Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Masih Terkejut


__ADS_3

untuk sesaat kami diam dan saling pandang, kenapa sekarang kamu baru datang van ketika aku sudah menjadi milik orang lain


"masih banyak wanita yang menantikan uluran tangan mu van"


"pengemis?


"perempuan yang masih sendiri"dia menatap ku begitu dalam, kamu gak berubah ga masih seperti dulu, wajah mu yang cantik bicara mu yang lembut dan rambut mu yang panjang, senyum mu yang selalu membuat aku tenang ketika kita bersama dulu tapi yang pasti semua nya ga, batin nya" apa yang kamu pikirkan?


"semua nya ga"


"tentang?


" kamu gak berubah ga"aku tersenyum mendengar nya


"kamu juga ndak berubah van"


"aku gak akan berubah ga"


"iya gombalan kamu" kami saling tertawa, terima kasih van saat ini kamu telah mengajari ku bahagia karena akhir akhir ini aku lupa bagaimana cara nya bahagia, batin ku. ica melihat ku dari meja pak kardi, begitu kami saling tertawa beberapa orang yang memang sedang ingin bekerja sama dengan perusahaan kami datang di ikuti ica yang juga berjalan ke arah meja dimana aku sedang duduk dan mereka langsung menjabat tangan ku dan tersenyum sementara devan aku melihat tatapan yang penuh cemburu. ica langsung meletakkan map di atas meja dan hasil hari ini mereka menyetujui syarat yang aku ajukan, dan ternyata devan yang mengajukan kontrak kerjasama sebagai distributor,


"Terima kasih ga"


"untuk?


" untuk menyetujui kontrak yang aku ajukan"


"sama sama" makan siang di pesan oleh devan dan mengapa semua menu tersedia di meja, pada hal tinggal kami bertiga yang lain pergi setelah teken kontrak.


"ini terlalu banyak van"kata ku dengan mengusap perut ku


" aku takut kalau makanan kesukaan kamu berubah ga"aku tersenyum"apa lagi kamu lagi hamil pasti selera makan kamu berubah ubah"


"aku juga sudah lupa apa makanan kesukaan ku van" kata ku pelan


"kamu benar benar lupa ga? ica hanya diam menatap ku, mungkin dia sedikit mendengar kisah pernikahan ku"atau kamu sengaja melupakan nya? aku tetap diam mendengar kan kata kata devan.


" ndak,,,, "


"lalu"


"aku ndak ingin mengulang kisah itu"


"kenapa?


" ya ndak ingin saja"


"kamu bohong"


"jangan menekan ku untuk bisa mengulang masa itu"


"kenapa?


" jangan di tanya"dia diam dengan melihat ke arah ku, sementara ica memandang ku penuh iba.

__ADS_1


"mari kita makan" ajak devan, dia mengambilkan piring untuk ku"kamu harus banyak makan"dengan menyendokkan nasi di piring ku


"cukup"


"ini sedikit ga, lihat tulang leher kamu apa kamu gak melihat atau kamu gak pernah bercermin?


" setiap hari"


"dan kamu gak melihat kalau kamu itu begitu kurus?


" aku melihat tapi ndak merasakan"


"karena kamu gak menyadari"


"sudah van jangan membuat aku selalu salah"


"aku gak membuat mu selalu salah"


"lalu apa nama nya? tanya ku, lagi lagi ica hanya diam


" karena aku perduli ga"


"tapi aku bisa menjaga diri ku van"


"maaf ga aku lupa kalau kamu itu sudah ada yang memiliki"


"terima kasih" kami mulai makan dan aku hanya memilih ikan sambal sebagai lauk nya dan kami ndak ada yang mengeluarkan suara karena sibuk dengan pikiran nya masing masing, ntah kenapa mood makan ku hilang saat ini apakah karena ini kehadiran devan di depan ku


" sudah"ica melihat ke arahku dengan tersenyum manis, begitu selesai makan pelayan datang dengan membawa secarik kertas dan memberikan pada devan


"aku yang bayar" kata ku


"masak iya laki laki di bayari perempuan"


"apa salah nya?


