Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Dijemput Mertua


__ADS_3

Sesampai nya di rumah aku langsung mandi dan membaringkan tubuh ku di ranjang,baru satu hari aku membantu ibu aku sudah begitu lelah bagaimana kalau perut ku semakin besar pasti aku akan mudah lelah, tapi aku ndak boleh lemah aku selama ini begitu kuat tetapi keadaan ku sekarang berbeda di dalam rahim ku makhluk kecil, HP ku selalu berdering begitu aku melihat nya ternyata mas irwan yang ndak berhenti menelpon ku terus


"kenapa kamu nelpon aku terus mas, aku sedang berusaha untuk melupakan mu karena aku akan belajar hidup sendiri tanpa kehadiran mu, dan kenapa ketika kita berpisah kamu menelpon aku, dimana kamu ketika aku tinggal satu atap dengan kamu, sedikit pun kamu ndak pernah menelpon ku. rindu kah kamu sama aku mas atau sekedar ingin tau keadaan calon anak mu saja? dengan mengusap perut ku"semua sudah terlambat mas percuma kamu nelpon aku karena itu sudah ndak ada gunanya mas? diluar suara begitu berisik ketiga adik ku sudah pulang dari sekolah nya, nina langsung masuk ke kamar dan meletakkan tas diatas meja


"mbak iga kenapa? melihat ku yang sedang memijit pinggang


"ndak tau nin, semenjak mbak hamil pinggang mbak sering sakit nin? aku memakai baju kaos dan bawahan sarung


"kamu makan saja dulu baru kamu pijitkan pinggang mbak?


" mbak sudah makan? ku pandang wajah nya yang begitu polos dan cantik


"mbak sudah makan tadi, pergilah makan pasti kamu lapar? dia menganggukan kepala dan berjalan menuju pintu. selama ini aku telah salah dan ndak pernah berfikir kalau wanita yang sedang hamil itu lemah dan sangat membutuhkan suami di samping nya, itu mereka ndak dengan aku, nina masuk kembali ke kamar ku dan langsung duduk di ranjang tua dimana aku berbaring, ku punggungi nya dia dan agak sedikit aku buka sarung yang aku pakai


"kasih minyak ini nin? dengan memberi nya minyak kayu putih, di urut urut nya pinggang ku" gimana dengan kuliah kamu nin?


"lancar mbak?


" kapan kamu wisuda nya?


"ini bulan Maret kalau ndak ada perubahan antara bulan Juli atau Agustus gitu mbak?


" ambilkan tas mbak? nina mengambil tas yang aku tunjuk dan menyerahkan pada ku


"ini uang buat bayar semester kamu dan wisuda kamu? kata ku dengan menyerahkan uang enam juta


" ini banyak banget mbak, kalau uang mbak berikan sama nina gimana dengan biaya lahiran mbak?


"kamu ndak usah khawatir nin mbak sudah menyimpan buat lahiran mbak?

__ADS_1


"tapi mbak? kata nya ragu untuk menerima uang pemberian ku


"sudah,,,,kamu Terima saja, mbak ndak mau menambah beban ibu dengan masalah uang kuliah kamu, itu sekalian buat beli kebaya dan uang buat foto wisuda kamu?


" Terima kasih mbak? kata nya dengan memeluk ku dari belakang"mbak baik banget, nina sudah banyak membebani mbak dengan kuliah nina mbak, dan sampai sekarang nina belum bisa mengganti nya mbak? kata nya dengan memijit pinggang mbak iga kembali, ada yang masuk tanpa sepengetahuan mbak iga dia adalah ibu mertua nya mertua mbak iga mengisyaratkan agar aku diam dan ndak memberi tau mbak iga


"tugas kamu itu belajar dan kuliah, untuk sekarang mungkin kamu yang mbak bantu suatu saat kita ndak tau, bisa saja mbak yang minta bantuan sama kamu? kata ku dengan menitik kan air mata tanpa sepengetahuan nya,


" mudah mudahan ketika mbak membutuhkan nina bisa membantu mbak?


