Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Ke Rumah Jono


__ADS_3

Mas irwan menatap ku,


"bukan seperti itu?


" sudah lah mas? kata ku berjalan menuju dispenser sambil melepas kancing rok ku karena sempit,


"kenapa rok gak muat kamu pakai? tanya nya, aku ndak menjawab, karena percuma pada akhirnya kami akan cekcok lagi" kenapa kamu diam? tanya nya dengan melihat ku yang lagi minum"kamu dengar gak nya? tanya nya


"dengar mas?


" lalu kenapa diam?


"jadi apa yang harus aku jawab?


" kamu bisa jawab apa saja?


"sudah mas, tenaga ku sudah ndak ada buat adu mulut sama kamu mas? kata ku dengan mengusap usap perut ku,


" aku gak ngajak kamu adu mulut?


"tapi pada akhirnya kita akan adu mulut mas!! jawab ku sedikit meninggikan nada suara ku


" kamu kenapa?


"aku lelah mas, lelah? jawab ku berjalan dengan memegang bawah perut ku, kalau seperti ini aku akan merasakan keram, lebih baik aku duduk dan menarik nafas ku pelan pelan, sehingga aku akan merasa relax.dia mengikuti ku dari belakang,


" kamu kenapa? tanya nya dengan pandangan penuh khawatir


"aku mohon mas, jangan membuat ku merasa tegang dengan hal seperti ini mas? Jawab ku pelan, ku sandar kan kepala ku di kursi Kekaisaran dengan memegang bawah perut ku, dia mendekati ku, karena semua orang sedang istirahat makan siang, terkecuali uneng,


" neng!!! panggilnya


"iya Pak? jawab nya dengan mendekati kami


" tolong belikan makanan buat iga? uneng merasa heran kenapa bos nya yang sombong dan angkuh bisa bisa baik kepada karyawan nya


"mau pesan makanan apa pak?


"kamu mau makan apa ga?


"aku lagi ndak selera mas? ha mbak iga manggil pak irwan dengan sebutan mas, ada hubungan apa mereka


" kamu harus makan, aku gak mau biji kecambah ku kelaparan di dalam sini ya? kata mas irwan dengan mengusap perut ku.


"ini uang nya, buruan ya? kata mas irwan


" iya Pak? uneng langsung pergi dengan penuh tanda tanya,


"uneng akan curiga melihat kedekatan kita mas?


" itu akan menjadi urusan ku, kamu tenang aja? di tarik nya kursi intan sehingga kami saling berhadapan, di usap usap nya perut ku"eh gerak ga? kata nya dengan senyum senyum"ini papa ya nak, kalau gerak gini terasa sakit?tanya nya dengan melihat perut ku


"ndak? uneng datang dengan membawa pesanan mas irwan.

__ADS_1


"ini pak? mas irwan mengambilnya


"neng, tolong ambil kan piring dan air minum ya? kamu harus makan? uneng berdiri setelah menyerah kan piring dan segelas air minum, di buka nya dan diletak kan di piring" makan ya?


"neng kemari sebentar? panggil mas irwan" dengar ya neng, jangan sampai hal ini di ketahui oleh semua karyawan termasuk Winda?


"maksud nya apa pak? tanya uneng bingung


" kamu dengar kan aja apa kata saya? kata nya "karena iga adalah istri saya?


" istri!!! kata uneng terkejut dengan menutup mulut nya


"iya istri saya, di sini gak ada yang tau kalau iga itu istri saya, jadi kalau ada yang tau itu berarti dari kamu, ngerti kamu kan?


" iya pak?


"oya satu lagi, kamu panggil iga tetap mbak jangan berubah, karena itu akan membuat semua orang curiga?


" baik pak?


"pergi lah? kata nya, uneng pergi dengan melihat ke arah ku yang masih duduk bersandar


"kenapa gak kamu makan? tanya nya yang duduk kembali di dekat ku


" iya sebentar lagi? jawab ku dengan masih memegang perut ku, karena rasa nya tegang sekali, pada hal masih empat bulan.


"kenapa? tanya nya


"dimana? tanya nya dengan memegang perut ku


" disini? dengan mengarahkan tangan nya ke perut ku yang terasa tegang


"ini? tanya nya, aku mengangguk kan kepala.jam istirahat selesai kami mendengar suara tertawa dan candaan, mereka sedang menuju ke kantor, mas irwan buru buru menuju keruangan nya, aku mengambil piring yang berisi nasi dan ayam sambal hijau menuju ke dapur, aku melihat uneng sedang makan,


" neng? panggil ku


"ya mbak? jawab nya yang langsung berdiri


" sudah kamu makan saja, ndak usah merasa canggung? kata ku"saya cuma mau nawarin ini? dengan menyerahkan sepiring nasi


"saya udah bawa bekel mbak? jawab nya


" apa lauk nya?


"sambal kentang mbak? jawab nya dengan menunjuk kan tempat bekel nya" mbak iga mau?


"ndak, kamu makan saja? kata ku dengan meletakkan piring di dekat bekel nya


" mbak iga gak makan?


"ndak? Jawab ku dengan pergi meninggalkan nya.


Jam sudah menunjukkan angka 03.30 waktu nya berangkat ke rumah jono, mbak Winda datang dengan membawa putri nya yang berusia tujuh tahun

__ADS_1


" apa kabar om? tanya nya kepada mas irwan, aku mendengar nya karena kami sedang berdiri dan siap berangkat, intan di sebelah ku dan memegang tangan ku


"baik, kamu apa kabar?


" baik om, kenapa om irwan sekarang gak pernah main ke rumah vio lagi? pertanyaan yang sangat polos, intan langsung menarik ku masuk ke dalam lift. karena aku tau dia ndak ingin aku mendengar pembicaraan mereka yang akan membuat aku sakit hati dan cemburu


"om irwan sibuk terus sayang? Jawab mbak Winda, mas irwan menatap nya, gadis kecil yang pintar.


" yok keburu sore? ajak mbak Winda.


semua sudah menuju mobil, aku harus ikut sama siapa, intan masih tetap memegang tangan ku,


"intan dan iga ikut saya aja? anak mas irwan


" ndak pak, saya dan iga ikut bang teguh saja? Jawab nya, kami menuju mobil bang teguh, mobil langsung melaju meninggalkan mereka,


"bang singgah di toko sebentar ya, mau belikan kado buat anak nya jono?


"boleh? jawab nya dengan melihat ku dari kaca spion, intan duduk di depan bersama nya,


" mau beli kado apa ga?


"apa ya tan?


" ya kamu mau ngasih kado apa?


"kayak nya cincin saja tan?


" boleh?


bang teguh memparkirkan mobil nya tepat di depan sebuah toko mas. aku dan intan turun memilih mana yang cocok, sampai beberapa toko yang kami datangi, dan kami menemukan yang kami cari,


"di bungkus ya ko? akhirnya selesai, kami menuju mobil bang teguh


" lama ya bang nunggu nya? tanya ku


"lumayan? kami masuk ke dalam mobil kembali


Semua sudah menunggu kami di depan rumah jono,


" lama kali, kemana kalian? tanya kang lihin


"nyari sesuatu? jawab intan


"nemu? tanya nya


"kalau ndak ketemu kami ndak akan kemari?


" memang penting ya tan?


"kalau ndak penting ngapain di cari? Jawab nya


"mari masuk pak, mbak dan mas mas? kata jono, semua masuk, tinggal aku dan intan yang paling belakang.

__ADS_1


__ADS_2