena calon istri kamu itu sepupu saya" terkejut ramadhani mendengar kata ku"masuklah"
"kalau begitu saya permisi ya? pamit ku
" iya bu iya"jawab nya, monik dan nurmala mengikuti ku
"jadi calon suami nya tika itu bekerja di perusahaan mertua mu ga? aku hanya diam ndak merespon"baru tika tau kalau suami nya bekerja di perusahaan kamu"
"memang nya kenapa nik?
"kamu ndak ingat kalau dia itu pernah nyakitin kamu?
" aku sudah melupakan nya Nur"monik dan nurmala menatap ku, mereka tersenyum
"kalian sahabat ku yang paling baik" kata ku dengan mengusap perut ku
"bi" panggil mas irwan
"iya den"
"bi surti benar benar gak tau iga pergi kemana?
" ndak tau den"jawab bi surti"telpon saja den"
"sudah saya coba berkali kali tapi gak di angkat bi"
"kalau itu saya gak tau den" jawab bi surti dengan pergi ke dapur
"kenapa gak kamu angkat ga, sebenar nya kamu kemana seh? kata nya, kelihatan sekali kalau dia sedang bingung"mami,,, pasti iga minta izin sama mami"
"halo mi"
"ada apa lagi kamu nelpon?
" mami kok ngomong nya begitu"
"lalu? tanya mami
__ADS_1
" apa iga ada izin sama mami dia pergi kemana?
"pergi? tanya mami pura pura ndak tau
" mami benar gak tau?
"gak semua tentang iga mami tau wan"
"biasa nya mami paling tau segala nya"
" itu dulu, tapi mami sekarang gak akan mengurusi semua tentang iga"
"mami kenapa?
" mami malu atas perbuatan mu wan"kata mami dengan mematikan HP nya.
Mas irwan kelihatan kalau sedang resah karena jalan kesana kemari
"yang" panggil mbak Winda dengan memeluk nya dari belakang dan mas irwan berusaha melepas kan pelukan nyan
"kamu ngapain kemari?
"kamu kok gitu ngomong nya?
" kamu tau dari mana alamat rumah ini? tanya mas irwan
"semua tentang kamu aku tau" jawab nya, mas irwan menatap nya dengan tatapan penuh kebencian
"aku udah bilang sama kamu kan kalau aku gak mau ketemu kamu lagi win"
"kenapa?
" aku sedang berusaha memperbaiki hubungan ku dengan iga istri ku win"
"aku gak akan rela melepaskan mu wan karena aku sangat mencintai kamu"
"tapi kamu salah win"
"salah gimana, bukan kah aku mengenalmu terlebih dahulu di banding dia"
"tapi aku mencintai nya win"
"aku gak yakin wan" jawab nya"selama ini kamu gak pernah mengantar dia kemana pun pada hal kamu tau kalau dia sedang mengandung anak mu"
"itulah kesalahan paling besar yang pernah aku lakukan dan aku ingin memperbaiki nya win"
"aku gak akan membiarkan mu bahagia dengan dia" kata mbak winda
"kamu jangan gila win, kalau sampai sesuatu terjadi pada istri dan calon anak ku, kamu gak akan aku biarkan selamat" kata mas irwan dengan menatap penuh kebencian"ingat itu"dengan menunjuk bahu nya dan pergi meninggalkan nya.
"kamu belum kenal aku sepenuh nya wan, dan kamu juga gak tau kalau aku bisa berbuat nekat"kata nya geram" kamu menghianati cinta ku dan kepercayaan ku wan"kata nya dengan berlalu pergi dari rumah mas irwan.
__ADS_1
sementara mas irwan memikirkan kata kata mbak winda, aku menyesal telah menjalin hubungan sama kamu win dan aku juga sangat menyesal sangat mencintai mu win,dan sekarang aku gak akan menyesal berpisah dengan mu, batin nya.