"amin...dan pesan mbak kamu kalau sudah lulus kuliah jangan menikah dulu ya nin, bantu ibu sama bapak dulu sampai Nino selesai SMA?


" iya mbak?


"kalau mencari suami itu yang baik jangan seperti mbak yang menambah beban ibu dan bapak, cukup mbak yang mengalami nya dan jangan sampai kamu mengalami hal yang sama? kata ku dengan mengusap perut ku, nina masih memijit pinggang ku, mami hanya mendengarkan pembicaraan ku dan nina.


" memang nya mbak mau pisah sama mas irwan?


" mbak ndak mencintai nya?


"mencintai,, mbak mencintai nya nin?


" lalu kenapa mbak mau berpisah?


"tapi itu dulu,,di sebab kan cara pandang mbak berbeda dengan mas mu nin hilang sudah rasa itu nin, yang tersisa hanya sakit nin? mami mas irwan tersenyum karena aku ndak mengatakan yang sebenar nya tentang anak nya


" cara pandang bagaimana mbak?


"suatu saat kamu akan mengerti nin? mami mas irwan menyuruh nina turun pelan pelan gantian mami mas irwan yang naik keranjang ku dan memijit punggung ku

__ADS_1


"sampai kapan? suara itu itu sangat mengejutkan ku dan mami langsung ku peluk, mami mengusap kepala ku dengan penuh kasih sayang, nina keluar tinggal kami berdua" mami ndak mengijinkan kalau kamu berpisah dengan irwan?


"untuk apa mami mempertahan kan hubungan ini mi, semua nya percuma?


" kamu bisa berpisah dengan irwan tapi gak sama mami ga?ku pandang wajah nya, mami mertua yang selama ini sudah mendukung ku, menyayangi ku yang menganggap ku sebagai putri nya bukan menantu nya


"aku sedang berusaha mi?


" berusaha, berusaha apa?


"berusaha melupakan mas irwan mi, berusaha hidup tanpa nya?


"mami mohon jangan lakukan itu sama mami ga, jangan lakukan hal itu? kata nya dengan memegang tangan ku"mami tau betul hati kamu ga, sangat sakit dan sulit untuk memaafkan nya, kalau kamu ingin berpisah dengan nya itu hak kamu ga, mami gak bisa melarang ga tapi mami memohon jangan pernah putuskan hubungan kamu sama mami? butiran air mata mulai jatuh di wajah nya yang mulai keriput, ku peluk tubuh nya yang sedikit gemuk


"itu ndak akan pernah aku lakukan mi, ndak akan? kata ku yang ikutan menangis


" kalau begitu kamu ikut mami sekarang?


"kemana mi?


" ke malang ke rumah mami?


"ngapain mi?


" kamu tinggal sama mami?


"tapi kenapa mi?


"karena mami takut kalau kamu di sini kamu akan kerja berat itu membuat mami takut terjadi sesuatu dengan calon cucu mami?dengan memegang perut ku dan" dia gerak ga gerak? begitu senang nya mami merasakan biji kecambah ku yang sudah mulai bergerak pelan"baik baik di perut ibu mu ya nak, opah dan omah menantikan kehadiran mu, karena kamu lah yang akan menjadi pengisi hari tua oma nak? aku menjadi begitu iba mendengar kata kata nya"ikut sama mami ke malang ya sekalian syukuran empat bulan kehamilan kamu? bujuk nya dengan memegang tangan ku

__ADS_1


"besok saja ya mi?


" beneran kamu mau ikut mami? kata nya dengan wajah ndak yakin atas jawaban ku,dicium nya aku berulang ulang, pembuktian kalau dia benar benar menyayangi ku. ini bukan alasan ku untuk kembali dengan manusia astral itu.


__ADS_2