" gak salah tapi aneh aja"dengan memberikan beberapa lembar uang ratusan


"maaf mas apakah meja itu juga sudah di hitung?tanya ku dengan melihat ke arah pak kardi


" sudah mbak"kami berdiri dan meninggalkan cafe samudra


"kapan kapan aku boleh mampirkan kerumah kamu ga?


" rumah ku selalu terbuka buat siapa saja"jawab ku dengan mengusap perut ku dan devan melihat ke arah perut ku


"kamu hamil seperti ini tambah cantik ga"


"udah deh van,,, perasaan dari tadi kamu gombal terus memang nya ndak ada yang lain"


"ada"


"apa?

__ADS_1


" jalan jalan dulu yuk?


"untuk itu aku mohon maaf"


"kenapa?


" ndak bisa"


"alasan nya?


" ya ndak bisa saja"


"masak gak ada alasan nya ga?


" alasan nya aku ndak mau semua orang salah menilai ketika kita jalan berdua"jawab ku


"biarkan saja lagian kita juga gak ngapa ngapain"


"itu menurut kita van" ica jalan duluan dengan pak kardi sementara aku dan devan berjalan berdampingan dan dia selalu melihat ke arah jalan ku yang mulai agak susah karena hamil


"aku gak perduli"


"tapi aku perduli"


kami sampai di parkiran mobil dan dengan sigap devan membuka kan pintu untuk ku sementara pak kardi hanya tersenyum melihat ku begitu juga dengan ica, begitu aku masuk pintu mobil di tutup kembali oleh nya,kaca aku buka dan dia memasukkan kepala nya sedikit melalui kaca jendela


"aku menunggu mu"


"nunggu apa? tanya ku dengan polos


" kesendirian mu"


"maksud kamu janda ku?


" iya"jawab nya dengan tersenyum"tutuplah kaca nya karena aku gak ingin semua orang melihat kecantikan mu"


"termasuk suamiku? tanya ku


" itu lain"senyum nya yang manis membuat aku menjadi terpesona"hati hati ya pak"


"iya tuan, kalau begitu saya pamit dulu?


" ya, da.... "dia melambaikan tangan nya tapi ndak aku hiraukan karena aku takut ketika dia memberi perhatian lebih pada ku maka akan muncul kembali benih benih cinta ku yang dulu, ku tarik nafas kun dalam dalam


" siapa dia bu? pertanyaan ica membuat aku terkejut dan aku langsung melihat ke arah pak kardi


"teman waktu SMA ca?jawab ku dengan melihat kearah nya karena aku tau ica akan bertanya lebih" dan saya harap pak kardi dan kamu ndak salah menilai kedekatan kami"


"gak bu" jawab nya dengan tersenyum"dan saya juga tau kalau ibu juga baru ketemu setelah sekian lama"jawab nya tapi aku ndak menghiraukan nya


"kita kembali kantor ya pak"


"siap non" mobil melaju dengan kecepatan sedang dan aku masih memikirkan pertemuan ku dengan devan karena aku ndak menyangka kalau aku dan dia akan bertemu hari ini sungguh sangat kebetulan sekali, tapi kenapa firman harus membohongi ku apakah dia selama ini ingin mencari kisah tentang kehidupan pernikahan ku dengan mas irwan tapi untuk apa.... apakah artinya devan masih sangat mencintai ku sehingga dia ingin sekali tau tentang kehidupan pribadi ku dengan suamiku.tapi kalau aku melihat tatapan mata nya masih sama ketika kami dulu masih bersama di bangku SMA, tapi aku ndak ingin berharap lebih karena aku... dengan mengusap perut ku.

__ADS_1


__ADS_2