Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Salah Paham


__ADS_3

sebelum makan siang aku dan ica sudah datang di kafe samudra, sebenar nya aku itu ganjen atau gimana seh,,, masak iya devan ngajak ketemuan aku mau mau saja, tapi bukan itu saja kami bertemu hari ini juga karena ada yang ingin kita bahas yaitu masalah proyek.


"sudah lama nunggu nya? tanya devan yang kelihatan terburu buru


"ya lumayan lah"


"maaf ya membuat kamu menunggu"


"kok kamu pak, saya juga lho pak"


"iya maksud saya kamu berdua"jawab nya, ica tersenyum melihat nya aku melihat ada cinta yang terpendam di mata ica untuk devan" gimana dengan proyek yang kamu sepakati apakah kamu menerima kontrak dari ku? pertanyaan nya membuat aku terkejut


"ya sudah pasti"


"kamu yakin?


" kenapa ndak"


"tapi aku melihat sedikit keraguan"


"dimana?


"dimata mu ga"dengan melihat ke arah leher ku karena ada tato baru


" jangan berprasangka yang bukan bukan"


"aku serius"ketika aku asik berbicara dengan devan, mas irwan datang ke arah ku


" kamu ngapain sama dia? tanya mas irwan dengan nada tinggi, aku langsung bangkit dan memegang tangan nya"kamu mau balas dendam sama aku?


"ndak mas" jawab ku dengan berusaha menenangkan nya


"lalu kenapa kamu berdua ketemuan di sini?


" bertiga mas"jawab ku dengan menatap ica


"bisa saja ica sama kamu sekongkol"

__ADS_1


"aku ndak serendah itu mas"kata ku" percayalah mas aku hanya ada proyek sama devan mas"


"aku gak perduli" jawab nya dengan berlalu pergi dari hadapan ku dan aku berusaha mengejar nya dengan menarik tangan nya


"kamu kenapa seh mas? tanya ku dengan nada sedikit tinggi


" kenapa kamu yang jadi marah,,, seharus nya aku"dengan menunjuk dada nya


"kamu seperti anak kecil mas"


"cemburu ini yang membuat aku berpikir seperti anak kecil ga"


"dengar aku mas" kata ku dengan memegang pipi nya"percaya sama aku mas,, aku ndak memiliki hubungan apa pun sama devan, aku hanya ada proyek sama dia"mas irwan menatap ku begitu dalam ingin mencari kebenaran dimata ku"kamu ndak percaya? tanya ku, dia tetap diam"terserah kamu mas"kata ku dengan pergi dari nya, tapi dia menarik tangan ku


"kamu gak bohongkan? ku tarik nafas ku dalam dalam dengan mengusap perut ku


"aku ndak pernah bohong mas"jawab ku dan dia langsung pergi meninggalkan ku, kenapa kamu sekarang seperti anak anak mas, aku berjalan menuju meja di mana ica dan devan duduk


" maaf"kata ku pelan


"suami kamu cemburu? aku tersenyum" terus gimana dengan proyek kita ga?


"kenapa gak kamu aja? tanya devan" takut suami kamu cemburu?


"aku ndak takut van, aku hanya ndak mau dia salah paham" ica menatap ku"ya sudah kita duluan ya? pamit ku, ica langsung berdiri dan mengikuti ku dari belakang.


"ibu kenapa? tanya ica yang melihat ku mengusap perut ku


"ndak ada ca"jawab ku, biji kecambah ku sudah tumbuh besar dan gerakan nya juga sudah terasa. karena sekarang usia kehamilan ku sudah memasuki enam bulan.


