
Di dalam perjalanan setelah dari SPA mas irwan dan aku ndak banyak bicara, mungkin dia masih memikirkan yang di lihat di SPA tadi,rasa nya aku ingin tertawa dan sambil mengatakan seksi aku kan,dan aku akan melihat apa reaksi nya, pasti wajah nya yang putih akan seperti warna tomat yang terbakar karena ndak melihat ejekan ku, hal yang paling ingin aku lakukan pada nya yaitu melihatnya tersiksa menahan nafsu nya, tapi kalau hal itu aku lakukan pada nya yang ada dia akan melampiaskan nya pada mbak winda, ndak aku ndak mau hal itu terjadi, kenapa aku yang jadi bingung begini, kenapa justru aku yang jadi takut, biar akan ku coba.
"mau makan apa? tanya nya pada ku
"mas irwan mau makan apa? tanya ku
"di tanya kok malah balik nanya? jawab nya
"ya aku ikut saja?
"entar kamu gak selera?
" ya cari makanan yang mas irwan suka tapi yang aku suka juga?
"memang ada? tanya nya dengan melirik ku
" ya ada?
"mendingan yang kamu suka aja deh?
"beneran,tapi jangan yang mahal mahal ya?
" memang nya kenapa? tanya nya dengan memandang ke arah buah dada ku, dasar suami mesum, memang ada ya suami mesum,
"uang aku ndak cukup? jawab ku dengan malu malu
"hahahahahaha....?
" kenapa tertawa? tanya ku
"lucu aja, dan aku gak akan meminta kamu yang bayar ga????
" terus siapa?
"kamu itu lugu atau bloon?
" maksud kamu apa mas? tanya ku dengan memukul lengan nya
"ya gak mungkin lah kamu yang membayar ga? kenapa semenjak di rumah sakit aku memiliki rasa yang aku sendiri ndak tau kapan datang nya, mobil berhenti di sebuah restoran besar, aku yakin ini restoran yang di masuki oleh orang orang yang berkantong tebal,
" ayok turun? ajak nya
__ADS_1
"kalau ketemu mbak Winda gimana mas? tanya ku
" kenapa sih kamu selalu sebut nama dia ketika kita lagi berduaan?
"aku hanya khawatir mas kalau tiba tiba dia datang dihadapan kita?
" aku tau tempat mana aja yang gak pernah dia datangi? jawab nya dengan berjalan menuju meja kosong, sungguhkah, beruntung sekali mbak Winda bisa diperhatikan sedetail itu, bahkan dia tau tempat mana saja yang dia suka dan ndak dia suka. aku mengikuti mas irwan yang duduk di meja kosong, wajah nya sedikit menahan marah, dasar manusia astral mudah marah, mudah emosi dan ndak bisa menahan amarah, seperti ini kah sifat asli nya?
pelayan datang dan memberikan menu makanan, sungguh menu nya yang ndak pernah aku dengar, sayang mood ku bilang melihat wajah nya yang menahan amarah
"saya pesan jus jeruk mas, tapi jangan di kasih air ya mas, air jeruk asli di tambah batu es?
"apa lagi mbak?
"sudah?
"kalau cuma pesan jus kenapa kemari? tanya nya
"selera makan ku hilang?
"kenapa?
"melihat wajah mas irwan menahan amarah?
" aku ndak sengaja mas?
"kamu sengaja aku pun gak tau! jawab nya, ini... ini yang gak aku suka, masalah kecil di perpanjang, kenapa aku sekarang melihat dia seperti anak kecil yang mudah marah.
" terserah mas irwan?
"kok begitu jawaban nya?
" jadi harus gimana mas, semua salah. semua salah, aku ndak pernah benar di depan kamu? kata ku menahan suara, agar ndak terdengar dengan para pengunjung yang lain, ku tarik nafas ku dalam dalam"aku jadi bingung melihat mas irwan?
"kenapa harus bingung?
" karena kamu seperti memiliki kepribadian ganda mas?
"apa!!! suara mas irwan membuat para pengunjung terkejut dan melihat ke arah kami berdua" maksud kamu apa?
"tanya saja pada diri mu sendiri mas, aku rasa kamu bisa memahami perkataan ku? kata ku sambil berdiri dan pergi
__ADS_1
" eh tunggu? panggil nya dengan meletakkan kan uang seratus ribuan selembadi meja"maksud kamu apa? tanya nya dengan menarik tangan ku
"sudah mas, aku lelah aku capek, kamu selalu membesarkan masalah mas?
" kamu nyalahin aku? tanya nya dengan menunjuk diri nya sendiri
"ndak,,, aku yang salah? jawab ku dan berjalan tapi dia masih menarik tangan ku
" maksud kamu apa? tanya nya dengan memandang wajahku
"ndak ada? kata ku dengan masuk ke dalam mobilnya
" eh kamu mau kemana? dengan menahan pintu mobil, membuat aku terkejut.
"pulang?
" no naik angkot kamu aku mau jalan dulu?
apa.... sungguh tega kamu mas menyuruh ku naik angkot, dasar kepala batu, otak batu, semuanya yang buruk cocok untuk sebutan buat kamu, aku turun dan langsung menyetop angkot
"kamu ngapain? tanya nya dengan menarik tangan ku
"mandi? jawab ku" ya pulang lah?
"aku cuma bercanda? kata nya dengan tersenyum
" kamu pikir aku bahan candaan mas, dan kamu pikir ini lucu, kamu salah mas,kamu bisa mempermainkan ku sesuka hati mu mas, karena aku hanya kamu anggap sebagai mainan iya kan? dengan naik angkot, harus ku panggil apa lagi suami seperti kamu mas
"ga tunggu? panggil nya, aku ndak memperdulikan nya, hati ku sungguh sakit mas sungguh, terkadang baik, perhatian, marah, tersinggung, aku jadi bingung melihat kepribadian mu mas. ternyata mas irwan mengikuti ku dari belakang angkot, mau kamu sebenar nya apa mas? HP ku bergetar ternyata dia menelpon ku, tapi ndak aku angkat, gimana aku akan sembuh kalau kelakuan suami ku saja ndak bisa di prediksi. aku berhenti tepat di depan pintu gerbang rumah nya, dan dia juga sampai mobil nya berhenti tepat di belakang ku, gerbang di buka oleh mang diman, aku masuk di ikuti oleh nya, aku berjalan pelan menaiki anak tangga,
"ga tunggu? panggil mas irwan
" kamu marah ga? tanya nya lagi, aku ndak menjawab kalau aku jawab maka akan terjadi pertikaian kembali,"kenapa kamu diam? tanya lagi yang sudah berjalan di sampingmu
"kalau aku bicara hanya menimbulkan pertikaian untuk apa aku berbicara?
" kenapa kamu berbicara seperti itu?
"kenyataannya kan? jawab ku berhenti dan kami saling berhadapan, dada ku terasa berdetak lebih cepat,
" kenyataan nya apa?
__ADS_1
"aku tetap salah di mata mu mas?
" aku bingung dengan sikap ku sendiri ga, kenapa aku jadi seperti ini jika di depan kamu? kata nya dengan memandang ku"pada hal selama ini aku gak pernah seperti ini ga, jatuh cinta kah aku pada mu ga? dan aku juga merasakan perasaan sakit ketika kamu berbicara dengan laki laki lain ga?tolong jelaskan pada ku ga, perasaan apa ini yang aku alami ga?