Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Menelpon


__ADS_3

Pagi ini aku masih malas untuk turun dari tempat tidur,dan suasana rumah juga sudah sunyi,biasa nya ibu selalu membangun kan ku, tapi pagi ini aku ndak mendengar ibu membangunkan ku,mungkin ibu sudah berangkat nyuci ke rumah bu'de Neni,dengan malas aku turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi,semua sudah kelihatan bersih dan rapi,tapi aku ndak melihat nina,dan bapak ntahlah semenjak aku tau kalau bapak adalah bapak tiri ku perasaan ku ada yang lain,aku seperti ndak suka dan aku ndak tau kenapa bisa seperti ini, seharus nya aku bersyukur aku sudah di anggap seperti anak nya sendiri dan ndak ada membeda bedakan dengan adik adik ku yang lain.aku duduk di meja makan dan ku buka tudung saji yang ada hanya sambal tahu dan rebus bayam,ini menu yang paling enak bagi mereka,aku harus bekerja agar aku bisa menabung untuk lahiran nanti,ya kalau aku lahiran nya normal kalau SC,tapi aku harus kerja apa?apa aku terima saja tawaran Devan tapi aku takut mas Irwan dan mami nya akan berpikir yang bukan bukan tentang ku,tapi apa perduli ku to selama ini mas Irwan ndak pernah memenuhi kebutuhan ku dan ndak mungkin aku minta dengan mertua ku dengan mengusap perut ku,aku akan menelpon Devan


"halo ga"suara Devan


"halo Van"


"mimpi apa kamu nelpon aku?


"mimpi,,,aku ndak mimpi"


"lalu ada hal penting kah kamu menelpon ku?


"masih ada ndak lowongan kerjaan yang kamu tawarkan kemaren?tanya ku dengan malu


"kamu bener bener mau kerja?


"ada ndak?


"santai dong ga"kata nya aku tersenyum


"aku juga minta tolong"


"apaan?


"buat Nina adik ku"


"apa yang gak buat kamu,masuk kan aja lamaran kerja kamu dan adik kamu"


"terima kasih Van"


"oke"


telpon mati,ku pijit kepala ku yang terasa pusing dan aku tersenyum dengan mengusap perut ku yang bergerak,maafin ibu nak karna kamu juga harus ikut berjuang sama ibu dan mudah mudahan semua ini untuk awal kita bahagia nak.besok aku akan mulai kerja dan aku bekerja bareng dengan Nina.aku atau nina yang akan menduduki posisi yang di tawarkan Devan.


Aku dan nina menuju pabrik teh sekaligus menuju kantor nya dan kami berjalan kaki karena aku dan nina ndak bisa mengendarai motor,hari ini aku memang beruntung karena Devan sudah menunggu ku.


"apa kabar ga?

__ADS_1


"baik"jawab ku dengan menjabat tangan nya


"dan ini?


"Nina pak"jawab Nina dengan menjabat tangan nya Devan


"ini adik kamu ga?


"ya"jawab ku,mungkin Devan sedang berpikir kenapa wajah kami ndak mirip sama sekali sehingga ada sedikit keraguan di hati nya,mungkin Nina lebih mirip ke bapak dan aku,wajah ku ndak mirip dengan ibu ku tapi hanya kulit putih ku yang mirip dengan ibu ku,mungkin aku mirip dengan bapak ku


"jadi kamu menerima tawaran ku?


"ndak Van,,,aku tempat kan di tempat yang lain saja"


"lalu yang manager?


"berikan pada adik ku"jawab ku,aku ndak mau ada pertanyaan pertanyaan baik dari orang lain maupun dari keluarga ku kenapa aku yang hanya memiliki ijazah SMA bisa memiliki posisi kerja yang lebih baik dari pada Nina,ini mungkin lebih baik.dan aku ndak tau kenapa aku sekarang menjadi baper apa yang terjadi?Devan menatap ku tanpa berkedip"jadi kapan kami bisa langsung masuk kerja Van?


