Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Sudah Satu Bulan


__ADS_3

Hari ini genap sudah satu bulan aku bekerja di perusahaan yang baru ini dan hari ini juga aku menerima gaji pertama ku, dan aku melakukan pekerjaan ku seperti biasa, aku tersenyum ndak berasa mehamilan ku sudah hampir lima bulan penuh dan gerakan nya juga sudah kuat, tinggal empat bulan lagi nak kamu akan lahir dan kita akan pulang ke kampung nenek,


"Hai ngapain kamu senyum senyum? dengan menarik tangan ku yang memegang perut ku" kalau mau melamun jangan kerja di sini? kata nya hal seperti ini sudah biasa aku dapatkan dan aku ndak merasa terkejut bahkan mereka lebih banyak menyuruhku dari pada melakukan sendiri, ada seseorang lelaki yang selalu memperhatikan gerak gerik ku di ujung susunan kardus,begitu selesai aku langsung duduk seperti biasa dengan meluruskan kaki ku dan menyandarkan punggung ku untuk menghilang kan sakit di pinggang ku bekel yang ku bawa ku letak kan di paha ku,


"kamu ngapain enakan duduk duduk? kata seseorang dengan menarik tangan ku


" tapi mbak?


"itu belum selesai?


" bukan kah itu pekerjaan mbak yang harus mbak selesaikan?


"ada apa ini? aku seperti mengenal suara itu dan suara itu ndak asing lagi bagi ku, benar ternyata itu suara mami dan aku hanya melihat tanpa memanggil karena mami mengisyaratkan agar aku harus diam


" ini bu karyawan baru ini belum waktu nya istirahat sudah istirahat? dia mengadu, mami memperhatikan aku yang sedang duduk di lantai dengan perut yang semakin membesar, aku berusaha untuk bangkit tapi lagi lagi mami mengisyaratkan melalui mata nya agar aku tetap duduk"sangat pemalas sekali? kelihatan sekali kalau dia ndak menyukai ku


"dia istirahat karena dia merasa pekerjaan nya telah selesai? pembelaan mami buat aku"saya lihat dia rajin bahkan pekerjaan kalian dia mengerjakan? mereka semua terkejut dan bertanya tanya dari mana wanita tua separuh baya ini tau, aku hanya diam dengan membuka bekel ku kalau aku tau mami akan datang aku ndak akan membawa bekel dengan lauk sambal teri cabe potong, tapi biarlah to semua nya ndak disengaja.


"setelah makan siang semua berkumpul di aula pertemuan,semua nya tanpa terkecuali dan saya tunggu?mami langsung meninggal kan kami, bahkan mereka bertanya tanya ada apa, kenapa, aku jadi takut semua nya bingung aku hanya diam ndak menanggapi nya karena aku sibuk dengan nasi ku, tiba tiba perut ku terasa keram, kenapa harus keram nak apa itu arti nya kamu rindu dengan nenek kamu kata ku dengan mengusap perut ku, semua pergi ke aula mungkin ada yang penting jadi kami semua harus berkumpul, aku orang yang terakhir hadir di aula dan semua orang memandang ku sinis, apa lagi karyawan bagian gudang


"kenapa telat? tanya seseorang yang ndak aku kenal

__ADS_1


" maaf Pak perut saya sedikit keram? jawab ku dengan menunduk


"alasan saja? suara seseorang, mami memandangi ku dengan tersenyum, penampilan mami sungguh sangat elegan di leher nya tergantung berlian yang berkilau, di telinga nya tergantung giwang yang berlapiskan mutiara, dan di jari tangan nya ada beberapa cincin yang melingkar yang terbuat dari emas 30krat yang berlapiskan berlian,jam tangannya berkilau dengan merk rolex sangat sempurna belum lagi tas nya yang bermerk branded.


"mohon perhatian sebentar? kata direktur semua terdiam" perlu semua ketahui karena selama ini kalian semua belum mengenal siapa perempuan yang duduk di samping saya, beliau adalah pemilik perusahaan ini? mereka semua terkejut termasuk aku juga, tapi ada beberapa orang yang sudah mengenal nya sehingga mereka biasa biasa saja.


"persilahkan bu? mami menatap ku


" ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan yang mungkin barangkali anda semua belum mengetahui? kata mami dengan memandang wajah kami satu persatu"saya ingin mengangkat iga sandriawati sebagai direksi di perusahaan ini? mereka semua terkejut mendengar pernyataan dari mami?


"dia kan karyawan baru bu? kata seorang wanita yang bekerja di bagian gudang sama dengan aku


"ya keberatan dong bu, pada hal disini masih banyak karyawan yang bisa di promosikan ke bagian itu dengan kemampuan dan lama masa kerja nya?


"benar sekali kata kamu tapi kamu tau tidak apa alasan saya mengangkat saudari iga sebagai direksi diperusahaan ini pada hal dia juga baru satu bulan bekerja di sini? kata mami dengan tersenyum" iga kamu kemari? aku sangat terkejut begitu mami menyuruh ku untuk maju dan duduk di sebelah nya, semua menatap ku dengan tatapan aneh, mami memegang pundak ku"karena iga sandriawati adalah menantu saya? betapa terkejut nya ketika mereka mendengar kalau aku adalah menantu pemilik perusahaan ini


"tapi mi? kata ku tapi mami sudah menyela nya


"kamu gak boleh menolak? aku hanya mampu diam ketika mami mengatakan hal itu"ini adalah nyonya iga Wijaya hardi diningrat istri dari anak lelaki tunggal saya? dengan menunjuk ke arah ku


"tapi apa beliau sudah memiliki kemampuan dalam hal berbisnis bu?

__ADS_1


"oh iya, dia sudah bekerja di PT.Abadi Wijaya selama kurang lebih sembilan tahun?


"apakah dia bekerja sebagai karyawan biasa bu atau hanya sebagai staf?


"pertanyaan yang bagus, coba iga sebutkan berapa perusahaan yang kamu rekurt yang sampai sekarang masih join?


" hanya sepuluh mi? jawab ku berbohong karena aku begitu canggung, mereka tertawa lucu mendengar kalau aku hanya mampu merekurt sepuluh perusahaan untuk di ajak kerja sama dalam kurun waktu sembilan tahun


"jangan berbohong, kata kan yang sebenar nya? aku sedikit ragu


"kurang lebih ada empat puluh perusahaan yang saya rekurt untuk kami jadi kan klien di perusahaan kami baik dari segi properti,industri dan proyek lain nya? mereka langsung terkejut mendengar kan kata ku kalau aku mampu merekurt empat puluh perusahaan untuk bekerja sama di perusahaan PT. Abadi Wijaya kini mereka menunduk semua nya


"jadi kalian semua pahamkan alasan saya mengangkat dia sebagai direksi di perusahaan ini, yang pertama karena dia memiliki skil yang sangat luar biasa dan yang kedua karena dia menantu saya jadi saya ingin dia yang akan meneruskan perusahaan ini, oke semua nya boleh bubar? sebelum bubar"kamu sudah kontrol ke dokter bulan ini ga?


"belum mi?


"kenapa? pertanyaan yang sulit aku jawab" karena uang? jawaban yang membuat aku malu"siapa bagian keuangan di sini, tolong ambil kan gaji nya? perintah mami, kepada seorang wanita yang begitu cantik dengan pakaian yang begitu mini langsung sigap mengambil gaji ku dan menyerahkan pada ku


"Terima kasih mbak?


" sama sama bu? jawab nya dengan sedikit menunduk, mertua ku adalah pahlawan ku.

__ADS_1


__ADS_2