
Pagi ini sebelum berangkat ke kantor aku ngantar kan mami ke bandara karena hari ini mami mau pulang ke Malang dan di dalam mobil HP mami berdering sebelum mengangkat mami memandang ke arah ku
"halo?
" halo mi?
"ada apa ir? menyebut nama ir aku tau kalau yang menelpon nya adalah mas irwan
"mami lagi di jakarta ?
" kamu tau dari mana kalau mami di jakarta? jawabnya dengan melirik ke arah ku
"mbak Rani?
"mami sekarang lagi di bandara?
"di bandara,mami gak nemui aku?
"waktu mami cuma sebentar?
" dan mami menemuinya?
"penting?
" sepenting apa mi, sebenar nya anak mami aku atau dia?
"kalian berdua anak mami?
" tapi mami lebih menyayangi nya?
"karena dia akan memberikan calon penerus papi kamu?
" aku ini calon papa nya mi?
"papa,,, calon papa macam apa kamu?
"udah mi aku gak mau membahas hal ini sekarang dan mami tunggu aku di bandara sebentar aja mi?
" mau ngapain?
"pokok nya mami tunggu aja? HP mati dan mami membuka tas nya dan memasukan HP nya, aku melirik ke arah nya yang setelah menerima HP terdiam,apa sebenar nya yang terjadi apa yang di katakan oleh nya sehingga mami diam, mobil sampai di bandara kami turun begitu juga dengan pak kardi yang membawa tas mami, tapi kenapa ada mas irwan di depan kami mau ngapain dia, jujur aku sangat merindukan nya tapi ketika aku mengingat perbuatan nya hati ku sakit, mungkin kalau aku ndak jatuh cinta permasalahan nya ndak sesakit ini hati ku dan aku juga ndak tau mulai kapan aku mencintai nya dan kenapa mesti aku duluan yang jatuh cinta, sungguh perasaan ini ndak bisa aku cegah.
"mami? panggil nya dengan memeluk mami
" kamu kenapa?
"mi bantu aku mi?
" bantu ngapain? tanya mami dengan memegang pipi nya
"aku gak mau pisah sama iga mi?
"mami gak bisa memaksa kemauan nya ir?
"tapi mi?
" maafkan mami ir, semua itu harus kamu selesai kan sendiri? kata mami dengan melepas kan pegangan nya dari anak nya"pamit pulang dulu ya ga, jaga baik baik ya calon cucu mami? aku tersenyum dengan memeluk mami dan mami pun masuk, ku pandangi kepergian nya
"ga? panggil mas irwan dengan memegang tangan ku tapi ku tepis kan tangan nya
__ADS_1
" semua nya sudah selesai mas?
"apa nya yang selesai?
" hubungan kita?
"aku belum mengakhiri nya?
"aku yang akan mengakhiri nya?
" hal itu tidak akan pernah terjadi?
"maksud kamu apa mas? dia malah tersenyum memandang perut ku yang sudah besar
"aku gak akan berpisah sama kamu?
" baik,,, kalau kamu ndak mau berpisah dengan ku? kata ku"mau kah kamu meninggalkan dia demi aku? tanya ku, dia langsung diam"sudah jelas bukan kalau kamu sangat mencintai nya mas? ku tarik nafas ku"semua akan sia-sia mas karena di sini hanya aku yang mencintai kamu dan kamu ndak mencintai aku, jadi untuk apa kita pertahan kan mas untuk apa di sini aku berjuang sendiri sementara kamu, sesusah apa pun aku bertahan pada akhirnya kamu akan kembali pada nya bukan kah itu sudah cukup jelas? dia hanya diam
"aku bingung ga?
"ndak usah bingung waktu kita ndak akan lama lagi kan? mas irwan hanya diam dengan memandang perut ku
" kalau aku berpisah dengan nya apakah kamu mau menerima ku?
"aku ndak percaya kalau kamu akan berpisah pada nya?
" kalau hal itu terjadi?
"aku berharap semua itu bukan mimpi?
" apa kah kamu akan menerima ku?
" terlambat?
"bukan kah waktu kita hanya beberapa bulan lagi?
" kita bukan kawin kontrak yang pernikahan kita tertulis di sebuah kertas?
"pernikahan kita memang bukan kawin kontrak tapi pernikahan kita ada waktu nya?
"siapa yang memberi nya hak atas semua itu?
" kita?
"aku ndak pernah memberi nya hak atas semua itu?
"kamu telah memberi nya hak tanpa kamu sadari mas?
dia diam dengan menatap ku begitu dalam
" kamu berubah ga?
"waktu yang membuat nya berubah mas?
" apakah aku bisa meminta pada waktu untuk mengembalikan semua nya?
"untuk apa?
" untuk iga ku yang dulu?
__ADS_1
"iga ku,,, kamu sudah pernah memiliki iga yang dulu mas?
" lalu?
"tapi kamu menyia nyia kan nya dan pada akhir nya iga yang sekarang sudah berubah karena sikap mu sendiri?
" apakah aku bisa meminta agar iga ku yang dulu kembali?
"semua sudah terlambat?
sudah cukup kamu menyakiti ku dengan sikap mu mas, mungkin aku dulu terlalu baik sampai kamu begitu mudah berulang kali menyakiti ku, sekarang keadaan berubah aku ndak akan sebodoh dulu mas, dia memegang tangan ku
" aku juga merasakan hal yang sama ga, perasaan ini juga susah aku cegah tapi dia selalu datang kepada ku sehingga rasa ini kalah? dengan menunjuk dada nya
"benar kah? jawab ku dengan senyum sinis
" sekarang ini aku sedang berusaha menjauh dari nya?
"tapi ndak bisa kan? jawab ku
" bantu aku ga agar aku bisa melepas kan nya?
"semua itu ada di tangan kamu mas? jawab ku dan pergi meninggalkan nya
" tunggu ga? panggil nya dengan menarik tangan ku
"semua nya sudah jelas! kata ku dengan menepis kan tangan nya
" kamu benar benar berubah ga?
"kamu yang merubah aku menjadi seperti ini mas?
" aku gak pernah melakukan nya ga?
"bukan kamu yang merubah nya tapi sikap kamu mas?
" lalu aku harus bagaimana?
"terserah apa yang ingin kamu lakukan mas? jawab ku dengan menunjuk dada nya" karena aku sudah cukup tau dengan sikap kamu?
"kemana iga ku yang lembut? kata nya dengan wajah memelas" iga ku gak akan marah dan gak akan sekeras ini? aku masih seperti iga yang dulu mas tapi aku ndak ingin kamu menyakiti ku dengan muda.
"jangan pernah bertanya lagi kemana iga yang dulu?
"kenapa ga?
aku ndak menjawab pertapertanyaan nya dan langsung pergi
" ga sebentar? panggil nya dengan menarik tangan ku
"apa lagi mas?
"kamu kerja di mana sekarang?
" kamu ndak perlu tau mas aku kerja dimana?
"kamu masih istri ku ga dan aku berhak tau semua yang kamu lakukan?
" hak,,, kamu bicara tentang hak mas lalu hak ku mana, pernah ndak kamu memberi ku hak?ndak pernahkan jadi jangan pernah bicara tentang hak lagi?
__ADS_1
"hak ku adalah kalau anak yang kamu kandung adalah anak ku jadi aku berhak atas anak ini? kata nya dengan menunjuk perut ku, percuma aku berdebat dengan nya karena yang ada menjadi pertengkaran, aku langsung masuk ke mobil karena waktu sudah menunjukan angka 08.10,aku merasa ndak enak karena aku bos baru.