
Aku mengejan kembali dengan memegang tangan bi Surti
"mi kepala nya sudah keluar semua bagaimana ini mi?mas Irwan kelihatan bingung sekali dengan memegang kepala bayi nya.
"lebih kuat lagi mengejan nya nak"kata mami dengan menahan paha ku,dan aku semangat untuk mengejan nya dan mas Irwan terkejut melihat kepala bayi nya berputar,mami mendekati mas Irwan dan memegang kepala bayi ku,dan mulai menarik nya.
"aaaahhhhhhhwwwww"jerit ku karena terasa begitu sakit dan akhirnya kamar ku menggema dengan suara tangisan anak ku,mami dan mas Irwan berpelukan dan menangis,setelah itu mas Irwan mendekati ku dan mencium kening ku
"terima kasih sayang,terima kasih karena kamu telah melahirkan penerus ku,anak ku darah daging ku"kata nya dengan memeluk ku,bertepatan dokter Naura dan seorang suster sampai ke kamar
"sudah lahir"kata dokter Naura terkejut,dan aku ndak tau apa yang dilakukan dokter Naura
"kemari kamu Ir"panggil nya"potong ini"kata dokter Naura dengan memberikan gunting,dengan tangan gemetar mas Irwan memotong tali plasenta nya,setelah itu suster sibuk membersihkan bayi ku dan Bi Surti keluar dari kamar dan ke dapur,setelah bersih semua nya dan bayi ku di berikan kepada ayah nya untuk di adzan kan,suster dan dokter Naura membersihkan ku,mami terdiam mematung setelah itu duduk di sebelah ku dan memeluk ku
"terima kasih ga,,terima kasih karena kamu sudah memberikan mami seorang cucu,menjadikan mami seorang nenek ga"mami menangis,selesai di adzan kan mas irwan memberikan bayi nya pada ku dan dia mengambil semua kain yang penuh darah. akhir nya aku sudah duduk tenang dengan tersenyum bahagia karena sudah melahirkan,dan mami menggendong bayi ku dan mencium nya dengan menangis
"sehat sehat ya nak"kata mami dengan mengusap kepala nya"opa kamu pasti senang mendengar kabar kalau kamu sudah lahir"bi Surti datang dan membawa baki berisi teh,dokter Naura menyuntik tangan ku
"suntik apa itu Ra?
"suntik agar istri kamu gak pendarahan"jawab nya"jangan jalan jalan dulu ya sampai beberapa jam,kalau butuh apa apa kamu minta aja sama suami kamu"kata dokter Naura"dan ini obat nya di minum setelah makan ya"
"terima kasih dok"kata ku
"kamu itu gimana Ra?tanya mas Irwan
"maksud kamu?
"kata nya istri ku melahirkan nya besok siang atau sore tapi".
"biasa nya seperti itu Ir,apa lagi ini anak pertama,tapi benar benar hebat istri kamu ya pembukaan nya cepat dan melahirkan nya juga gampang"
"gampang apaan rasa nya aku mau pingsan tau"kata mas Irwan dengan memegang tangan ku"di minum dulu teh nya"
mami sekarang sudah punya mainan baru,karena bahagia nya mami ndak melepas kan cucu nya dari gendongan nya
"biar kamu tau bagaimana seorang istri itu melahirkan Ir"kata dokter Naura"kamu belum merasakan aja udah mau pingsan,coba kamu tanya istri kamu bagaimana rasa nya?
__ADS_1
"tanpa di tanya aku sudah tau Ra"
"bagus itu,,itu arti nya kamu gak akan berbuat yang aneh aneh"
"udah ah Ra gak usah di bahas lagi masalah itu"jawab mas irwan"eh di minum teh nya Ra,dan suster"
aku gak nyangka ternyata irwan bisa berubah seperti ini,batin dokter Naura
"eh kok malah melamun"dokter Naura meminum teh nya dan beberapa menit
"aku pamit ya,kalau ada apa apa telpon aja".
"thanks ya Ra"
"sama sama"dokter Naura dan suster nya pulang dengan di antar bi surti
papi,mbak Rani dan suami nya langsung datang ke Jakarta
"akhir nya papi jadi opa juga"kata papi mas Irwan menggendong cucu nya dan menciumi nya
"Pi gantian dong"kata mbak Rani,mas Eko hanya tersenyum
"iya ada apa sayang?tanya nya"kamu mau minum?
"aku belum mengabari ibu"
"oh iya lupa,kalau anak ibu yang sudah menjadikan ku seorang ayah"kata nya dengan tersenyum,aku berharap bahagia ini ndak akan hilang,
"Pi,,,,"rengek mbak Rani
"sabar dong Ran,papi juga masih pingin gendong"
"papi sudah dari tadi"
"selamat ya bro"kata mas Eko menepuk pundak mas Irwan"kahir nya kamu jadi ayah juga"
"makasih mas,aku do'akan juga semoga mas Eko dan mbak Rani segera menyusul"
__ADS_1
"amin"
dan bayi ku menangis begitu kencang
"kan nangis itu Pi"kata mbak Rani dan mami memberikan bayi nya pada ku
"kita nunggu di bawah aja yuk"kata mas Eko ke pada papi mertua nya,mereka turun terkecuali mami dan mbak Rani
"ini gimana mi?tanya ku pada mami
"di susui dong sayang"jawab mami dengan membantu ku menyusui nya,bayi ku langsung diam dan begitu kuat menyusu nya,dan mas Irwan mengusap kepala anak nya dengan penuh kasih sayang,ternyata jiwa kebapakan nya keluar juga,begitu selesai menyusu mami langsung mengambil nya dan menggendong nya,bi surti membawa bubur
"dimakan non"
mas Irwan mengambilnya dan menyuapi ku dengan pelan pelan
"kamu tau gak yang?tanya nya aku menjawab dengan menggelengkan kepala"aku hari ini benar benar bahagia bisa melihat kamu secara langsung bagaimana proses kamu melahirkan dan aku memegang anak kita juga secara langsung itu momen yang benar benar gak akan aku lupakan seumur hidup ku"aku tersenyum,begitu selesai makan mas Irwan memberikanku obat dengan di bantu nya duduk.
sudah tiga hari aku melahirkan,orang tua mas Irwan belum pulang masih betah menunggu cucu baru nya.aku sudah bisa berjalan dengan pelan pelan di bantu dengan suami ku
"Pi,,mami gak pulang dulu,papi gak marah kan?
"marah Pi karena mami udah gak sayang lagi sama papi"kata mbak Rani,semua tertawa
"iga kan baru lahiran dan ini juga anak pertama mereka pasti mereka juga belum paham benar merawat anak nya Pi"alasan mami
"alasan aja tu Pi"jawab mbak Rani
"papi juga gak mau cucu papi kenapa napa mi"aku tersenyum
"coba lihat wajah nya Pi,benar benar mirip iga hanya alis dan mata nya yang mirip sama Irwan"
"mudah mudahan sifat nya juga mirip ibu nya mi"Jawab mas Irwan
"takutkan Lo kalau anak Lo kelakuan nya mirip Lo"jawab mbak Rani
"udah deh mbak jangan mulai"aku hanya tersenyum melihat mas Irwan
__ADS_1
"untuk sementara ini aku juga tinggal di sini sama mami mas"kata mbak Rani,mas Eko tersenyum
papi dan mas Eko sudah kembali ke Malang karena mereka ndak bisa meninggal kan pekerjaan nya terlalu lama.