
Semua sudah berkumpul di halaman tinggal aku dan mas Irwan,aku berjalan di depan nya dengan memegang perut ku yang besar di ikuti mas Irwan di belakang dengan membawa koper nya.
"mbak iga kenapa lama sekali?tanya Rino,aku tersenyum dengan memegang pipi nya,rona bahagia di wajah ibu terpancar dan itu ndak bisa di bohongi,ku peluk mami dengan lembut,di usap nya punggung ku yang masih luka,
"wan jangan lupa kontrol kembali luka nya iga"kata mami dengan mas Irwan"dan jangan lupa di jaga calon cucu mami ya"di usap usap nya perut ku,ibu dan ketiga adik ku tersenyum,mereka saling berjabat tangan,kali ini aku ke Jakarta dengan wajah bahagia bukan karena hubungan ku dengan suami ku saja yang sudah membaik tapi ibu dan ketiga adik ku juga turut serta,kami naik Nina dan Nino duduk paling belakang,di kursi kedua ibu dan Rino,aku dan mas Irwan di depan karena dia yang mengemudi mobil nya,
"punggung kamu masih nyeri?tanya mas Irwan dengan memegang tangan ku
"sedikit mas"
"mbak iga"panggil si bungsu Rino
"hhmmmmm"jawab ku dengan menoleh kearah Rino dan ibu ku dengan tersenyum
"masih lama?aku dan mas Irwan tersenyum
"sebentar lagi"jawab mas Irwan bohong,aku sedikit memukul paha mas irwan karena berbohong
"bercanda yang"jawab nya,aku bahagia ga sungguh aku bahagia,selama ini aku lupa atau aku gak pernah menyadari nya kalau kamu itu adalah istri yang paling sempurna di kirim Tuhan untuk ku,,batin nya,,
"kok diam mas?tanya ku sedikit menyandarkan kepala ku
"lagi mikir aja"jawab nya dan aku ndak mau mengganggu pukiran nya. aku menoleh ke belakang dan mereka sudah tertidur pulas ku pandangi wajah ibu yang kelihatan lelah,ibu maafkan aku,batin ku dan ku sandarkan tubuh ku miring ke arah mas Irwan
"mas"
"ya"jawab nya dengan memandang ke arah ku
"aku boleh kerja lagi?
"ha"jawab mas Irwan terkejut dengan memandang ke arah ku"kamu di rumah aja karena aku gak mau terjadi sesuatu dengan kamu dan calon anak ku"kata nya dengan mengusap perut ku yang bundar
"tapi aku ndak mau membebani keluarga ku sepenuh nya sama kamu mas"
__ADS_1
"mereka juga keluarga ku ga"
"aku kerja hanya paruh waktu mas,dan aku bekerja di perusahaan mami saja"
"aku khawatir ga"
"percaya lah sama aku mas"jawab ku dengan mengusap ngusap paha nya.
"kita lihat aja nanti ya"jawab nya
Sudah hampir lima jam kami di perjalanan dan mas Irwan memberhentikan mobil nya di sebuah rumah makan mewah
"kita makan dulu ya"kata mas Irwan dan aku menganggukkan kepala,mas Irwan duluan
"Bu,,,,"panggil ku pelan
"ya"
"turun yuk"
"belum,kita makan dulu"jawab ku,ibu membanguni ketiga anak nya untuk turun,aku turun di bantu mas irwan
"kaki kamu bengkak ga?tanya nya
"iya ndak tau mas"
"sakit?tanya nya khawatir
"ndak"ibu mendekati ku dengan melihat ke arah kaki ku yang bengkak
"ndak papa itu nduk,itu biasa di alami wanita hamil ketika usia kandungan nya mulai enam bulan atau tujuh bulan"kata ibu
"ibu dulu seperti ini juga?tanya mas Irwan
__ADS_1
"iya"
"nanti kita kontrol ke dr.naura ya"kata mas Irwan dengan menggandeng tangan ku"mari Bu"mas Irwan kategori menantu yang sopan karena kata mami nya dia sempat di pesantren lima tahun.aku berjalan di gandeng suami ku yang astral ternyata romantis,kami menuju meja paling depan karena meja depan paling banyak kursi nya
"ayo duduk"Meraka duduk termasuk aku dan mas Irwan"kita makan apa?tanya ku dengan menunjuk kan buku menu yang di berikan pelayan pada mas Irwan
"ini saja"ibu menunjuk ayam geprek dan sambal,
"itu aja Bu?tanya mas irwan
"iya nak Irwan"perut ku bergerak gerak kencang karena sudah hampir tujuh bulan usia kandungan ku,ku tarik tangan mas Irwan ku arahkan ke perut ku,dia tersenyum tanpa melihat ke arah ku,karena aku tau dia ndak ingin menunjuk kan semua nya ke ibu,di usap usap nya perut ku yang bergerak kencang,aku pun ikut memegang perut ku,pesanan datang dan sebanyak ini mas Irwan mesan sampai meja penuh
"ini banyak sekali nak"
"gak Bu,,,makan lah"jawab nya ,di pandangi nya si bungsu yang makan begitu lahap,
"pelan pelan Rino"kata ibu
"masakan nya enak Bu"aku diam dengan menatap nya
"kamu juga harus makan sayang"mas Irwan meletak kan daging di piring ku,ndak berasa air mata ku jatuh"kamu kenapa?tanya nya pelan tepat di telinga ku
"aku terharu mas"dengan mengusap air mata ku,di usap nya punggung ku
"makan lah"kata nya dan aku menurut pada nya pelan pelan ku makan nasi yang sudah terisi di piring ku,melihat Rino si bungsu makan yang begitu lahap rasa lapar ku pun hilang,
"kenapa gak di makan?tanya nya,aku diam di hati ku tengah mengutuk bapak yang telah menelantarkan istri dan ketiga anak nya,ada bapak kandung yang begitu kejam,kalau aku di abaikan aku masih bisa maklum karena aku bukan anak nya tapi mereka,aku menatap kembali rino,dia masih terlalu kecil,masih terlalu polos dan masih ah,,,,kebencian ku terhadap bapak kian memuncak,rasa nya aku ingin,,,,ku tarik nafas ku dalam dalam,mas Irwan mengusap tangan ku yang berada di atas paha ku
"jangan pernah menyimpan kebencian begitu dalam"bisik nya,aku ndak bergeming sedikit pun"dia adalah orang yang pernah memberi mu kehidupan"dia terlalu mudah berbicara tapi pada fakta nya dia ndak merasakan,karena aku tau mas Irwan dari masih berbentuk jinggot di rahim mami nya dia sudah kaya hidup serba kecukupan sementara aku,kenapa aku menyalahkan nya bukankah yang di katakan nya itu benar,aku menggelengkan kepala ku
"kamu kenapa nduk?tanya ibu,aku menatap nya"kamu sakit?
"ndak Bu,makan lah bu"ibu terdiam,sakitkah hati ibu dengan perkataan ku tadi,bukan itu maksud ku bu,bukan ingin menyakiti hati ibu,perlakuan bapak terhadap kalian yang membuat aku menjadi seperti ini.
__ADS_1
"Bu,,,?panggil ku pelan
"ya"jawab ibu dengan menatap ku,tapi ada keraguan di hati ku ketika aku memandang ketiga adik ku secara bergantian