Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
perdamaian


__ADS_3

Setelah pulang dari cafe Ariel merasa ada yang aneh dengan dirinya. selama ini hanya dengan orang orang tertentu saja dirinya bisa tersenyum dan banyak berbicara,namun saat bersama Rosa seperti sudah lama mengenalnya.tidak ada rasa canggung diantara mereka.apa karena Rosa anak yang ceria jadi dirinya ikut terbawa ceria.ah entahlah Ariel tidak ingin terlalu memikirkannya.tapi dalam hati kecilnya dia ingin selalu tau kabar Rosa, sehari tidak memandang Rosa rasanya ada yang kurang dalam hidupnya.


dia membersihkan diri lalu istirahat untuk menghilangkan rasa penat seharian duduk di kantor.


...--...


mama Ani merasa sangat bahagia rumah yang awalnya sepi sekarang ada tangisan seorang bayi,meskipun dihati kecilnya ada rasa khawatir karena memikirkan hubungan pernikahan anaknya.bagaimana kalau tak kunjung membaik,bagaiman kalau hati Dea terlanjur mati. Mama Ani tak ada henti hentinya untuk terus mendoakan kebahagiaan mereka.


Prasetyo kaget melihat hp nya sudah tidak tersambung dengan cctv di gedung tempat Amira di sembunyikan. Pasti ada yang nggk beres ini, dia buru-buru mau pergi menuju gedung itu sampai tidak menyadari kalau ada seseorang yang memperhatikan.


namun saat Prasetyo mau membuka pintu dia menoleh,dan baru menyadari kalau istrinya ada di kamar.


" Sayang aku pergi dulu, ada urusan yang sangat penting " Prasetyo mencium kening Dea lalu berlari. Prasetyo belum memberi tahu kepada Dea tentang Amira. Namun Dea sudah mengetahui dari Ariel.


Sesampainya di gedung itu Prasetyo sangat terkejut. kamera cctv yang dipasangnya sudah rusak tak berbentuk, Amira juga tidak ada di dalam gedung itu, yang tersisa pakaian lusuh Amira.


" Siapa yang melakukan ini, siapa yang membebaskan Amira,apa itu Ariel,untuk apa dia membebaskannya.prasetyo berlari ke sisi gedung namun tidak menemukan siapa siapa.mungkin mereka sudah jauh.aku berharap dia tidak akan muncul lagi di hadapanku"


Prasetyo memutuskan untuk pulang kerumah,sesampainya dirumah dia melihat istrinya sudah tertidur. padahal Prasetyo akan menjelaskan tentang Amira kepada Dea.


Prasetyo mendekati istrinya,dia menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Dea,entah kenapa dia benar benar tidak ingin kehilangan Dea untuk kedua kalinya.kehilangan Dea benar benar membuat dirinya gila.setelah puas memandangi wajah istrinya Prasetyo memilih tidur di sofa.dia takut istrinya akan marah bila dia tidur satu ranjang.


Tengah malam Dea merasa ASI-nya penuh,dia bangun dan mau menyusui Darren namun dia terkejut melihat suaminya tidur meringkuk di sofa.dea mengambil selimut lalu menyelimutinya.


lalu Dea menyusui Darren tanpa sadar Dea tertidur dikamar Darren sampai pagi.


Dea tidak diperbolehkan melakukan aktifitas apa apa oleh mama Ani karena dalam masa pemulihan jadi dia hanya duduk di kamar,menyusui dan memandang pemandangan diluar.


" Sayang ayo kita bicara " kata Prasetyo

__ADS_1


Dea hanya diam dan memandang Prasetyo.


" Selama kau pergi aku merasa sangat kehilangan, aku seperti orang gila,aku bener2 nggk tau tujuan hidup. aku berfikir Amira yang menculik mu. karena amarahku aku menyekap dan menyiksa Amira,tapi kemarin dia menghilang,ada orang yang membebaskannya.dan entah siapa itu,karena kamera yang pasang disana pun rusak.sayang maafkan aku, aku benar benar menyesal,ayo kita perbaiki hubungan kita " tutur Prasetyo


" aku butuh waktu mas,pergilah ke kantor nanti terlambat" kata Dea


Prasetyo menghela nafas " lagi lagi aku gagal meyakinkanmu" Prasetyo berjalan keluar kamar untuk sarapan dan segera berangkat ke kantor.


setelah Prasetyo pergi, Dea menelfon Ariel


Dea : halo Riel apa kamu tau kabar tentang Amira


Ariel: Amira? dia kenapa de?


