
Pagi ini aku sedikit pusing, penyebab nya ada dua karena kena air hujan atau karena pertengkaran ku dengannya, ntah lah aku ndak tau, ku pijit pijit kening dan tengkuk ku dengan posisi duduk di atas ranjang, aku hari ini benar benar malas bertemu dengan manusia astral, lebih baik kalau aku menghindari nya, dengan langkah pelan aku menemui bi munah
"bi? panggil ku pelan
" ada apa non? jawab bi munah dengan pelan
"kalau mas irwan mencari ku, bilang saja aku sudah pergi ke kantor ya bi?
" tapi non?
"jawab saja seperti itu bi? kata ku" dan aku ke kamar bi munah ya, biar dia ndak curiga?
"iya non, tapi berantakan non?
" ndak papa bi? aku menuju kamar bi munah, ku baring kan tubuh ku di kasur nya, aku akan pergi dari rumah ini setelah dia berangkat ke kantor, aku ndak mau dia memohon agar aku bertahan dengan semua ini demi mami nya, ndak,,, ndak untuk mulai sekarang, aku sudah cukup baik menjadi istri nya,
"bi! panggil nya
" iya den?
"iga mana bi?
" sudah berangkat den?
" bibi melihat nya ketika dia berangkat? tanya nya
"iya saya melihat non iga berangkat den? dia menatap bi munah begitu tajam, seakan sedang mencari sesuatu,
" baiklah? kata nya dengan menuju kamar ku, di buka pintu nya dan dia menemukan HP ku yang tergeletak,
"aku yakin pasti kamu gak ke kantor, kalau ke kantor pasti HP kamu bawa, kemana sebenar nya kamu ga? di buka nya lemari" semenjak aku menikah dengan kamu aku gak pernah melihat isi lemari mu, suami macam apa aku?
baju yang hanya beberapa stel, selama ini aku gak bisa melihat kebaikan wanita yang aku nikahi.tidak pernah menuntut ku,
di buka nya hp ku, di baca nya satu persatu pesan yang masuk pesan kemaren adik lelaki nya minta uang untuk membayar buku, di buka nya lagi pesan yang terkirim
"tiga hari lagi ya, mbak pasti akan kirim? pasti beban yang di tanggung iga besar,di tambah lagi kami yang selalu cekcok karena alasan yang gak masuk akal? kata nya pelan, dia keluar dari kamar ku,
" bi!! panggil nya
"iya den?
" saya yakin kalau iga gak ke kantor bi?
"jadi kemana den?
" kalau memang dia ke kantor gak mungkin hp nya di tinggal bi? kata nya dengan menunjukan hp ku."kalau begitu saya berangkat bi? oya bi kalau bibi melihat iga tolong telpon saya ya bi? kata nya dengan tatapan sendu
"baik, baik den?
__ADS_1
Mas irwan berangkat ke kantor dengan wajah yang lusuh, semua karyawan menatap nya dengan heran, ada apa dengan bos mereka, seperti orang yang sedang patah hati, lebih tepat nya sedang galau.
" kamu kenapa yang? tanya Winda
"tolong biarkan aku sendiri?
" kamu kenapa?
"kamu dengar gak apa yang barusan aku katakan!! bentak nya
" tapi?
"udah udah,,,!!!kata nya dengan meninggalkan mbak Winda
" kamu kenapa seh? tanya nya, tapi mas irwan ndak memperdulikan nya, dia langsung pergi,
"kamu lihat iga? tanya nya pada intan dengan berbisik
" ndak lihat pak, kayak nya ndak masuk pak? jawab intan
"kemana pergi nya ya?
" siapa pak? pertanyaan yang ndak ndi jawab dia langsung pergi.
"bi!! panggil ku
"tolong bi bawakan koper ku? kata ku
" non iga mau kemana?
"aku mau pulang ke Jogja saja bi?
" jangan non, kalau nanti non iga ada apa gimana?
"jangan khawatir bi? kata ku" semua nya akan baik baik saja, lagian kalau aku masih disini semua nya ndak akan pernah baik bi? kata pelan, dengan keluar dari kamar, bi munah menarik koper ku
"kalau nyonya nelpon gimana non?
" bilang saja kalau aku lagi liburan ke Jogja di rumah orang tua ku bi?
"kalau den irwan atau nyonya menyusul gimana non?
" ndak usah bibi fikirkan, itu akan menjadi urusan ku? aku melihat kesedihan di wajah nya"bi munah ndak perlu sedih? kata ku dengan berjalan menuju pintu utama, pintu ku buka dan, ternyata manusia astral itu sudah berdiri di depan pintu membuat kami hampir tabrakan, dengan cepat ku ambil koper ku di tangan bi munah, tetapi tangan ku di tarik dengan mas irwan
"kamu mau kemana? tanya nya, aku diam ndak menjawab" kamu mau kemana? tanya nya lembut, aku ndak tersentuh sedikit pun dengan kata kata nya yang lembut, ku tarik nafas ku
"aku mau pulang ke Jogja?
" siapa yang memberi mu izin?
__ADS_1
"izin? tanya ku" kamu lupa mas, malam tadi kamu sudah mengatakan apa saja pada ku?
"aku mengatakan apa?
" jangan pura pura lupa mas, karena aku ndak akan pernah melupakan sedikit pun kata kata yang kamu ucapkan?
"terserah, yang pasti kamu gak boleh meninggalkan rumah ini? kata nya dengan memegang pergelangan tangan ku
"sudah aku katakan mas, untuk apa aku bertahan di rumah ini? kata ku dengan berusaha melepaskan pegangan tangan nya" ini ndak baik buat pertumbuhan bayi ku? kata ku
"ah!!! kata nya dengan melepaskan pegangan tangan ku dan pergi masuk ke dalam rumah, aku berjalan menuruni anak tangga, pak diman menatapku, gerbang pintu terbuka aku keluar dan langsung menyetop angkot
" ini akan lebih baik mas?
"pak diman? panggil mas irwan
" ya pak?
"pak diman melihat iga?
" sudah pergi pak dengan naik angkot?
"kenapa pak diman biarkan?
" maaf pak? dia melihat hp ku yang masih berada di tangan nya, dengan cepat dia masuk ke dalam mobil dan mengejar ku, tapi aku yakin dia ndak akan bisa menemukan ku, karena hp sama dia. mas irwan memukul stir nya karena kesal, hp ku berdering dan
"kenapa mami nelpon ke hp iga? apa yang harus aku katakan, apakah aku harus mengatakan semua nya
" halo mi?
"halo, loh hp iga kenapa bisa sama kamu wan?tanya mami nya
" anu mi?
"anu apa?
" kalau bicara yang jelas, mami cuma mau bilang, baju buat iga udah mami kirim, sampai kan sama istri kamu ya?
"tunggu mi?
" ada apa? kalau bicara yang jelas?
"iga pergi mi?
" ha,, apa pergi? kemana? kenapa? pertanyaan mami nya membuat dia bingung"irwan,, istri kamu itu sedang hamil kamu gak takut?
"mi dengar dulu?
" apa yang harus mami dengar kan wan? tanya mami nya yang mulai terdengar menangis"sebenar nya apa yang terjadi kok sampai dia pergi?
__ADS_1