
aku berdiri dan berjalan menuju kamar dan meninggal kan mas Irwan yang masih memegang coklat nya
"kamu mau kemana?tanya mas irwan dengan mengejar ku
"ke kamar istirahat"
"pelan pelan"kata mas Irwan dengan memegang punggung ku,dia menatap ku dengan wajah penuh tanda tanya,sesampai nya di kamar aku duduk di pinggir ranjang di ikuti oleh nya
"ini coklat nya"kata nya dengan membuka coklat"biasa nya kalau kita lagi gak mood makan coklat ini mood kita akan kembali membaik,coba deh"kata nya dengan memberikan coklat nya ke mulut ku
"aku ndak suka"jawab ku dengan ketus
"kamu kenapa sih?tanya nya mulai emosi
"aku ndak suka kamu jalan sama Nina?
"aku jalan bukan berdua saja sama Nina tapi juga sama ibu dan nino juga Reno"
"tapi aku ndak suka kalau Nina juga ikut"
"kamu aneh banget"
"kamu bilang aku aneh mas?tanya ku
"ya aneh aja"jawab nya dengan meletak kan coklat di sebelah ku dan berdiri di depan ku"sejak kapan kamu gak suka aku jalan sama mereka?tanya nya
"pokok nya aku ndak suka"
"tau gak kamu kayak anak kecil"kata nya dengan meninggalkan ku dengan membanting pintu,aku menarik nafas dan mulai menangis
kenapa aku sekarang jadi aneh dan cemburu ndak jelas seperti ini,aku hanya takut mas Irwan meninggalkan ku karena bentuk tubuh ku sudah ndak seperti dulu lagi.dan ini membuat ku menjadi suka marah dan tersinggung,batin ku
"kamu mau kemana Ir?tanya mami
"ada urusan sebentar mi"
"istri kamu dimana?
"di kamar mi lagi istirahat"
"jangan sering di tinggalin Ir"
"memang nya kenapa mi?
"tadi iga istri kamu bilang sama mami kalau perut nya sering sakit"jawab mami
"cuma sebentar mi habis itu aku langsung pulang"
"ya udah jangan lama lama"
"baik mi,aku tinggal dulu ya mi"pamit nya dan pergi meninggalkan mami
sementara mami dan ibu di dapur bercengkrama dengan sekali kali tertawa karena bercerita kisah mereka,sementara ketiga adik ku sibuk dengan barang belanjaan nya
"aku akan ke tempat Naura mau konsultasi dulu tentang iga kenapa istri ku mood nya suka berubah rubah dan kadang bersikap aneh"batin mas irwan,dan dia memikirkan keadaan ku yang kata mami perut ku sering sakit
dia menuju tempat dimana Naura bekerja,setelah mengadakan janji dia masuk keruangan Naura
__ADS_1
"eh tumben kamu datang sendiri mana istri kamu?
"di rumah"jawab nya bete
"kenapa kamu?
"aku bete Ra"
"bete kenapa?
"iga istri ku"
"kenapa dengan nya?
"aku pusing lihat nya Ra,kadang gak mood kadang marah,kadang cemburu gak jelas" dr.naura tersenyum
"wan,,,kamu itu mau jadi bapak masak iya kamu gak paham?
"paham?tanya nya dengan tersenyum"aku gak paham Ra kamu kan tau ini kali pertama nya aku mau punya anak"
"itu biasa terjadi bagi wanita hamil yang sudah dekat dengan kelahiran nya"
"apa hubungan nya?
"pakai nanya lagi"kata dr.naura"dia bersikap seperti itu karena perubahan hormon,perubahan bentuk fisik nya"
"tapi aku tetap mencintai nya Ra"
"betul,,,,tapi apa kamu tau kalau dia sudah mulai tidak percaya diri?
"kenapa dia tidak percaya diri?
"kamu nyalahin aku?
