
Ibu membangunkan ku pagi pagi sekali, dengan lembut ibu membangun kan ku dan nina,
"bangun nduk" panggil ibu"nduk,,, nina kamu ndak dengar panggilan ibu"
"dengar bu" jawab nya sambil mengucek ngucek mata nya
"kalau dengar buruan bangun"
"memang nya mau kemana bu?
" ndak baik anak gadis bangun siang siang"
"inikan hari libur bu"
"terus kalau libur bangun nya siang begitu"nina menatap ibu
" iya bu"jawab nina langsung bangkit dari tidur nya, sekarang gantian ibu membangun kan ku
"nduk,, " panggil ibu dengan mengusap tangan ku"iga, bangun nduk"panggil ibu, aku memeluknya dan mencium tangan nya"kamu lagi mimpi to? tanya ibu yang berusaha melepaskan pelukan ku
"ndak bu" jawab ku dengan menggerakkan badan ku kalau bahasa Jawa nya ngulet"jarang jarang aku bangun siang bu"
"memang nya mau jam berapa bangun nya?
" sebentar lagi bu,aku setiap hari selalu di buru waktu bu jadi biarkan aku bangun sedikit siang bu"
"ndak baik ibu hamil bangun siang siang"
"ibu... " panggil ku manja"jangan sangkut pautkan kehamilan ku bu"dengan mengusap usap perut ku
"lha wong memang hamil nduk" jawab ibu tersenyum"kita mau kerumah bu'de mira mu"kata ibu
"oh iya" kata ku dengan memukul jidat ku"nikahan mbak tika kan bu?
"tu kamu ingat"aku tersenyum dengan memeluk ibu dan mencium nya, mungkin bagi mereka yang sudah menikah dan dalam kondisi hamil begitu bangun pagi suami disamping nya langsung memberikan kecupan selamat pagi, tapi aku ya sudah lah.
" aku mandi dulu ya bu"pamit ku ibu menganggukkan kepala, aku berjalan sangat santai dan aku bertemu pak kardi di ruang tamu kopi hitam dan pisang goreng sudah tersedia di meja, tapi aku ndak melihat bapak barangkali bapak sudah berangkat kerja. pak kardi langsung berdiri dan sedikit membungkuk kan badan
"jangan terlalu pormal pak" kata ku"pak kardi nikmati saja kopi nya ya?
"baik non"
"kalau pak kardi ndak betah, maksud saya kalau pak kardi maksud saya kenapa saya jadi bingung begini sih pak? tanya ku dan dia hanya tersenyum" gini maksud saya sekarang ini kan saya ndak ada kegiatan jadi pak kardi bisa pulang ke rumah mami saja"kata ku
"nyonya sudah nelpon non, kata nya saya gak boleh ninggalin non iga"
"kenapa?
" gak tau non, nyonya hanya berpesan seperti itu"
__ADS_1
"ya sudah, pak kardi bisa jalan jalan keliling kampung"
"iya non" dan aku pun langsung ke kamar mandi, pintu di kunci dari dalam
"nin,,, " panggil ku dengan mengetuk daun pintu yang terbuat dari seng.
"iya mbak"
"buka pintu nya" kata ku dan pintu terbuka"kamu ngapain?
"tu" jawab nya dengan memonyongkan bibir menuju bak air
"kamu ngisi bak?
" iya"
"Nino kan ada?
" bantu bapak"
"lagian kamu mengisi air di bak segini banyak nya untuk apa? tanya ku dengan mengusap usap perut ku
" ibu ndak mau mbak iga kecapean terus calon cucu ibu kenapa kenapa lagi"aku tersenyum
"ibu terlalu berlebihan"
"kamu marah?
" mbak iga"kata nya dengan cemberut
"mbak cuma bercanda" kata ku dengan memegang pipi nya"boleh mbak mandi pakai air ini? tanya ku dengan menunjuk bak yang sudah penuh berisi air
"silakan nona besar" jawab nya dengan membungkuk kan badan seperti menyambut seorang putri
"Terima kasih" jawab ku juga dengan sedikit membungkuk kan badan, dan akhirnya kami pun tertawa, begitu selesai mandi aku langsung keluar menuju kamar dengan hanya memakai handuk yang menutupi tubuhku, sedikit ku intip apakah pak kardi masih di ruang tamu atau ndak ternyata dia sudah pergi. aku langsung menuju kamarku dan memakai baju daster lengan pendek dan celana pendek di bawah lutut, rambut aku kuncir satu dan ku letak kan di bahu ku sehingga memanjang sampai atas perut. aku melihat ibu sudah selesai menunggu ku
"nina ndak ikut bu?
" ndak,, nanti kalau bapak mu pulang ndak ada yang buatkan teh nduk"
"oh" kata ku dengan manggut manggut, kami berjalan keluar dan ternyata pak kardi sudah menunggu kami di mobil
"pak kardi ngapain? tanya ku yang membuka kan pintu mobil untuk ku
" ngantar non iga"
"kenapa pak kardi repot repot?tanya ku dengan memandang ibu ku
" sudah perintah non"
__ADS_1
"baiklah" aku dan ibu pun masuk ke dalam mobil, mesin mobil menyala dan kami pun menuju rumah bude' mira, jalanan yang kami lalui bebatuan kerikil, aku memegang perut ku karena jalan nya bergelombang, butuh waktu kurang lebih tiga puluh menit, begitu sampai pak kardi membuka kan pintu untuk ku dan aku ndak menyadari kalau semua orang memandangi kamikami dengan tersenyum,
"pak kardi boleh pergi nanti kalau saya pulang pak kardi saya telpon"kata ku
" baik non, kalau begitu saya permisi non"pamit nya dengan sedikit membungkuk kan badan, aku dan ibu menuju rumah bude' yang sudah ramai dan bu'de mira sudah menyambut kami, ku cium tangan bu'de
"apa kabar nya ga?
" baik bu'de"jawab ku
"suami kamu ndak ikut?
" masih sibuk bu'de, nanti kalau sudah ndak sibuk pasti kemari"kata berbohong
"aku langsung ke belakang mbak yu"kata ibu ku
"iyo,,, iyo" ibu berjalan menuju dapur karena disana banyak orang yang sudah sibuk meracik racik bumbu, bu'de mira sangat baik dengan keluarga kami dia lah yang selalu membantu ibu ku, bu'de mira membawa ku ke kamar mbak tika"sudah berapa bulan?
" sudah lima penuh bu'de"dia mengusap usap perut ku
"ndak berasa ya? aku tersenyum, bu'de mira membuka kan pintu kamar mbak tika ternyata monik, kumala sudah ada di dalam
"Hai kamu ga? tanya monik yang langsung memeluk ku" ku pikir aku salah lihat ketika supir pribadi membuka kan pintu mobil nya untuk mu"
"kamu bisa saja monik"
"memang benerkan? aku memandang ke arah mbak tika dia hanya diam dengan memandang ku
" kamu sudah hamil ga? tanya nurmala
"sudah" jawab ku pelan
"suami kamu ndak ikut? tanya nurmala, mereka berdua adalah sahabatku dari SD sd SMA,
"mas irwan lagi sibuk, kalau sudah ndak sibuk dia akan menjemputku"
"aku jadi iri lihat kamu ga" kata monik
"apa yang kamu irikan dari ku monik? tanya ku, dia malah menepuk nepuk pundak ku,
" ini sudah berapa bulan ga? tanya nurmala dengan mengusap usap perut ku
"sudah lima bulan bu'le"
"jangan bule' dong ga"
" jadi?
"tante"kami tertawa bersama sama teringat masa msa sekolah dulu.
__ADS_1