
Begitu sampai depan rumah mas Irwan menggandeng tangan ku untuk masuk ke dalam rumah,mami dan mbak Rani tersenyum melihat kami apalagi di tambah tato di leher ku
"cieee..."ledek mbak Rani,dengan bangga mas Irwan mencium pipi ku"udah berani kamu sekarang ya?tubuh ku terasa panas karena ulah nya,mas Irwan langsung menarik tangan ku masuk ke dalam kamar dan mereka tertawa
"kamu mas"kata ku dengan memukul dada nya
"aku cinta mati sama kamu ga"kata nya dengan mengusap usap perut ku,telpon ku berdering dan dia melihat panggilan masuk Devan,aku ragu untuk mengangkat nya
"angkat aja"kata nya dengan tersenyum,ku angkat hp ku dan tanpa sadar aku duduk memegang paha nya hal yang ndak pernah aku lakukan
"halo"kata ku dengan mengusap usap paha mas Irwan dan dia tersenyum melihat tanganku
"kamu gak kerja lagi ga?ku speaker kan hp ku
"iya maaf Van aku ndak kerja lagi"
"kenapa?
"aku kembali ke rumah mertua ku"
"kenapa kamu kembali pada nya?tanya nya dan mas Irwan mendengarkan nya"dia gak pernah mencintai kamu ga"aku memandang mas Irwan yang tersenyum"kalau kamu gak bahagia dengan nya aku siap menerima kamu ga"
"terima kasih Van"
"oke"hp dimatikan,mas Irwan menatap ku dengan bahagia
"ternyata kamu benar benar wanita sempurna ga"dia memeluk ku dari samping dan memegang tangan ku yang berada di paha nya"dua hari lagi aku akan ke Jakarta"aku menatap nya"kamu mau ikut atau di sini dulu"aku bingung menjawab nya. aku akan merasa jenuh ndak ada kegiatan yang akan aku lakukan"kenapa diam?
"ndak ada"
"terus kenapa diam?
"ndak ada"jawab ku"udah ah aku mau mandi"sambil berdiri dan
"sebentar"kata mas Irwan dengan menarik tangan ku"dengan suami mu sendiri aja kamu tertutup banget ga"
"bukan tertutup mas"
"lalu apa?
__ADS_1
"aku hanya belum terbiasa saja berbagi apapun dengan orang lain"
"aku suami kamu ga bukan orang lain"
"bukan begitu maksud ku mas"jawab ku dengan memegang dada nya"aku hanya belum terbiasa saja mas"kenapa aku sekarang manja banget
"aku berharap aku tempat segala nya bagi mu dan calon anak ku,karena aku gak mau ada orang lain yang merebut posisi itu"aku tersenyum dengan memegang pipi nya dan tanpa sadar bibir kami menyatu untuk beberapa saat aku menikmati dan kami terkejut ketika mbak Rani dan mami masuk ke dalam kamar kami tanpa di mengetuk pintu terlebih dahulu.
"ya ampuuunnnnnnn,,,,"jerit mbak Rani membuat aku menjadi malu
"kebiasaan deh masuk gak ketuk pintu dulu"aku buru buru masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuh ku,dan mbak Rani mendekati mas Irwan
"tok"jitak mbak Rani di kepala mas Irwan
"sakit tau mbak"
"kamu gak tau waktu banget seh?
"menikmati masa masa pengantin baru mbak,lagian mami dan mbak Rani merusak suasana aja"
"macam gak ada hari aja lagi"mami hanya tersenyum
"ada apa mi?
"papi barusan nelpon kalau kamu harus segera kembali ke Jakarta"
"iya mi kemungkinan lusa aku baru kembali ke Jakarta"
"lalu bagaimana dengan iga?tanya mami,aku keluar dari kamar mandi"sini sebentar ga"kata mami dengan melambaikan tangan nya ke arah ku"duduklah"kamar mas Irwan memang luas,di dalam nya ada sofa dan aku duduk di sebelah mami"lusa suami kamu kembali ke Jakarta"aku menatap mas irwan"dan kamu juga lagi hamil,mami gak mau terjadi sesuatu sama kamu dan calon cucu mami,jadi lebih baik kamu tinggal di sini saja sama mami dan mbak Rani mu,agar kamu gak bosan kamu bisa ikut mbak Rani ke butik"
"tapi ingat jangan kecapean"aku sekarang sudah mulai berani memegang tangan nya meletak kan tangan ku di paha nya"aku minta tolong sama mami ya"
"emang istrimu mau di apain?
"aku hanya gak mau terjadi sesuatu mi karena mami kan tau istri ku ini gak bisa diam"tangan mas Irwan menggenggam tangan ku dengan mesra"kamu di sini aja sama mami ya?kata mas Irwan"seminggu dua kali atau tiga kali aku akan kemari"
"yang ada kamu kecapean mas"
"demi kamu Dan calon bayi kita"di usap nya perut ku dengan lembut
__ADS_1
"aku ikut saja mas"pinta ku"dan aku ndak akan macam macam,aku akan duduk di rumah saja tanpa melakukan apapun"
"iya aku akan memboyong mu tapi nanti"jawab nya pelan,aku memandang nya dengan penuh harap agar dia mau mengajak ku ke Jakarta"kamu baru datang kemari dengan naik bus,dan aku gak mau kamu melakukan perjalanan jauh lagi"aku hanya menarik nafas
"kalau begitu mami sama mbak Rani turun dulu ya?
"iya mi"aku mengikuti nya dari belakang
"kamu mau kemana?
"mau ke dapur mbak"
"ngapain?aku hanya senyum"di tanya malah senyum"terkadang aku masih merasa mimpi.
Begitu selesai makan aku membantu Bu Surti membersihkan meja
"non iga mau ngapain?
"bantuin bi Surti"
"jangan non"
"kenapa bi?
"pokok nya jangan"aku duduk kembali melihat bi Surti yang lihai betul,
"Bi,,,saya ke kamar ya?bi Surti tersenyum dengan menganggukkan kepala,ku lihat semua masih ngumpul di depan TV tapi mami,papi,mbak Rani dan suami nya sudah rapi benar
"ga"panggil mami
"ya mi"
"mami mau pergi dulu ya ada acara ulang tahun rekan bisnis papi kamu dan mas Eko mu"kata nya
"oh iya mi Monggo"dan mereka pergi meninggalkan rumah,mas Irwan langsung berjalan ke arah ku dan menggandeng tangan ku untuk memasuki kamar,pada hal malam baru menunjukkan angka 20.00,tapi mas Irwan ndak bosan bosan nya mendayung sampan bersama ku sampai aku kelelahan dan merasa ngilu di perut ku,dia memeluk ku dengan mengusap perut ku
"aku akan merindukan semua ini ga"
"kamu janji ndak akan melakukan hal ini dengan orang lain mas"
__ADS_1
"percayalah"kata nya dengan menciumi leher ku dan kami mengulangi kembali menyebrangi samudra,setelah itu dia tertidur dengan pulas,aku memandangi nya dengan mengusap usap perut ku,dan aku pun ikut tertidur di samping nya,izin kan aku bahagia ya Allah,izin kan aku menikmati masa masa ini seterus nya tanpa ada orang ketiga lagi.