Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Sampai Di Rumah


__ADS_3

sesampai nya di rumah mas Irwan membuka pintu mobil dan menuntun ku masuk ke dalam rumah. bi Surti membuka kan pintu dengan pandangan khawatir


"non iga kenapa den?


"lagi demam bi"aku berjalan tanpa menyapa bi Surti,di ikuti mas Irwan"bi tolong buatkan teh hangat untuk iga"


"baik den"tanpa sengaja aku melewati kamar dimana ibu dan Nina sedang berbicara


"apa yang kamu lakukan dengan mas mu nin?


"aku terlalu iri dengan kehidupan mbak iga bu"


"kamu iri dengan mbak mu nin,,,ya Allah nin dan kamu iri"kata ibu sambil menangis


"ibu terlalu sayang dengan mbak iga pada hal bukan mbak iga saja anak ibu!


"plak" suara tamparan keras


"ini balasan yang kamu berikan terhadap mbak mu iya!jerit ibu"mau di taruk mana muka ibu ini nin,mereka sudah memberikan tempat tinggal yang layak"kata ibu"rasa nya ibu ndak bisa lagi menatap mbak mu dan mas mu dengan tegak karena kelakuan kamu!!bentak ibu


"mbak iga itu cantik Bu,memiliki suami kaya dan sayang"


"wajah cantik itu bukan ibu yang memberi nya nin,suami yang kaya juga bukan ibu yang memberi nya juga lalu apa!!!apa!!mas Irwan ingin masuk tapi aku menarik tangan nya dan menggelengkan kepala,dan aku lanjut berjalan menuju kamar,dan ku rebahkan tubuh ku,mas Irwan menarik selimut untuk menutupi tubuhku,


bi Surti masuk dengan membawa baki berisi teh panas


"ini teh nya den?


"letak kan di meja bi,oya Bi ambilkan air panas untuk ngompres bi"


"baik den"mas Irwan masih mengusap kening ku,dan aku meringkuk kedinginan di balik selimut


"dingin ya?tanya nya dengan memegang tangan ku,aku ndak menjawab hanya menatap nya,bi surti masuk kembali dengan membawa beskom berisi air,mas Irwan mengompres ku sementara bi Surti memijit kaki ku


"ndak dibawa kerumah sakit saja den?


"kalau di rumah sakit percuma bi gak di kasih obat"


"kalau begitu pijit saja den"

__ADS_1


"ndak usah bi"jawab ku,dengan lembut bi Surti menggosok kaki ku dengan minyak angin


"non iga masuk angin ini den"kata bi Surti


"lalu gimana bi?


"di gosok minyak angin den,karena kalau masuk angin bawaan nya demam den,kalau ndak sembuh masuk angin nya demam nya ndak mau turun den"


"bi Surti tau dari mana?


"bi Surti ini orang kampung den"mas Irwan tersenyum,bi Surti menarik selimut ku,dan menggosok semua kaki ku dengan minyak angin rasa hangat mulai aku rasakan,mas Irwan juga menggosok punggung ku,dengan menaikan baju ku,kelihatan kulit ku yang putih mulus


"panas sekali"kata mas Irwan,aku hanya diam menikmati usapan tangan nya yang menggosok punggung ku dengan lembut"ga"panggil nya lembut


"hmmmm"sahut ku


"ke dokter aja yuk"ajak nya


"ndak usah mas bentar lagi juga turun demam nya"selesai menggosok punggung ku mas irwan mengompres ku kembali,bi surti mengambilkan air teh hangat yang di buat nya dan memberikan pada ku dengan di bantu mas Irwan aku meminum nya setelah itu aku kembali berbaring,mas Irwan memijit tangan ku dengan begitu lembut,dan aku tertidur


bi surti ke dapur meletak kan beskom berisi air


"kok belum tidur bi?tanya ibu ku


"demam?tanya ibu


"iya Bu"