"besok,besok jam setengah delapan kamu bisa langsung kerja"jawab nya"tapi aku gak tega ga"


"ada dua tempat kamu tinggal pilih"dia berhenti"CS dan bagian lapangan ga"


"aku pilih lapangan Van"


"kamu serius ga?Nina menatap ku dengan tatapan iba


"biar aku saja bagian lapangan mbak"


"kenapa nin,kamu tau kan nin apa yang mbak harapkan?tanya ku"mbak ingin melihat bapak sama ibu itu bangga lihat kamu"


"tapi aku ndak tega mbak"


"mbak mu ini kuat nin"aku begitu bersemangat,aku ndak ingin melihat mereka iba pada ku"kalau begitu kita permisi Van"


"aku antar ya?


"ndak usah"jawab ku sambil berjalan dengan memegang perut ku

__ADS_1


"tapi ini jauh lho ga,dan ini juga panas banget"


"aku akan terbiasa ketika kerja di bagian lapangan"


"mbak,,,,,"panggil Nina"biar aku saja mbak yang di lapangan"


"jangan membantah"kata ku,Nina langsung tertunduk diam,dan Devan tau aku adalah seorang kakak perempuan yang memiliki sifat tegas.kami berjalan di terik nya matahari


"mbak iga ndak capek?tanya nya yang melihat ku selalu mengusap keringat di wajah ku,sebenar nya aku ndak lupa kalau seorang wanita hamil yang perut nya mulai membesar akan mudah lelah dan itu mulai aku rasakan,


"sedikit"jawab ku dengan nafas yang mulai sesak dan ngos ngosan


"kita istirahat ya?kata nina yang ndak tega melihat ku,kali ini aku nurut karena aku begitu lelah,dan tanpa sadar aku menangis sehingga air mata ku menyatu dengan keringat


"mbak iga kenapa?tanya Nina dengan memegang punggung ku"perut nya sakit mbak?tanya nya dengan kebingungan,aku menggelengkan kepala"lalu kenapa mbak?aku semakin sesenggukan,ku pegang tangan Nina


"hati mbak mu ini sungguh sakit nin"


"masalah pekerjaan tadi?


"bukan itu nin,bukan"jawab ku menangis sambil geleng geleng kepala


"lalu apa mbak?tanya nina yang ikutan nangis


"kenapa mbak harus mengalami semua ini nin,kenapa?tanya ku pada adik perempuan ku satu satu nya"mbak ingin berbaring di pangkuan ibu nin dan mengatakan semua nya nin tapi beban ibu begitu berat"


"mbak bisa cerita dengan ku mbak?


"mbak ndak ingin membebani pikiran mu dengan masalah mbak nin"


"tapi aku siap mbak"aku menggelengkan kepala ku,hati ku begitu rapuh begitu sakit apakah aku siap menyandang status janda dengan satu anak,kamu jahat mas jahat,kamu ndak pernah memikirkan perasaan ku,dan sekarang ketika kamu benar benar datang pada ku dengan membawa penuh cinta tapi sedikit pun aku ndak mempercayai nya mas karena aku tau cinta mu hanya untuk Winda bukan aku,karena aku tau kamu ndak pernah mengharapkan kehadiran ku sedikit pun apalagi anak ini di kehidupan mu,aku menyesal kenapa pertama kali kamu merenggut kehormatan ku ndak aku laporkan saja kamu ke polisi kalau itu aku lakukan semua ini ndak akan begini jadi nya,semua sudah terjadi karena inilah takdir ku,,,batin ku berkecamuk


"mbak"panggil Nina,aku ndak ingin dia tau kalau aku adalah kakak tiri nya.aku menatap nya dengan penuh air mata dia langsung memeluk ku"ada aku mbak"kata nya dengan mengusap punggung ku"mbak iga harus kuat demi bayi mbak"mbak sudah ndak sekuat seperti dulu lagi nin,mbak mu ini telah rapuh karena telah di permain kan oleh kehidupan ini nin.batin ku"akan indah pada waktu nya mbak"


"apa di dunia nyata akan ada seperti itu nin?tanya ku


"percayalah mbak"kami saling pandang dan saling menangis.

__ADS_1


__ADS_2