aku mengajak ica jalan jalan ke mall melihat lihat barang kali saja ada yang cocok untuk di beli sekalian menghilangkan rasa jenuh, begitu aku melewati sebuah toko baju aku melihat mas irwan dan mbak Winda dan anak nya sedang asik memilih baju,aku dan ica berdiri sejenak meyakinkan kalau yang sedang berduaan bukan mas irwan tapi mata ku ndak bisa di bohongi, benar dia adalah suami ku yang beberapa waktu mengungkap kan isi hati nya pada ku dan sekarang dia justru jalan sama mantan atau sama pacar nya, hati ku begitu sakit ternyata aku di bohongi nya dengan kata kata cinta nya agar aku ndak menceraikan nya tapi kali ini aku benar benar kembali menelan pil pahit, mas irwan melihat ku dan aku berusaha lari untuk menghindari kejaran nya, aku lari sekencang nya tapi akhirnya tangan ku tertarik juga,nafas ku terengah entah


"kamu sudah gila ga, kamu gak takut terjadi sesuatu dengan bayi kita? tanya nya dengan suara terputus putus karena terengah entah, aku hanya diam menatap nya dengan air mata mengalir, ica berdiri jauh dari kami


"kalau kamu memang ndak cinta dengan ku kenapa kamu memaksa diri untuk mengungkap kan nya? tanya ku


"kamu? sebelum dia selesai berbicara aku bertanya lagi

__ADS_1


"jawab pertanyaan ku dan jangan mengalihkan nya"bentak ku


" aku"


"bodoh nya aku telah tertipu dengan kata kata manis mu dan lebih bodoh nya aku kenapa aku mempercayai mu begitu saja" kata ku dengan menyeka air mata ku


"dengar kan aku ga"


"ternyata kamu masih seperti dulu mas, aku begitu bodoh, bodoh,begitu saja percaya dengan kamu" kata ku menangis dengan memukul dada ku, dia menarik tangan ku yang memukuli dada ku"jangan menyentuh ku"bentak ku


"aku memang benar benar mencintai kamu ga?


"dengan masih jalan dengan pacar kamu?


"apa beda nya aku sama kamu ga, kamu masih jalan kan dengan mantan kamu?


"aku ndak berdua mas, aku bertiga karena aku ndak mau ada yang salah paham dengan aku dan dia"


"beda nya dimana? tanya nya


" ndak ada yang beda, itu menurut pemikiran kamu"jawab ku sambil berlalu dari nya lagi lagi tangan ku di tarik oleh nya


"kamu mau kemana? tanya nya, aku ndak menjawab dan berusaha melepaskan pegangan nya" aku bertanya kamu mau kemana?


"itu bukan urusan kamu" jawab ku


"urusan ku karena kamu istri ku dan tanggung jawab ku" mendengar jawaban nya aku tersenyum sinis


"lakukan apa yang ingin kamu lakukan mas tapi jangan pernah ikut campur dengan apa yang akan aku lakukan"


"maksud kamu apa?


" tanya sama hati kamu kalau kamu masih merasa memiliki hati"jawab ku dengan menunjuk dada nya"kamu yang telah mengajari ku, dan jangan pernah salah kan aku jika aku lebih nyaman dengan orang lain dari pada dengan suami ku sendiri"


"maksud kamu apa? tanya nya, aku pergi meninggalkan nya dan ica mengikuti ku dari belakang


" ga..... "panggil mas irwan dengan berlari dan menarik tangan ku, aku berusaha menepis kan tangan nya dari tangan ku karena sungguh aku merasa jijik melihat nya, aku memegang leherku yang terasa merinding" kamu mau pergi? tanya nya"kamu mau menceraikan ku? aku hanya diam dan tetap berjalan"kenapa kamu diam? tanya nya tapi aku ndak memperdulikan nya karena semua nya menjadi satu di hati ku, antara benci, dendam dan cinta, karena bagaimana pun dia adalah ayah dari anak ku, aku dan ica langsung menuju mobil

__ADS_1


"jalan pak" mas irwan berusaha mengejar mobil yang ku tumpangi tapi untuk sekarang sakit ini lebih besar di bandingkan cinta ku dengan nya.


__ADS_2