"kenapa ndak memberitahu saya bi"


"non iga kalau sakit ndak mau ngerepotin orang Bu"kata bi Surti


"iya,dari kecil iga kalau sakit ndak pernah bilang,ndak pernah nangis dan ndak pernah nyusahin saya bi"bi Surti tersenyum


"saya suka dengan sifat non iga Bu"kata bi surti,ibu tersenyum


Hari ini hari Minggu,itu arti nya suami ku ndak ngantor,aku masih tertidur pulas pada hal waktu sudah menunjuk kan angka 08.10 dan mas Irwan sengaja ndak membangun kan ku,


"iga belum bangun nak Irwan?

__ADS_1


"eh,,belum Bu"jawab nya dengan membuatkan jus jeruk untuk ku


"kamu ngapain nak?


"lagi buat sarapan untuk iga Bu"senyuman bahagia menghiasi bibir ibu"saya ke atas ya Bu"


"nak"panggil ibu,"apakah ibu boleh ke atas melihat iga"


"kenapa ibu sungkan,kalau ibu mau lihat iga ibu gak butuh izin untuk itu semua Bu"


"tapi"ibu ragu,dan mas Irwan memegang punggung ibu


"gak papa Bu"kata mas Irwan"iga gak akan marah dengan ibu"setelah itu mas irwan meninggal kan ibu dan naik ke atas,dia melihat ku masih tidur begitu pulas karena dia tau malam tadi aku kurang tidur karena demam,dengan pelan mas Irwan membuka tirai jendela dengan cepat matahari masuk ke dalam ruangan seketika,aku mengerutkan kening ku dan mengucek ngucek mata ku dan menarik selimut


"aku masih ngantuk mas"kata ku pelan


"tapi sudah siang sayang"kata nya dan aku ndak memperdulikan nya,dia mendekati ku dan berusaha menarik selimut ku dengan pelan


"bangunlah"suara nya begitu lembut"aku udah membawa sarapan untuk mu"lanjut nya"ini udah siang bayi ku butuh makan"mendengar kata bayi ku aku tersenyum di balik selimut"bangunlah"dengan mengusap perut ku dari balik atas selimut


"hmmm"


"ya udah buruan"aku ndak perduli tapi ketika suara ibu


"belum bangun nduk?tanya ibu aku langsung mengeluarkan kepala ku dari balik selimut dan tersenyum,rambut panjang ku berantakan


"lagi gak mood kelihatan nya"jawab mas Irwan sambil berdiri langsung ku tarik tangan nya,ibu melihat tangan ku yang menarik tangan mas irwan


"mau ke mana mas?tanya ku manja


"tu,,,,,"dengan menunjuk jus,susu dan roti,aku tersenyum dengan merapikan rambut ku


"kata nya kamu tadi malam demam nduk?tanya ibu dengan memegang kening ku


"sudah ndak demam lagi Bu"jawab mas Irwan


"syukurlah"aku hanya diam memandang ibu dan ibu juga memandang ku"ibu mau ke dapur dulu"pamit ibu aku hanya diam


"kamu kenapa sama ibu?tanya mas Irwan dengan mengusap kepala ku dengan manja

__ADS_1


"ntah lah mas"kata ku dengan bangkit dan turun dari ranjang menuju kamar mandi dengan memegang perut ku,ku basuh muka ku dan menggosok gigi,seketika mood ku hilang,aku kembali ke ranjang dan membaring kan tubuh ku


"eh kok malah tidur kembali?tanya mas Irwan dengan menarik tangan ku pelan"aku salah bicara?tanya nya,aku hanya diam dan aku ndak tau kenapa mood ku sekarang suka berubah ubah,pada hal mas Irwan hanya bicara seperti itu tapi rasa nya kenapa begitu sakit,kalau ada orang yang mendengar pasti akan mengatakan kalau mas Irwan itu bicara nya ndak salah tapi penilaian ku berbeda.


__ADS_2