
Aku hari ini memakai baju glamour yang di belikan mami mertua, sebenar nya aku sungkan memakai nya tapi ndak ada lagi yang layak aku pakai. begitu aku keluar ibu memandang ku dengan tersenyum,
"cantik nduk" kata ibu, baju warna pink muda model gamis, ntahlah aku ndak tau nama nya tapi baju ini memang benar benar indah.
"ibu juga cantik" jawab ku, kebaya model sekarang aku belikan beberapa bulan yang lalu sangat indah ketika ibu memakai nya.
"bapak mu ndak bisa ikut, kata nya nanti malam baru bisa datang"
"ya sudah ndak papa bu" jawab ku dengan melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan ku yang putih sudah menunjukkan jam 01.20. aku dan ibu saja yang datang, pak kardi sudah siap mengantar kan kami
"bu'de mu pasti marah nduk"
"marah kenapa bu?
" kita datang nya siang sekali pada hal bu'de mu meminta ibu untuk menemani duduk menyambut tamu"
"belum terlambat bu"kami sampai di rumah bu'de mira Dan pak kardi membuka kan pintu untuk ku ternyata sudah begitu ramai mereka semua menatap ku dengan pandangan kagum, mungkin mereka menganggap ku dulu aku adalah gadis desa, anak kampung yang kedua orang tua nya untuk makan saja harus ngutang dulu, sehingga tetangga ibu dan bapak selalu mengejek kami dan memandang sebelah mata, tapi itu dulu ndak sekarang. aku menggandeng tangan ibu ku untuk memasuki area pesta, aku mengakui pada diri ku sendiri kalau aku hari ini memang benar benar cantik, maka nya mereka menatap ku semua.
"bu iga" seseorang memanggilku, aku mencari arah suara itu ternyata ica"ibu di sini? tanya nya dengan tersenyum, semua orang memandang ku, tetangga ku semua tau kalau aku di nikahi oleh anak konglomerat yang memiliki beberapa aset kekayaan di jakarta mau pun di jogja dan di malang.
"kamu sama siapa? tanya ku
" sama semua karyawan bu"
"naik apa kemari?
"naik mobil bu" ica menarik tangan ku dan membawa ku ke dalam rumah mbak tika, ternyata disana sungguh ramai termasuk mbak tika dan suami nya, lagi lagi mereka menatap ku dengan kagum,
"lho bu iga kapan datang?
" saya sudah beberapa hari yang lalu tari, karena istri ramadhani itu sepupu saya"
__ADS_1
"bagus dong dan kamu memiliki sepupu ipar,,," kiki ndak melanjutkan bicara nya,
"ibu kapan pulang? tanya ica
" belum tau, saya mau ke malang ke rumah mertua saya dulu"
"enak banget ya bu" kata nya, kami semua duduk di bawa beralaskan tikar, perut ku usap usap karena terasa bergerak gerak, mereka asik menyantap makanan karena aku yakin mereka ndak pernah makan di acara matenan di kampung maka nya mereka begitu menikmati dan pengantin masuk ke dalam kamar karena akan di rias ini lah tradisi adat Jawa,aku meluruskan kaki ku yang terasa pegal, ica menatap ku.sebelum masuk mbak Tina
"ga,, " panggil mbak tika"mbak lihat kamu lelah istirah saja di kamar mbak eti, kamar itu kosong"tawari nya, karena memang benar kepala ku terasa pushing Dan perutku ku terasa mual, aku bangkit dengan di bantu ica
"makasih ca"kata ku dengan menuju kamar mbak eti"
Di luar ada mobil yang memasuki area pesta, lelaki tampan gagah dengan memakai baju kaos putih berkerah dan celana jeans setelan sepatu kulit sangat keren, dia menyalami tangan ibu ku Dan memeluk nya setelah itu gantian bu'de mira yang di salam tangan nya siapa lelaki tampan itu, dia masuk kedalam rumah bu'de, dia mencari cari keberadaan ku,ica yang tau kalau yang datang ada lah mas irwan suami ku
"pak bos" panggil nya
"eh iya kamu" kata mas irwan dengan menunjuk ke arah ica"kamu lihat istri saya?
"lagi di kamar mbak eti pak"mas irwan langsung meninggalkan ica Dan menuju ruangan mbak eti, tapi dimana kamar mbak eti aku gak tau, batin nya
"ada apa mas?tanya seseorang
" kamar mbak eti dimana ya?
"mas mencari kamar mbak eti mau ngapain?
" istri saya di dalam"
"sampeyan suami nya mbak eti?
" bukan bu,, bukan, saya suami nya iga"
__ADS_1
"oh" jawab nya"mari saya antar"dia mengikuti langkah kaki ibu yang ndak dia kenal
"ini kamar nya"
"makasih bu"wanita itu meninggalkan nya dan dia berdiri tepat di depan pintu, dia melihat ku yang tengah berbaring di ranjang dengan memijit kening ku yang terasa pusing,aku terkejut ketika ada tangan seseorang menyentuh pinggang ku, berani sekali dia, aku langsung terduduk ternyata mas irwan, pandangan kami bertemu untuk beberapa detik setelah itu ku tunduk kan kepala ku, hati ku masih begitu sakit karena perbuatan nya dan aku ndak akan percaya begitu saja karena kepercayaan ku telah hilang untuk mu mas. kami saling diam dan sedang menyusun kata apa yang ingin di katakan
"ga" panggil nya dengan duduk di sampling ku"maafkan aku ga"mata nya begitu sendu tapi maaf aku ndak akan tertipu dengan semua nya mas, karena aku yakin setelah ini kamu akan menyakitiku kembali"kamu masih Marah sama aku ga? tanya nya dengan memijit kaki ku, modus baru kamu mas batin ku sambil tersenyum
"pergilah mas dan nikmati semua yang ingin kamu nikmati karena sekarang aku sudah ndak perduli dengan semua apa yang akan kamu lakukan" kata ku dengan memandang dinding kamar mbak eti yang mulai usang cat nya
"aku gak tau lagi apa yang harus aku katakan sama kamu ga"
"karena semua nya percuma"
"ya aku paham itu"
"kalau memang mas irwan paham makan jangan pernah temui aku lagi"
"itu hal yang gak mungkin ga"
"kenapa?
"kamu sedang mengandung benihku darah daging ku"
"kenapa baru sekarang kamu Kenya dari mas"dia diam dengan menatap ku dan tangan nya berusaha menyentuh tangan ku tapi aku tepis kan
" jangan pernah menyentuh ku mas"
"aku berhak atas diri mu ga"
"karena kamu masih suami ku begitu? tanya ku" aku sudah pernah mengatakan sama kamu mas tentang rasa ini"kata ku dengan menunjuk dada ku"tapi semua itu sudah lama hilang untuk mu mas"
__ADS_1
"bukan kah kamu dulu begitu sangat mencintai ku ga?
" kamu mempertanyakan rasa itu dulu mas?tanya ku dengan senyum sinis"bunga yang segar pun akan layu kalau ndak pernah kenapa siram mas apa lagi ini tentang perasaan dan hati seseorang"jawab ku dan berusaha bangkit dan mas irwan mengikuti ku dari belakang.