Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Kampung Halaman


__ADS_3

Akhir nya aku sampai juga di rumah ibu ku, aku ndak boleh kelihatan sedih, karena aku ndak mau ibu ku tambah terbebani,sebelum aku keluar dari mobil rino si bungsu ku kegirangan menyambutku


"hore mbak iga pulang bu" teriak nya, pak kardi membuka kan pintu mobil untuk ku dan aku keluar, semua adik ku menyambut ku dengan senyum bahagia mereka sudah pulang dari sekolah nya masing-masing, rino langsung memeluk ku


"mbak iga sudah punya mobil? tanya nya dengan senyum senang


" itu mobil perusahaan"jawab ku dengan memeluk nya,pak kardi membawa kan koper ku, sementara aku mendekati ibu ku, senyum bahagia terpancar di bibir nya aku langsung memeluk nya


"aku kangen bu" kata ku pelan


"ibu juga kangen sama kamu nduk" jawab ibu dengan mengusap kepala ku"gimana kabar kamu?


"sehat bu, sehat" aku melepaskan pelukan ibu dan memegang pipi nya, kemiskinan membuat ibu ku lebih tua yang ndak sesuai dengan usia nya,


"suami kamu mana? pertanyaan ibu membuat aku harus berbohong


" mas irwan sedang sibuk dengan bisnis nya bu, mungkin kalau dia sudah ndak sibuk akan menjemput ku"benarkah mas irwan akan menjemput ku, batin ku


"syukurlah kalau begitu" aku mendekati nina adik perempuan ku satu satu nya, ku peluk dia erat erat untuk melepaskan rindu, dia adalah teman berantam ku ketika aku belum menikah dan dia juga adik ku yang selalu berbagi


"gimana dengan kuliah mu?


"tinggal nunggu wisuda mbak"


"hasil IP mu berapa?


" 3.71"


"ndak sia sia mbak mu ini mengkuliah kan kamu nin" kata ku dengan mengusap kepala nya


"Terima kasih untuk semua nya mbak, setelah wisuda nina akan bekerja mbak"


"itu bagus" nino mencium tangan ku dan kami bersama sama masuk menuju rumah ibu ku yang sudah kelihatan bolong bolong dimana mana, pak kardi juga ikut masuk menenteng koper ku, waktu baru menunjukkan angka empat sore,


"saya di luar non"


"kalau pak kardi mau mandi kamar mandi nya di belakang"


"iya non" jawab nya dengan keluar


"nin" panggil ku


"ya mbak"


"buatkan teh untuk pak kardi"


"baik mbak"


Di rumah pondok indah ada seseorang yang datang mencari ku


"ada tamu, mau ketemu dengan siapa non? tanya bi surti begitu pintu di buka nya

__ADS_1


" saya mau ketemu dengan iga"jawab nya dengan wajah sinis


"non sudah terlambat"


"maksud nya?


" non iga baru saja keluar kota non"


"jangan bohong kamu? tanya nya dengan mencekal leher nya


" saya gak berbohong non"


"kalau kamu bohong kamu akan tau akibatnya"kata nya dengan melepas kan tangan nya" dan ingat satu hal saya akan menemukan majikan kamu?


"untuk apa non?


" kamu gak perlu tau"jawab nya dengan mendorong tubuh nya bi surti


"ya Allah,,, " kata bi surti dengan mengusap dada nya"kok ada ya wanita secantik dia tapi jahat, saya harus nelpon non iga ya nelpon secepat nya"bi surti bangkit dengan bersusah payah untuk menuju meja telpon


"halo non, ini bi surti"


"ada apa bi?


"tadi ada yang datang non"


"siapa bi? tanya ku dengan mengganjal tubuh ku dengan beberapa bantal


"saya sudah tau bi?


" non iga kenal?


"sangat bi" jawab ku dengan memijit kening ku"sekali lagi kalau dia nanya tentang saya bilang saja bi surti ndak tau ya?


