Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Makan Malam


__ADS_3

"ibu ndak usah khawatir ya" kata ku dengan mengusap punggungnya"ya sudah ibu siap siap ya,, aku mau mandi dulu"senang nya melihat adik ku bersorak, ini kali pertama nya mereka akan makan di luar.


"kita akan makan di luar mbak? tanya nina


" iya"


"di teras? mndengar pertanyaan nya aku tersenyum


"makan di restauran" nina terkejut mendengar jawaban ku"sekarang kamu siap siap biar kita ndak kemalaman"


"siap mbak" dia menarik tangan Nino, aku menuju kamar mandi ndak butuh lama aku selesai, aku hanya memakai daster berwarna hijau, kelihatan sekali kalau perut ku sudah membesar, sebelum pergi aku duduk di tepi ranjang dan menelpon mami


"ada apa ga? tanya mami" kamu baik baik saja to?


"baik mi, sangat baik" jawab ku"saya mau izin"


"kemana?


" mau makan di luar mi sama keluarga"


"bagus tu,,, lagian kamu gak perlu minta izin sama mami"


"saya ndak mau di bilang mencari kesempatan mi"


"siapa yang bilang?


"ya ndak ada mi?


" pergi lah dan hati hati"kata mami"pasti sudah tumbuh besar kandungan kamu"aku tersenyum"kalau ada waktu nanti mami ke Jogja ga"


"mami mau ngapain?


" lihat perut kamu yang buncit"aku tertawa pelan"kenapa?


"senang mi"


"ya sudah berangkat, makan yang banyak ya biar calon cucu mami sehat"


"tentu mi" HP di matikan, aku bangkit dengan mengambil tas begitu aku keluar dari kamar semua sudah menunggu ku termasuk bapak,


"mbak iga kenapa lama? tanya bungsu


" kenapa? tanya ku dengan mengusap kepala nya"kamu sudah lapar? tanya ku, dia menjawab hanya dengan mengusap usap perut nya"sudah kita berangkat"semua masuk menuju mobil dan dengan sigap pak kardi membuka kan pintu mobil untuk ku mereka semua memandang ku"bapak duduk di depan saja"kata ku


"rino sama mbak iga" aku tersenyum, kedua adik ku duduk di bangku paling belakang, ibu dan rino duduk di sebelah ku, mobil berlahan lahan meninggalkan perkarangan rumah

__ADS_1


"kita mau kemana non? semua memandang ku ketika pak kardi menyebutkan kata non


"cari restauran pak, setelah itu kita ke mall"


"yeeee,,, assiiiikkkk" sorak rino


"ngapain nduk?


" mereka belum pernah ke mall bu"


"tapi ibu ndak mau adik adik mu itu menyusahkan kamu nduk"


"ndak bu" aku menatap dari jendela mobil tempat ini lah aku di lahirkan dan di besarkan, baru beberapa tahun terakhir ini sudah ada penerangan sebelumnya hanya lampu minyak, tapi aku merasa bangga se endak nya ketiga adik ku ndak numpang nonton di rumah tetangga seperti yang aku rasakan dulu, ibu sering mengeluh pada bapak ku ketika aku menangis hanya ingin menonton TV tempat tetangga, ibu dengan sabar menuntun ku dan mengajak ku, ketika pulang sudah larut dan aku tertidur bapak ku dengan sabar menggendong ku.mobi berhenti di sebuah restauran


"nduk" panggil ibu memegang tangan ku ketika aku membuka pintu mobil


"ada apa bu? tanya ku dan pak kardi sudah membuka kan pintu ku


" ini apa ndak mahal nduk?


"sudah ndak usah ibu pikirkan ya" jawab ku dengan tersenyum, semua turun dan ku lihat pak kardi hanya berdiri berdiam


" ayok pak"ajak ku


"tapi non?


"pesan apa mbak? tanya pelayan pada ku


" menu nya apa saja mas?


"ini mbak" dia menyerah kan daftar menu nya


"kalau begitu saya pesan semua menu yang ada"kata ku, ibu menatap ku dengan perasaan bingung, beberapa menit kemudian pesananan datang sehingga meja penuh


"pak, bu, makan lah" kata ku"dan kalian makan semua nya"betapa senang nya mereka"pak kardi tunggu apa lagi?semua begitu lahap nya makan sampai ndak terdengar suara sedikit pun, aku hanya mengambil ikan sepotong


"kamu makan juga nduk"


"aku sudah kenyang bu" jawab ku, ya bu aku melihat kalian makan begitu lahap saja aku sudah merasa sangat kenyang,selama ini aku lupa kalau kalian ndak pernah menikmati makanan seperti ini, kalian makan daging kalau pas ada hajatan atau pas lebaran idul adha kalau ndak kalian ndak pernah menikmati makanan seperti ini, bapak selama ini aku lupa, aku hanya memikirkan biaya sekolah mereka sampai aku ndak pernah memikirkan kebutuhan kalian.ketika aku sedang asik dengan pikiran ku ada seseorang yang mengejutkan ku


"iga" panggil seseorang, aku hanya diam dengan memandang nya"kamu lupa sama aku? tanya nya, aku benar benar lupa


"aku ndak ingat" jawab ku dengan memegang kening ku untuk mengingat semua nya


"bener kamu gak ingat?

__ADS_1


" bener"jawab ku dengan nyengir, semua menatap ke arah nya


"aku sandi teman SMP kamu dulu"


"ha,, kamu? tanya ku dengan menepuk punggung nya


" sakit tau"ingin aku rasa nya tertawa terbahak bahak mengingat nya, sandi nama itu yang pernah menjadi cinta monyet ku, lempar lemparan surat dari balik jendela, pulang sekolah kejar kejaran karena dia ingin mengantarkan ku pulang dengan sepeda butut nya tapi aku menolak nya karena malu di lihat sama teman teman ku"kenapa kamu diam? tanya nya dengan menepuk tangan nya, aku terkejut


"kamu sudah berubah? tanya ku


" kamu gak berubah? tanya nya, aku tersenyum"eh apa kabar?


"baik, sekarang kamu tinggal dimana?


" aku di bandung"


"apa kegiatan sekarang? tanya ku


" nanti kita telpon telponan"jawab nya


"duduk sini saja bareng kita" akhirnya kami duduk beramai


"kamu sudah menikah? tanya nya ketika melihat perut ku membuncit


" sudah san"


"terlambat dong aku"aku tertawa


" kemana saja selama ini mas? tanya ku dengan menepuk punggung nya, keluarga ku tersenyum.


"mas" panggil ku dengan melambaikan tangan ku"berapa semua nya? tanya ku ketika pelayan itu datang, dia menyebutkan nominal nya dan aku mengeluarkan uang


"upps stop biar aku yang bayar"


"tapi ini banyak lo san"


"gak masalah,,, apa seh yang gak buat kamu"aku tersenyum, kenapa ketika aku sudah menikah dan dalam keadaan sedang hamil aku bertemu dengan dengan orang orang yang pernah mengisi hari hari ku,


"kamu bisa saja, Terima kasih ya san"


"untuk apa?


" semua nya? dia tersenyum


"minta no WA kamu" kata nya, aku memberikan no ku"kapan kapan kita reunian ya"kata nya"pak bu, saya pamit dulu ya"pamit nya dengan menyalami mereka

__ADS_1


"Terima kasih nak"kata ibu ku, dia hanya tersenyum


" da iga"dia pergi dengan melambaikan tangan nya pada ku, sandi nama itu juga masih terpatri jelas di ingatan ku.


__ADS_2