Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Tragedi


__ADS_3

Mas Irwan menggandeng tangan ku menuju ruangan ku dan mereka merasa iri melihat kami berdua


"jam berapa dari Jakarta mas?tanya ku dengan mengambilkan nya segelas air putih


"jam berapa tadi ya?kata nya dengan mengingat ingat"aku lupa yang,,,habis aku hanya memikirkan kamu aja"


"kamu kok bucin banget seh mas?tanya ku dia hanya tersenyum


"aku bisa gila karena terlalu mencintai kamu ga"aku tertawa


"tok...tok"


"masuk"


"maaf non"


"uuppppzzz,,,jangan panggil saya dengan sebutan non Sandra,panggil saja mbak itu lebih nyaman"mas Irwan tersenyum


"biarin dong yang"kata mas Irwan


"aku bukan nona mas,aku hanya beruntung saja bisa di nikahi dan di cintai dengan orang seperti kamu"


"dan aku lebih beruntung memiliki istri seperti kamu"


"eh,,maaf,,,maaf Sandra,ada apa?tanya ku


"ada yang mencari non eh mbak iga"


"siapa?


"saya gak kenal mbak"jawab nya,aku keluar di ikuti Sandra dan mas Irwan,kami mencari siapa perempuan yang mencari ku,


"iga awasssssssss!!!jerit mas Irwan tapi teelambat,beeegggghhh suara pedang menebas punggung ku,aku lunglai mas Irwan berusaha menangkap ku,


"kejar dia!!!jerit mas irwan,pegawai laki laki mengejar nya,sementara aku"ga"panggil mas Irwan aku memegang tangan nya,darah mengalir deras dari punggung ku


"den ini orang nya"aku melirik nya ternyata winda,mas Irwan meletak kan ku sebentar dan

__ADS_1


"plak,,plak,,,plakkk"tiga kali tamparan mendarat di pipinya"dasar perempuan ********"cuihhh,setelah itu mas Irwan buru buru mengangkat ku dan di bawa ke rumah sakit"bawa dia ke kantor polisi,karena dia harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu dengan istri dan calon anak ku"mas Irwan berlari dengan membopong ku menuju mobil nya,darah berceceran di lantai,begitu sampai mobil dia langsung menancap kan gas nya


"ga,,,bertahan lah"kata nya dengan memegang tangan ku yang dingin"ga kamu dengar aku kan?tanya nya,aku mulai mendengar suara menangis"ga"panggil nya dan mobil semakin kencang


"ciiiitttttzzz"suara rem mobil,


"suster!!!!!!!jerit mas Irwan,empat suster datang ke arah nya dengan membawa tempat tidur dorong"tolong istri dan calon anak saya sus"kata nya sambil menangis,empat suster langsung membawa ku ke ruang operasi dan di ikuti mas Irwan,ntah apa yang di lakukan oleh suster tapi aku merasakan tangan ku di suntik mungkin untuk pemasangan infus,mas Irwan mendekati ku dengan memegang tangan ku,siapa yang mengabari mami nya sehingga mereka semua sekeluarga datang


"mami"peluk mas Irwan


"apa yang terjadi?tanya mami dengan menatap ku,aku nyengir menggigit bibirku dia memandangi ku,posisi ku miring karena punggung ku yang di tebas


"siapa yang melakukan wan?tanya mami"selingkuhan kamu?tanya mami,seorang suster datang dengan membawa kantung darah dan di pasangkan di infusku,dr.naura datang


"apa yang terjadi ir?mas Irwan terdiam,di ruangan operasi begitu ramai dan sibuk,dr.naura memegang perut ku


"gimana Ra?tanya mas Irwan


"bayi nya bergerak masih aktif"


"dokter bedah akan menjahit luka nya,tapi?dr.naura ndak melanjutkan bicara nya


"tapi apa Ra?wajah penuh khawatir,di ciumi nya pipi ku bertubi tubi


"iga gak akan di bius"


"apa?


"istri mu sedang hamil,kalau di bius akan ada efek samping nya bagi calon anak kalian"


"sakit mas"aku mulai merasakan sakit dan perih di punggung ku,dr.bedah masuk tapi mas Irwan mulai merasakan mual ketika melihat begitu banyak gunting pisau di atas meja,suster mulai melepaskan baju ku dan di ganti dengan selimut,mas Irwan mengusap tangan ku dan menempelkan bibir nya di pipi ku


"adduuuuhhhhhh!!!!aku menjerit dengan memengang erat tangan mas irwan,suster berjalan ke arah ku untuk menahan rasa sakit di sumpalnya mulut ku dengan handuk,keringat membasahi wajah ku


"bertahanlah ga"kata mas irwan,dia menangis di depan ku,sudah hampir satu jam lebih aku di ruang operasi dan akhir nya selesai,


"tiga puluh lima jahitan"mas Irwan terkejut,dan aku di pindahkan di ruang rawat inap dan keluarga mas Irwan mengikuti ku dari belakang sementara mas Irwan selalu memegang tanganku karena aku tau dia orang yang paling bersalah dalam hal ini,keringat membasahi wajah ku yang pucat,mami selalu di samping ku di usap nya wajah ku

__ADS_1


"yang kuat ya ga"kata mami dengan lembut,aku hanya nyengir menahan perih


"sus ini gak di kasih obat?tanya mami


"gak Bu,karena Bu iga lagi hamil gak boleh minum antibiotik atau obat penahan sakit"


"jadi"


"hanya infus ini aja Bu"mami memandang ku dengan tatapan iba,suster pergi tinggal aku,mami dan mbak rani sementara tiga sekawan papi,mas Irwan dan mas Eko ndak tau kemana.aku tidur miring,


"kamu mau makan?tanya mami,aku menggelengkan kepala dengan menahan sakit,rasa nya sungguh ndak tertahan kan


"kemana mas Irwan mi?tanya ku


"keluar sebentar"


Sementara mas Irwan dengan papi nya dan mas nya mereka pergi ke kantor polisi,di lihat Winda tertunduk lemas


"plak"tamparan sangat keras mendarat di pipi nya"itu untuk air mata yang keluar dari mata iga karena ulah mu"mas Irwan benar benar kesurupan"plak ini untuk setiap darah yang mengalir dari tubuh nya atas ulah mu dan,plakk ini untuk menahan sakit nya"


"sudah wan sudah,,,"kata papi nya dengan menarik tangan mas irwan"kamu mau lihat dia mati?tanya papa nya,pandangan mas Irwan begitu mengerikan


"biarkan dia membusuk di ruangan ini"kata nya


"kamu kejam wan"kata mbak Winda dengan mengusap bibirnya yang berdarah"aku pernah mengisi hari hari mu,aku pernah menjadi orang yang sangat berarti bagi mu,aku,,,"


"diam wanita murka!!hardik mas irwan


"udah,,udah,,"kata mas Eko dengan menepuk nepuk punggung nya.


Aku berusaha memejamkan mata ku tapi itu terasa sulit,aku berusaha untuk bergerak tapi itu terasa sangat sakit,kemana mas Irwan kenapa dia pergi begitu lama,apakah dia menemui mbak Winda atau


"lama ya?tanya mas irwan dengan mengusap pipi ku


"kamu dari mana mas?tanya ku dengan menggeser kan posisi ku


"sakit?tanya nya melihat ku nyengir2 dengan menggigit bibir ku menahan sakit,aku mengangguk kan kepala"jangan lasak ya nanti jahitan nya lepas"kaya nya dengan duduk di sebelah ku"kalau di jahit ulang mangkin sakit.

__ADS_1


__ADS_2