"baik non"


"bibi harus hati hati ya"


"dia jahat ya non" aku ndak menjawab nya dan langsung menutup telpon nya"untuk apa kamu mencari ku wahai pacar suami ku, ingin balas dendam kah kamu atau ingin meminta restu ku?kata ku pelan, biarkan semua nya berjalan sesuai keinginan nya karena aku lagi ndak ingin memusingkan semua nya,dan aku melupakan nya karena aku tertidur sangat pulas, dan aku juga ndak menyadari ketika ibu masuk kedalam kamar ku,


"nduk" panggil ibu begitu lembut dengan mengusap tangan ku, membuat aku terkejut dan langsung terduduk


"ada apa bu?


" sudah sore bangun dan mandilah, ndak baik wanita hamil mandi sore sore"ah ibu selama ini aku mandi ndak sore tapi malam bu.


"baik bu"


"setelah itu ajak pak kardi makan ibu sudah menyiapkan nya"


"kenapa ibu repot repot?

__ADS_1


" ibu ndak repot nduk"wajah ibu ku dengan tatapan senduh membuat ku menjadi iba, aku langsung memeluk ibu


"maafkan aku bu" kata ku


"untuk apa kamu minta maaf? tanya ibu dengan mengusap punggungku


" aku belum bisa membahagiakan ibu"


"kamu salah nduk" kata ibu melepaskan pelukan ku"kamu sudah berjuang sejauh ini nduk bahkan kamu ndak pernah memikirkan diri kamu sendiri"mata ibu ku mulai berkaca kaca dan telaga bening mulai jatuh di kelopak mata nya yang senduh"kamu sudah melakukan hal begitu banyak nduk,karena kerja keras kamu nina sebentar lagi wisuda, dan nino juga tinggal menghitung minggu akan selesai sekolahnya"aku menghapus air mata nya ibu bku tersenyum"seharus ibu yang mengucapkan Terima kasih nduk,, "ibu ku benar benar menangis" sampai sekarang bahkan kamu sudah menikah dengan perut besar seperti ini kamu masih memperjuangkan mas depan adik adik mu nduk"ibu mengusap perut ku"sampai kapan kamu memikirkan adik adik mu terus sementara kamu ndak pernah memikirkan diri kamu sendiri"


"aku ingin masa depan adik adik ku itu baik bu ndak susah seperti ibu, karena aku ingin hanya ibu dan bapak yang mengalami nya ndak dengan adik adik ku bu" aku menunduk dan menangis, ibu langsung memeluk ku


"kamu adalah kebanggaan ibu nduk" ibu ku memeluk ku kembali"kebanggaan ibu"aku berdiri dengan di bantu ibu ku"sudah berapa bulan usia kandungan kamu?tanya ibu dengan memandang ke arah ku yang nyengir dengan memegang bawah perut ku


"sudah enam bulan bu"


"tapi ibu lihat kamu sudah kesusahan begitu" aku tersenyum


"aku wanita kuat bu,,, ini ndak kesusahan bu"


"lalu apa nama nya?


" seperti nya bayi ku mengganjal di kedua paha ku bu"Jawab ku


"kamu pernah kusuk?


"kalau di jakarta ndak ada bu yang nama nya tukang kusuk ibu hamil bu, tapi nama nya SPA bu"ibu tersenyum mendengar kan ku


"kamu kusuk saja di tempat tukang kusuk waktu ibu melahirkan reno"


"ndak papa bu? tanya ku


" ndak, bayi kamu itu turun sekali karena kamu terlalu lelah"kata ibu dengan melihat perut ku, aku langsung menuju kamar mandi ternyata air di bak sudah penuh, siapa yang mengisi nya karena di tempat ibu ku belum ada mesin penarik air. begitu selesai mandi aku menuju kamar dan menyalin pakaian ku, mereka sudah menunggu ku di ruang tamu, bapak sudah pulang dan asik ngobrol dengan pak kardi


"apa kabar nya pak? tanya ku dengan mengecup tangan nya


" baik nduk baik"


"ibu di mana pak?


" di dapur"aku langsung ke dapur, ibu ku masih sibuk memotong cabai


"ibu mau ngapain?


" mau masak mie nduk"


"sudah ibu ndak usah masak, ibu ganti baju kita akan makan di luar" mendengar kata makan di luar ketiga adik ku bersorak


"memang nya kamu ada uang?


" jangan khawatir bu"

__ADS_1


__ADS_2