
aku masuk kekantor duluan, beberapa menit di susul dengan mas irwan, jarum jam sudah menunjukan angka 08.30 wib. perut ku sudah mulai besar,
"kenapa terlambat ga? tanya mbak era
" biasalah mbak?
"hayo biasa ngapain?celetuk mbak dwi
" ini? jawab ku dengan meengusap perut ku
"kenapa dengan perut mu?
" mudah lelah mbak? alasan ku
"itu mah belum besar banget ga, kalau udah gede kamu akan susah berjalan sehingga mengakibatkan kan kamu jadi mager?
benarkah apa yang di katakan mbak dwi dan mbak era, kalau pun iya aku akan menikmati masa masa itu. aku hanya tersenyum
" oya hari ini kita dapat undangan? kata mas aris
"dari mana?
" dari jono acara aqikah anak nya?
"ya udah pas makan siang aja kita kesana?
" kamu kalau giliran makan siang cepat lihin?
"nama nya makan gratis? jawab nya,
mas irwan dengan mbak Winda sedang berdua di ruangan nya, sebenar nya aku ingin mengatakan yang sebenar nya kalau iga adalah istri ku, tapi aku takut Winda akan berbuat nekat, yang pada akhir nya akan melukai anak dan istri ku
" aku lihat sekarang kamu dekat sama iga? tanya mbak winda yang duduk di kursi nya, mas irwan memandang nya
"hanya sebatas karyawan dan pimpinan gak lebih?
"tapi aku melihat nya lebih dari itu?
" maksud kamu?
"ya seperti hubungan sepesial gitu?
"kamu kalau bicara suka ngaco?
" aku gak ngaco, aku melihat sekarang kamu perhatian sama dia?
mas irwan tersenyum mendengar kata kata nya
"kamu tau kan iga itu lagi hamil?
" ya aku tau dia lagi hamil?
__ADS_1
"masak iya dia lagi kesusahan aku diemin aja?
" kenapa? kamu kan bukan suami nya atau ayah dari anak nya, kenapa mesti repot repot?
"karena manusiawi win?
" sejak kapan kamu punya sifat peduli dengan karyawan kamu, selama ini kamu gak mau tau, terus kenapa sekarang kamu berubah, apa karena iga?
"udah deh, aku capek kamu curigai terus. kamu terlalu overproktetif? kata nya dengan meninggalkan ruangan nya,
" pak sebentar? panggil mas aris, mas irwan menghentikan langkahnya
"ada apa lagi! bentak nya, membuat mas aris terdiam
" sorry sorry... pikiran saya lagi kalut,ada apa? tanya nya dengan memandang ke arah ku yang lagi sibuk menyelesaikan pekerjaan yang di berikan oleh mbak Winda
"hari ini kita dapat undangan spesial dari jono pak?
" ngapain jono?
"aqikah anak nya pak?
" oke, siapkan semua kerjaan nya, kita nanti jam 03.30 kesana? mendengar jawaban nya mas aris terdiam, gak jadi deh makan siang gratis, mas irwan meninggalkan nya.
"batal deh makan siang gratis?
" kenapa?
"gak di izinin, jam 03.30 kita kesana?
"kamu udah siap ga? tanya intan
" sudah tan? kata ku dengan mendekati intan"rok ku sudah ndak muat terasa sesak tan? intan menatap ku
"kalau ndak mau kenapa kamu pakai?
" ndak ada lagi, semua sudah ndak muat?
"kamu punya suami kaya masak baju ndak muat kamu pakaiin to ga? aku tersenyum dan pergi menuju ruangan mas irwan, apa dia ada di dalam atau ndak ya, aku merasakan sesuatu akan terjadi. ah perduli to aku cuma mau ngantar ini ke dia, batin ku dengan memandang map warna biru mudah, ku ketuk pintu ruangan nya
"masuk? suara mbak Winda, pintu ku buka ternyata mas irwan juga ada di dalam,
" ada apa? tanya mbak Winda aku mendekati nya dan menyerahkan map warna biru mudah"sudah selesai? tanya nya
"sudah mbak? jawab ku" kalau sudah selesai saya boleh keluar mbak? tanya ku,
"tunggu? panggilnya membuat aku bingung
" ada mbak?
"saya boleh nanya?
__ADS_1
" nanya apa mbak?
"kamu sama irwan ada hubungan apa? deg jantung ku berdetak lebih cepat ndak seperti biasa nya,
" ndak ada mbak?
"jangan bohong kamu? kata nya dengan menatap wajah dan perut ku.
" saya ndak bohong mbak, lagian saya sudah menikah mbak, dan saya sebentar lagi juga punya anak mbak?kata ku dengan mengusap perut ku, orang yang ku anggap suami dia ndak perduli sama sekali
"lalu kenapa kamu dekat dengan nya?
" hanya sebatas bawahan dan atasan mbak ndak lebih?
"prakkk! meja di pukul dengan mbak Winda, membuat aku terkejut, ku usap usap perut ku" jangan membohongi saya!
"saya ndak bohong mbak? jawab ku, mas irwan mendekati ku
" udah kamu keluar aja? kata nya dengan lembut, aku berjalan menuju pintu,
"eh tunggu saya belum selesai? kata mbak Winda dengan menarik tangan ku,
" dia gak ada hubungan nya? kata mas irwan dengan memegang pinggang ku karena aku hampir jatuh karena tarikan nya"kamu gila ya!! kata nya dengan melepaskan pegangan nya dari pinggang ku"kamu mau bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu dengan nya, ha mau!!!! bentak nya, aku hanya diam"lama lama kamu bisa psikopat karena cemburu gak jelas?
"karena aku sangat mencintai mu yang? kata nya
" cinta mu berlebihan,sampai kamu lupa kalau tingkah mu bisa mencelakai orang lain? dengan bahasa isyarat menyuruh ku keluar, dengan mata sendu aku menatap nya, wahai lelaki yang aku anggap suami kamu ndak bisa menjaga hati ku, menjaga perasaan apalagi menjaga ku, pintu ku buka dan ku tutup kembali
"udah puas kamu!!!! bentak mas irwan
" kenapa kamu membentak ku?
"jangan kan membentak mu, memukul mu akan aku lakukan jika kamu berusaha mencelakai orang lain?kata mas irwan keluar dari ruangan dengan memijit kepala nya, di ikuti dengan mbak Winda
"aku pulang dulu sebentar, mau jemput anak ku, supir yang biasa menjemput nya lagi sakit? kata nya dengan pergi meninggalkan mas irwan, aku di ruang office boy duduk termenung, aku ndak pernah membayangkan apa jadi nya jika aku tadi terjatuh, pasti akan terjadi sesuatu dengan biji kecambah ku, benar benar mengerikan tingkah nya, aku di kejutkan seseorang yang memegang punggung ku, ternyata mas irwan
"kamu gak papa kan? tanya nya dengan memegang perut ku
" ya? jawaban singkat dengan tarikan nafas
"itu sifat asli nya ga, itu yang aku takut kan?
" kenapa kamu harus takut? tanya ku, intan masuk dan berdiri diantara aku dan mas irwan
"aku duluan ya ga? kata intan" waktu nya istirahat?
"iya? jawab ku
" aku gak takut ga?
"lalu apa nama nya mas, kita bisa kok menghadapi dia jika kita berdua bersama mas?
__ADS_1
"gak segampang itu ga?
" karena kamu sangat mencintai dia kan mas? kata kata yang selalu ku ulang ulang jika kami bertengkar karena dia"kamu bilang saja kalau kamu ndak bisa melupakan nya kan mas?