Dea: Amira menghilang kemarin cctv yang ada disana juga ada yang ngrusak


Ariel: serius? nanti coba ku cari tau, bagaimana kabar si kecil.siapa namanya,maf kemaren aku belum sempat menanyakan namanya.


Ariel : Hahaha kau ini lucu sekali


Dea: Oya Riel ku tutup dulu ya . waktunya ngasih asi Darren


Ariel: okke bye..


Dea termenung memikirkan ucapan Prasetyo. dia harus bersikap dewasa,ini semua demi anaknya juga."almarhum ibu pasti sedih jika melihat aku seperti ini,bismillah aku akan memulai semuanya dari awal.jika sampai mas Pras seperti itu lagi akan ku bawa pergi sejauh jauhnya anak semata wayangku"


Dea mengirim pesan ke suaminya." Jangan lupa makan siang"


Prasetyo yang menerima pesan merasa sangat bahagia,karena sudah sangat lama dia tidak mendapat perhatian dari Dea.

__ADS_1


" iya sayang.kamu juga ya,jangan lupa minum jamunya biar cepat pulih" rasanya Prasetyo ingin sekali cepat pulang,tapi keadaan sedang tidak berpihak kepadanya.banyak pekerjaan yang menunggunya apalagi Prasetyo meng-handle 2 perusahaan sekaligus.


" mas nanti belikan aku alpukat ya, dirumah lagi nggk ada alpukat.aku pengen banget jus alpukat" Dea berusaha membuat hubungannya tidak canggung


" Iya sayang " balas prasetyo


...--...


Setelah melewati hari yang melelahkan tiba saatnya pulang,untuk mengistirahatkan badan.


Prasetyo langsung ke kamar ingin sekali melihat istrinya,di perjalanan dia membelikan alpukat untuk istrinya dan tanpa ganti baju dia langsung membuatkan jus alpukat untuk istrinya.


" sayang,aku pulang..ini sekalian q buatkan jus alpukat untuk istriku yang paling manis" kata Prasetyo


Dea yang melihatnya pun tersenyum,senyuman yang sangat di rindukan oleh Prasetyo selama ini.


" makasih ya mas.kan ada ibu dapur,bisa minta tolong sama beliau" kata Dea


" ini spesial untuk istriku tercinta, minum dan habisin ya sayang" Prasetyo menyodorkan gelas yang berisi jus alpukat kepada Dea.


Prasetyo sangat bersyukur akhirnya Dea mau memaafkannya.dia sangat bahagia hingga tidak bisa dingkapkan dengan kata kata.


" mau apa lagi sayang,kamu kan lagi menyusui jadi banyak makan makanan yang bergizi ya,biar anak kita juga tidak kekurangan Asi " kata Prasetyo.


" kalau untuk makanan mungkin aku nggak kekurangan mas aku hanya butuh ketenangan,kebahagiaan,dan kau jaga kepercayaan ku " kata Dea


Mulai hari itu Prasetyo benar benar menjaga jarak dengan perempuan manapun,dia tidak ingin kejadian seperti sebelumnya terulang lagi.bahkan nomor kontak di handphone nya mayoritas laki laki.perempuan hanya orang yang benar benar penting.


Pagi hari mereka sarapan bersama,mama Ani dan papa Deni merasa sangat bahagia melihat anak dan menantunya sudah terlihat akur.tidak seperti sebelumnya yang satu sarapan yang satunya dikamar.bahkan Prasetyo berangkat kerja Dea tidak memperdulikan nya.

__ADS_1


tapi sekarang Dea sudah memperlihatkan senyumannya kepada Prasetyo saat Prasetyo berangkat kerja pun Dea mengantarnya sampai depan pintu.


" Alhamdulillah ya allah,lindungi rumah tangga mereka hingga akhir hayat dan selalu buat mereka bahagia ya allah" mama Ani mendoakan anak dan menantunya di dalam hati


__ADS_2