Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Masih Galau


__ADS_3

Mami melepaskan pelukan nya dan pergi meninggalkan rumah ibu ku,ku sandarkan tubuh ku di dinding rumah kenapa aku merasa saat ini aku seperti kehilangan separuh nyawa ku bukan kah tadi aku begitu lantang ingin berpisah dari nya kenapa aku menjadi ndak teguh pendirian,aku merasakan seperti ada yang menusuk nusuk ulu hati ku dan itu sangat sakit,,sakit sekali


"iga"suara ibu dengan buru buru ku hapus air mata ku


"iya Bu"jawab ku dengan berjalan masuk ke dalam


"kamu ngapain di luar?


"bintang di luar sangat indah Bu dan aku ndak pernah menikmati suasana seperti ini"bohong ku dan ibu tersenyum


"Nina"panggil ibu


"dalam ibu"suara Nina dari dalam kamar"ada apa Bu"


"temani mbak mu di luar"


"ngapain Bu?tanya nya


"mbak mu ndak pernah melihat suasana seperti ini di Jakarta"


"sunggu mbak?tanya nina penasaran,aku berjalan keluar di ikutinya"tapi di Jakarta itu lebih indah mbak karena lampu bergemelapan suara hingar bingar,lah kalau di sini suara jangkrik yang bersahutan mbak"


"itu lebih indah nin"jawab ku


"masak to mbak?tanya nya"Nina malah pengen ke Jakarta mbak"kata nya begitu polos


"kamu kepengen ke Jakarta to nin?tanya ku


"kenapa mbak?


"kenapa pas mbak tinggal di Jakarta kamu ndak bilang?


"ibu ndak ngasih mbak"


"lha kenapa?


"kata ibu nanti aku di sana nyusahin mbak iga"


"kamu itu sudah besar masak kamu nyusahin mbak"


"jadi kapan kita ke Jakarta mbak?tanya nya


"kamu beneran kepengen ke Jakarta nin?


"beneran lho mbak masak Nina bobong"


"gampang" kata ku


"jadi kita ke Jakarta mbak?


"ya jadilah"


"kapan mbak?


"besok"jawab ku asal saja


"asyiiikk besok ke Jakarta"kata nya dan aku terkejut dia begitu serius menanggapi kata kata ku


"kamu serius mau ke Jakarta nin?

__ADS_1


"mbak iga ini gimana to"


"mbak kira kamu bercanda nin"kata ku dengan tersenyum karena aku melihat bibir nya cemberut.aku sudah ndak ingin kembali ke Jakarta nin karena kota itu yang membuat aku seperti ini dan aku ndak ingin mengingat nya kembali apa lagi tinggal di sana.


"mbak"


"hhmmmmm"sahut ku


"aku boleh nanya mbak?aku menoleh ke arah nya"mbak beneran mau pisah sama mas irwan?


Nina masih terlalu polos untuk mengetahui hubungan ku dengan kakak ipar nya


"aku lihat hubungan mbak sama mas irwan juga kelihatan baik baik mbak"nafas ku terlalu berat"apakah mbak iga ndak mencintai nya?


"kamu hanya melihat sisi luar nya saja nin"


"lalu aku harus melihat sisi yang mana mbak?


aku lupa kalau adik perempuan ku kini sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yang memiliki pola pikir yang luas,selama ini aku selalu menganggap nya anak kecil,ku usap rambut nya


"mbak mu ini lupa nin"


"lupa kenapa mbak?


