
"Kita dilahirkan untuk melawan kejamnya takdir"
_________________________________
Pagi yang cerah untuk penduduk kota Foshan.
Foshan adalah kota yang terletak pada provinsi Guangdong, Cina. Kota yang terkenal akan seni bela diri kungfunya. Kota tenang yang jauh dari hiruk pikuknya kehidupan.
Di Kota inilah Ikhsan menghabiskan masa SMA nya dalam waktu 3 tahun. Tepatnya di sebuah sekolah Foshan No. 1 High School.
Ikhsan memutuskan meninggalkan keluarganya di Hamburg, Jerman dengan alasan ia ingin menjadi seorang anak yang mandiri yang bisa hidup tanpa mengandalkan uang keluarganya yang kaya raya.
Dan alasan lainnya adalah, ia ingin mendalami seni bela diri Cina, yaitu Whing-Chun. Tepatnya di Whing-Chun Training Centre.
"Hy Al-Zair," Begitulah teman-teman Ikhsan memanggil namanya di sekolah.
"Sudah kubilang, namaku Ikhsan," Ikhsan tidak mau di panggil Al-Zair karena itu adalah nama utama Keluarganya.
Ikhsan yang menekuni seni bela diri dan study, mendapat santunan baik dari warga Foshan. Ia sudah di anggap seperti penduduk asli di sana. Ia menumpang hidup pada keluarga salah seorang teman Kungfu sekaligus teman sekolahnya yang bernama Chan Tin. Di panggil Tin sedangkan Chan adalah nama keluarganya.
🍃
__ADS_1
"Hari sudah pagi, Ikhsan," Tin membangunkan Ikhsan untuk pergi sekolah.
Sinar terang matahari pagi menerpa wajah dua orang beda kulit itu. Ikhsan dan Tin pergi sekolah hanya berjalan kaki. Selama dalam perjalanan, tidak sedikit wanita-wanita sekolahan menyapa Ikhsan. Wajar saja, Ikhsan berkulit putih berambut lebat dan panjang serta pirang. Tin juga tidak kalah tampan dengan mata sipit dan kulit kuning sebagai ciri khas orang Cina.
Selama di sekolah, Ikhsan dan Tin dianggap 2 siswa yang baik dan cerdas. Mereka berdua sudah seperti saudara. Padahal, mereka baru 1 tahun bersama.
🍃
Perguruan Kungfu Whing-Chun yang di pimpin oleh Sifu adalah tempat cikal bakal Ikhsan menjadi seorang petarung kungfu yang hebat.
"Whing-Chun, di ciptakan dan di gunakan untuk melindungi bukan malah memperlihatkan kesombongan. Membela dan menegakkan yang benar tanpa memandang status atau kasta. Lindungi mereka yang lemah," perkataan sang Guru inilah membuat Ikhsan ingin merubah keluarganya yang begitu sombong terhadap yang lemah.
🍃
"Tin," sapa ikhsan. "Sudah hampir 3 tahun aku di sini, kalau di pikir-pikir, aku juga merindukan keluargaku yang di Jerman. Aku memutuskan," sambung Ikhsan.
__ADS_1
"Katakan saja Ikhsan. Apa kau ingin kembali ke Jerman?," pertanyaan Tin membuat Ikhsan menguatkan hatinya untuk pulang.
"Iya, aku akan kuliah di Hamburg," Tin menepuk pundak sahabatnya, yang mulai meneteskan air mata.
"Taklukkan dunia ini men," Tin memeluk Ikhsan.
🍃
"Nak, kau adalah murid yang baik. Jangan lupakan nasehat yang ku berikan. Dunia ini di bentuk atas dasar kebaikan. Bertarunglah demi kebaikan dan rangkullah dunia ini demi melindungi yang benar. Semoga tuhan bersama mu," Sambil menangis, Ikhsan memeluk Sifu dan pamit.
Setelah berpamitan dengan keluarga Chan yang telah menampungnya selama 3 tahun, Ikhsan kembali menatap Foshan dan mengatakan.
"Kelak, aku akan kembali, dan berlatih lagi"
______________________________________
#gimana? Maaf kalau masih belum dapat alurnya.. Karena ini baru awal, di Hamburg nantilah semuanya akan di mulai
#vote dan komen and share
#jangan Lupa ikuti ya
__ADS_1