"bukan nyalahin kamu wan,,,tapi kamu gak peka terhadap kondisi yang terjadi pada istri mu"
"menurut ku semenjak dia hamil besar ini dia semakin cantik"
"itu menurut kamu,,,nasib baik dia gak ngeluh sama kamu kalau perut nya suka sakit"
"ha sakit?
"kenapa?
"dia ngeluh sama mami ku kalau perut nya sering sakit"
"tu kan kamu gak peka sebagai suami"kata dr.naura"tapi itu biasa bagi wanita hamil yang sudah dekat kelahiran nya"
"kalau begitu aku pamit"kata nya dengan berlari menuju parkiran mobil dan melaju kencang menuju rumah
"iga dimana mi?tanya nya
"di kamar"mas Irwan langsung lari menaiki anak tangga dan membuka pintu kamar,aku tertidur dengan pulas diranjang,mas Irwan memncium bibir ku membuat aku terkejut dan terbangun.
"kamu apa apaan sih mas?tanya ku dengan berusaha bangun dari tidur dan di bantu nya
"maafkan aku ya?kata nya
__ADS_1
"untuk apa?
"aku suami egois dan gak peka sama kamu"aku diam dengan menatap nya"dan kamu kenapa gak bilang sama aku kalau perut kamu suka sakit?tatapan nya begitu sendu
"ndak ada yang harus di maafkan mas"
"kamu masih marah sama aku?tanya nya dan aku menatap nya dengan menggelengkan kepala"tapi kenapa kamu masih diam"
"aku hanya ndak enak hati saja mas"
"dengan Nina?tanya nya pura pura bloon
"terserah"jawab ku sewot dengan pergi meninggalkan nya
"eh tunggu"panggil nya dengan menarik tangan ku dengan lembut
"kamu mau kemana?
"turun ke bawah mas"jawab ku santai dan aku begitu terkejut mendengar suara tangisan yang begitu kuat dan itu
"ibu mas,,kenapa dengan ibu?tanya ku dengan berjalan terburu buru menuruni anak tangga
"pelan pelan yang"aku ndak memperdulikan nya,aku begitu khawatir dengan ibu yang menangis menjerit jerit begitu juga dengan kedua adik ku,eh ketiga adik ku kenapa aku lupa kalau Nina itu juga adik ku,masa bodoh
"Bu,,,"panggil ku dan ibu juga adik adik ku memeluk ku
"ada apa bu?suara tangisan ibu semakin kuat
"ada apa no?tanya ku pada Nino
"bapak mbak"
"kenapa dengan bapak?tanya ku semakin bingung
"bapak meninggal mbak"jawab Reno
"ha,,,,!jerit ku terkejut dengan menutup mulut ku,aku hampir jatuh tapi beruntung mas Irwan memegang punggung ku
"mari kita duduk"kata mas Irwan menuntun ku untuk duduk dan di ikuti ibu,sedikit pun aku ndak menangis tapi dada ku terasa begitu sesak,mas Irwan mengusap punggung ku,aku hanya diam mematung,senang kah aku melihat bapak meninggal tapi kenapa dada ku terasa sesak dan sakit
"mas"panggil ku mulai menangis
"ada apa?tanya nya dengan memeluk ku
"kita pulang sekarang ya nduk"kata ibu ku,dan mami berlari kecil menuju kamar ibu
"ada apa ini?tanya mami khawatir karena melihat semua nya menangis
"bapak nya iga meninggal mi"
"innalilllahi,,,kapan?
"barusan mi"
"ya udah buruan kemas kita berangkat sekarang naik pesawat aja ya"kata mami dan mami sibuk memesan tiket pesawat untuk tujuh orang.
"tapi iga lagi hamil besar mi memang nya boleh naik pesawat?
__ADS_1
"oh iya mami lupa"jawab mami dengan memukul kening nya sendiri
"ya udah kita naik mobil aja"mami sibuk mengatur ke berangkatkan ku dan juga keluarga ku.