
intan masih menemani ku, dan dr. Naura baru saja keluar dari ruangan ku dan mengatakan kondisi ku sudah mulai membaik di bandingkan pagi tadi,
"tan? panggil ku, karena intan sedang tertidur di sofa" tan? panggil ku kembali
"hmmmm? jawab intan masih dengan mata terpejam
" lebih baik kamu pulang saja dulu mandi, setelah itu temani aku lagi ya? kata ku, intan langsung terduduk menatap ku
"memang nya suami kamu ndak nemani kamu malam ini? tanya nya
"belum tau tan? jawab ku sedikit kecewa
"aku ndak pernah mimpi kalau bos yang angkuh dan sombong itu menjadi suami kamu ga? kata intan dengan merapikan rambut nya yang berantakan
"apa lagi aku tan, sedikit pun ndak terpikirkan oleh ku, aku pikir mas dio yang akan menjadi pendamping ku, tapi jodoh berkata lain? kata ku dengan sedikit tersenyum
"ya sudah aku pulang dulu ya? pamit intan dengan memegang pundak ku
"jangan lama lama ya tan?kata ku
" iya? tapi sebelum intan keluar mas irwan sudah datang, intan memandang sinis
"pria sombong dan angkuh sudah datang ga? kata intan, karena begitu terkejut mendengar ucapan nya
"siapa yang kamu maksud? tanya mas irwan
"memang nya ada laki laki lain yang berada disini? jawab intan
" sudah tan sudah, malu di dengar pasien lain kalau di ruangan ini selalu terjadi keributan tan?
"kamu itu memang terlalu baik tan, sehingga kamu ndak bisa melihat keburukan nya? aku terdiam, benarkah aku terlalu baik sehingga ndak bisa melihat keburukan suami ku,
" aku melihat semua nya tan, bahkan aku melihat dengan jelas, tapi apa yang harus aku katakan? intan menatap ku dengan sendu
mas irwan mendekati ku dan memegang tangan ku
__ADS_1
"aku yang bersalah seharus nya aku mempunyai keberanian untuk mengatakan pada Winda kalau kamu itu istri ku ga?
" lalu kenapa ndak pak bos katakan saja, biar Winda tau kalau iga itu istri bapak?
"waktu nya belum tepat tan?
" sampai kapan? lanjut intan"iga yang jadi istri bapak aku yang sakit pak, sakit karena iga bapak khianati? aku selalu diam,
"baiklah,, aku permisi? intan keluar dan pergi dari hadapan kami.
" ga? suara yang lembut yang membuat ku lupa kalau lelaki yang di hadapan ku ini sudah menyakiti ku berulang ulang bahkan aku tetap baik pada nya"katakan ga aku harus bagaimana? tanya nya
"apa yang harus aku jawab mas, apakah kamu akan mendengar perkataan ku? ndak kan? kata ku dengan menghela nafas, dia menatap ku dengan tatapan penuh beban" kalau kamu masih ingin berjalan dengan nya, jalan lah mas, aku sudah menata hati ku dengan baik, agar ndak sakit hati?
"aku tau ga tau, kalau kamu memiliki hati yang sangat baik, bahkan kuat. tapi kenapa aku sekarang justru semangkin lemah? kata nya dengan pelan.
" kamu salah mas, salah menilai ku seperti ini, justru aku telah menjadi wanita lemah semenjak kehadiran mu mas? kata ku
"tapi aku melihat kamu begitu kuat ga?
" di luar nya mas, tapi disini? kata ku dengan menunjuk dada ku"salah kah aku mas, bila aku cemburu dengan teman dekat suamiku, salah kah aku marah mas bila suami ku jalan dengan perempuan lain? dan aku telah tau sebelum nya kalau wanita itu adalah kekasih suami ku jauh sebelum aku menjadi istri mu mas?
aku mendengar suara HP nya berdering, dengan cepat dia mengambil HP nya.
" ya halo bi?
"den irwan dan non iga kenapa ndak pulang?
" iga dirawat inap bi, oya bi kalau mami nelpon jangan bilang ya kalau iga lagi sakit, saya gak mau mami khawatir bi?
"baik den, tapi gimana dengan non iga den?
" sudah baikan bi?
"syukur deh kalau begitu, bibi jadi lega den?
__ADS_1
" kalau begitu HP saya matikan ya bi? HP di matikan, dia mendekati ku dan duduk disebelah ku
"kamu mau makan apa? tanya nya pada ku
" aku ndak lapar mas?
"kalau kamu gak makan gimana mau sehat biji kecambah ku? katanya dengan mengusap perut ku"dan kamu tau ga, aku sekarang udah gak sabar menanti kelahiran nya ga? kata nya dengan begitu semangat, ada keraguan di hati ku mendengar ucapan nya, apakah setelah biji kecambah ini lahir aku akan berpisah dengan nya, dan hak asuh anak akan di ambil oleh nya, aku menggeleng gelengkan kepala"kamu kenapa ga? tanya nya dengan melihat ku begitu khawatir.
"ndak ada mas?
" kamu bohong?
"aku ndak bohong mas?
" kalau gak bohong kenapa muka kamu begitu khawatir?
"aku gak khawatir? kata ku dengan berusaha menutupi nya dengan tersenyum. pintu ada yang mengetuk dan ternyata dr. Naura
" gimana keadaan nya mbak? tanya nya dengan meriksa ku, dengan melirik kearah nya mas irwan yang sedang memegang tangan ku"udah mendingan, kalau malam ini udah gak demam, besok juga udah boleh pulang? lanjut nya
"Terima kasih dok?
mengapa dr. Naura agak lain hari ini, apakah dia masih menyimpan cinta terhadap mas irwan, kenapa dia begitu dalam menatap nya,
" oke? jawab nya, setelah itu pergi dari kamar ku, sementara mas irwan menatap ku dan ingin mengatakan sesuatu tapi diurungkan nya, sebenar nya apa yang telah terjadi. hanya dia yang tau karena dia lah yang memiliki hati. dan ndak berapa lama pintu kamar ku di ketuk lagi dan ternyata intan yang sudah begitu harum.
"ini aku bawakan makanan buat kamu? kata intan dengan memberikan ku sekotak kue yang isi nya martabak telur
" kamu ndak usah repot repot, kamu sudah datang saja aku sudah senang tan? kata ku dengan mengambil sepotong martabak telur dari tangan nya
"aku yakin kalau kamu itu pasti belum makan?
" kamu memang sahabat terbaik ku? dengan bangga dia tersenyum pada ku, sementara mas irwan masih dengan tenang menatap ku yang lagi makan martabak telur
"kamu lapar apa doyan ga? tanya nya
__ADS_1
" ndak tau, pada hal aku ndak lapar sedikit pun?
"aku pulang dulu ya mau mandi, setelah itu aku akan datang lagi? pamit mas irwan dengan melepaskan tangan ku dari genggaman nya, aku mengangguk kan kepala dan dia mencium kening ku, intan mempalingkan wajah nya mungkin dia jijik melihat tingkah bos nya yang sok romantis tapi cuek ketika mbak Winda berada di samping nya.