
Di dalam mobil aku hanya diam, sebelum pergi aku pamit pada kedua orang tua ku dan ketiga adik ku, raut bahagia di wajah ibu ku terlihat jelas ketika mami suami ku menjemput ku karena sesungguhnya ibu ku ndak menginginkan terjadi perpisahan antara aku dan dia.karena dia ndak ingin melihat anak nya juga merasakan hidup susah seperti yang di rasakan dirinya. Aku sudah berpikir bulat ketika acara syukuran selesai aku akan kembali bekerja, tapi ndak di perusahaan suami ku tapi di perusahaan teman ku, baru akan melangkah selanjut nya, jika aku kembali ke kampung aku ndak akan tega dengan kehidupan orang tua ku, itu akan membuat aku menjadi rapuh, hati ku sakit ketika melihat adik adik ku makan begitu lahap karena mereka jarang makan dengan lauk seperti itu. sementara aku,, sungguh aku ndak kuat melihat kehidupan ibu ku.mereka sudah berjuang untuk memenuhi kebutuhan adik adik ku tapi nyata nya rezeki itu masih berpihak pada yang lain.
"kamu kenapa ga? aku di kejut kan dengan sentuhan tangan di pundak ku
" ndak ada mi? jawab ku dengan menatap wajah nya begitu dalam.
"kamu kelihatan ragu?
" aku ndak ragu mi, aku hanya takut saja ketemu dengan mas irwan mi?
"kenapa kamu mesti takut ga dia itu masih suami kamu yang sah?
" tapi aku sedang berusaha hidup tanpa nya mi, kalau aku bertemu dengan nya sia sia sudah kerja keras ku mi, aku takut mi aku takut kalau dia menganggap aku yang lemah mi? kata ku dengan menangis, dengan tenang mami memeluk ku dan mengusap rambut ku
__ADS_1
"biarkan dia menilai kamu apa aja ga pada kenyataan nya kamu gak seperti itu? benarkah mami mendukung ku karena sudah tau sama tau kalau aku sekarang adalah calon mantan menantu itu status baru untuk ku saat ini
" mami ndak marah sama aku?
"yang salah anak mami ga, kenapa justru mami marah sama kamu, mungkin kalau kamu ndak hamil hubungan ini akan putus begitu saja,dan mami sangat bersyukur karena ini menjadi pengikat hubungan kamu dan keluarga mami? kata nya dengan mengusap perut ku, sekarang aku sudah ndak memiliki kata kata yang akan aku katakan lagi"kamu tinggal sama mami aja sampai kamu lahiran, karena mami benar benar sudah melihat kehidupan keluarga kamu ga, hati mami terenyuh melihat semua itu ga, selama ini mami gak tau betapa begitu sulit nya keluarga kamu ga, bahkan selama ini kamu adalah tulang punggung mereka tapi semenjak kamu menikah mereka sudah gak memiliki hak sepenuh nya atas diri mu ga, karena keluarga mu menganggap kamu sudah menjadi hak suami mu tapi kenyataan nya? butiran air mengalir dari pipi nya sudah mulai keriput"selama ini mami kurang bersyukur atas apa yang mami miliki ga, sekarang mata mami benar benar telah terbuka? aku hanya mampu terdiam mendengar ucapan nya karena apa yang mami ucapkan itu benar sekali"dan mami juga bersyukur ga kalau irwan menikah dengan wanita seperti kamu ga selama ini mami begitu khawatir dengan jodoh irwan karena sifat dan tingkah nya itu tapi Tuhan telah memberikan jodoh yang baik seperti kamu?dengan mengusap pipi ku"kamu kerja saja di butik mami ga jangan kembali ke kampung lagi setidak nya kamu masih bisa mengirimi uang bulanan buat biaya ketiga adik mu, kamu jangan bingung mami sudah mengatakan kalau kamu mau pisah berpisah lah dengan irwan tapi jangan berpisah dengan mami dan anggap mami ini seperti itu ibu mu ga jangan mertua mu, kalau kamu menganggap mami ini mertua kamu hubungan kita akan menjadi seperti orang lain? ku peluk mami"jangan pernah berpikir buruk dengan mami ga, percaya lah sama mami ga dan jangan kamu mengira mami akan mengambil hak asuh anak kamu?
"aku percaya mi, sungguh aku percaya?sudah cukup air mata ku mengalir aku harus kuat dan aku ingin ini air mata ku yang terakhir karena kesedihan ku karena setelah itu yang ada hanya air mata kebahagian, tapi mungkin kah
" pak singgah dulu kita makan? aku melihat rumah makan yang begitu besar dan ini kali pertama aku singgah di sini, kami memasuki nya seorang pelayan menyambut kami di pintu masuk,pak kardi supir mami ndak mau masuk dia mau makan di luar saja. aku mengikuti langkah nya menuju sebuah meja yang ndak jauh dari pintu masuk
" apa saja mi?
mami memanggil pelayan dan ndak berapa menit datang dengan pesanan yang mami pesan, mengapa sebanyak ini siapa yang makan, aku teringat reno jika dia ada pasti dia akan menyantap semua makanan yang tersedia di meja makan ini dengan lahap nya, mbak mu akan mengajak mu makan di sebuah rumah makan yang ndak pernah kamu nikmati no itu akan terjadi suatu saat, do'a kan mbak mu ini ya.
__ADS_1
"kenapa bengong?
" iya mi?
"kamu ingat adik adik mu, kamu jangan sedih nanti mami yang akan menjemput keluarga kamu ke malang?
"beneran mi?
" iya, sekarang makanlah? aku mengambil nasi dan hanya sepotong ikan bakar beberapa hari ini mood ku benar benar hilang"sedikit sekali kamu makan nya?
"sudah kenyang mi? mami menatap ku dia tau dengan kondisi hati ku untuk saat ini
"ada lagi yang mau kamu pesan?
__ADS_1
"cukup mi? mami membayar semua makanan yang di pesan, setelah itu kami memasuki mobil dan melanjutkan perjalanan kembali, aku begitu bersyukur mertua ku begitu menyayangi ku.
akhir nya kami sampai di rumah mami mertua ku dan aku melihat mobil mas irwan sudah terparkir di halaman, aku berdiri dengan memandang mobil itu inilah yang aku takut kan ini lah yang aku khawatir kan, aku bukan takut dia datang bersama pacar nya tapi aku takut hati ku akan luluh lalu aku akan kembali pada nya setelah itu dia akan menyakiti ku kembali, sampai kapan seperti itu. Tuhan ndak berhak kah aku bahagia, ndak berhak kah aku hidup tenang. jika aku berhak atas semua itu maka ijin kan lah aku menikmati semua nya Tuhan. aku sudah lelah dengan semua ini, ibu menggandeng tangan ku untuk memasuki rumah nya, pak kardi membawa koper ku ke dalam rumah, asisten mami menyambut kami dengan ramah dan benar begitu aku berjalan menuju ruang tamu mas irwan sudah duduk dengan santai dengan memainkan HP nya dan segelas kopi.