"kalau kamu sudah menjadi gadis dewasa"dia tersenyum


"aku sebentar lagi wisuda mbak dan berhentilah menganggap ku gadis kecil"


"karena aku begitu menyayangi mu nin"Nina langsung memeluk ku


"terima kasih untuk semua nya mbak,karena mbak iga sudah berjuang untuk kami di sini"pelukan nya semakin erat"mbak lah satu satu nya harapan kami mbak dan demi kami"Nina ndak meneruskan kata kata nya karena aku mendengar dia menangis


"aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk mbak,bapak dan ibu"kata nya dengan menyeka air mata nya"aku ingin seperti mbak yang bisa memberikan banyak hal dan aku ingin ke Jakarta mbak"


"ndak!!!jawab ku spontan


"kenapa mbak,,,bukan kah Jakarta yang telah merubah nasib mbak iga?


aku menatap nya begitu dalam,apa yang harus aku katakan agar dia mengerti bahwa kota Jakarta yang telah menghancurkan masa depan ku,


"mbak iga kenapa?


"dengar nin"kata ku dengan memegang kedua pundak nya"mbak ndak mau kamu mengalami hal yang sama seperti mbak"


"apa yang telah mbak alami?tanya nya"aku lihat mbak iga baik baik saja dan sekarang mbak memiliki suami yang sempurna"


kamu ndak tau yang sebenar nya dan kamu juga ndak tau kalau calon keponakan mu ini hasil pemerkosaan yang di lakukan kakak ipar mu,


"mbak"panggil nya"mbak iga kenapa dan aku melihat mbak menyembunyikan sesuatu"


"suatu saat kamu akan tau kenapa mbak ndak ngizinin kamu kerja ke Jakarta"


"kenapa ndak sekarang saja mbak memberikan alasan nya?


"mbak ndak mau kamu membenci seseorang karena cerita mbak"


"kenapa aku harus membenci seseorang?


"itu akan terjadi kalau mbak menceritakan sama kamu"dia terdiam

__ADS_1


"aku tau apa yang telah mbak iga alami"


"maksud kamu?


"calon keponakan ku ini sudah ada ketika mbak belum menikah dengan mas irwan kan?tanya nya"dan tanpa ibu dan mbak ketahui aku mendengar cerita mbak"


"kamu nguping?


"aku ndak sengaja mbak"


ku tarik nafas ku dalam dalam ada beban ku begitu berat yang aku rasakan


"mbak ndak mau nasip kamu akan sama seperti mbak nin"


"bukan kah mas irwan sudah bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan terhadap mbak iga?


"dia memang bertanggung jawab nin tapi dia ndak pernah berubah"


"aku ndak mengerti mbak"


"terlalu sakit nin untuk di ingat"


"tapi aku melihat mas irwan begitu mencintai mbak sampai dia ndak ingin berpisah dengan mbak iga"


"itu sekarang nin dan sebelum nya"


"dia menyakiti mbak?


"mbak sampai berpikir yang pelakor itu mbak atau dia"


"pasti dia lah mbak"


"tapi dia lebih dulu menjadi pacar mas Irwan nin"


"dan mas Irwan masih jalan dengan pacar nya ketika sudah menikah dengan mbak?aku menganggukkan kepala"dan mbak hanya diam?aku mengangguk kan kepala lagi"berani sekali dia menyakiti mbak"


"lalu apa yang harus mbak lakukan nin?


"mbak melakukan hal yang benar dengan pisah dari nya"


"tapi kalau mbak ndak bekerja gimana dengan sekolah Nino dan Reno nin"


"itu akan menjadi tanggung jawab ku mbak"


"mbak ndak ngizinin kamu kalau kerja di Jakarta"


"oh tenang mbak,,,adik mbak ini bukan pemberontak"kata nya dengan menunjuk dada nya"mbak kan punya banyak relasi rekomendasikan saja aku di pabrik teh mbak"kata nya dengan malu


"itu mah sama saja bohong"


"tapi se endak nya aku bekerja mbak"


"mbak juga ingin bekerja juga nin"


"dalam kondisi perut besar seperti ini mbak?


"tabungan mbak sudah menipis"


"mas Irwan kan ada mbak?

__ADS_1


"mbak ndak ingin bergantung dengan nya nin"jawab ku dan kami saling pandang.


__ADS_2