
Mas Irwan tetap setia menemani ku bahkan membantu ku dalam hal apapun dan dia ndak ada niat sedikit pun meninggalkan ku kembali ke Jakarta,justru ketika dia menatap ku tatapan nya penuh iba,ini membuat aku menjadi ndak sampai hati,dua hari berlalu tapi aku masih belum bisa tidur terlentang ini yang membuat aku ndak nyaman.
"kamu mau makan?tanya nya dengan memegang tangan ku yang sekali kali di cium nya
"aku ndak lapar mas"jawab ku dengan nyengir
"sakit?tanya nya
"aku ingin duduk mas"
"udah dibolehin apa gak ya sama suster?tanya nya pada diri sendiri"sebentar ya"kata nya dengan meninggalkan ku menuju pintu keluar
"sus"panggil nya
"ya pak"
"apakah istri saya sudah boleh duduk?tanya nya dan suster melihat kondisi ku
"masih dua hari pak?
"lalu?
"belum di perbolehkan pak"
"bagaimana mungkin istri ku yang sedang hamil harus tidur miring berhari hari"kata nya,aku hanya mendengarkan saja
"bersabarlah pak"kata suster"apa bapak ingin melihat jahitan istri bapak robek terus di jahit kembali tanpa di bius?dia terdiam
"terima kasih sus"kata nya tanpa menjawab pertanyaan suster,dia menutup pintu dan mendekati ku
"bersabar ya"kata nya dengan mengusap perut ku"belum di perbolehkan"aku hanya diam dengan menarik nafas
Hampir satu Minggu di rumah sakit akhir nya aku sudah di perbolehkan pulang,dengan di bantu suami astral ku duduk di kursi roda dan di dorong oleh nya.aku benar benar merasa seperti tinggal di penjara selama seminggu,aku tersenyum bahagia meski aku belum pulih benar tapi ini fase pemulihan
"kita makan ya?tanya nya dengan membungkuk kan badan nya
"boleh"jawab ku manja,tapi sebelum aku masuk mobil keluarga ku semua nya berdiri di depan mobil mas Irwan
"kenapa kamu ndak ngabari ibu nduk?tanya ibu ku dengan mendekati ku,lagi lagi aku terdiam karena aku ndak memiliki jawaban"masih marah kah kamu sama ibu nduk?tanya ibu ku dengan menatap ku,siapa yang memberitahu mereka kalau aku di rumah sakit,ku lirik mas Irwan dia menggelengkan kepala nya mengisyarat kan kalau bukan dia yang memberitahu nya
"ndak"jawab ku pelan dengan menatap nino,dia mendekat ku dan memeluk ku
"aawhhhh"jerit ku karena dorongan badan nya membuat punggung ku nyeri
__ADS_1
"sakit mbak?tanya nya
"ndak"
"nino rindu mbak"kata nya pelan
"sama,,,mbak juga rindu sama kamu"ku peluk adik bungsu ku
"kenapa mbak iga ndak ngabari ibu?tanya nya dengan polos
"mbak ndak mau merepotkan ibu"jawab ku dengan mengusap rambut nya
"terus kenapa mbak iga pergi ndak pamit?
"siapa yang bilang?
"mas nino dan mbak Rina berantem sama ibu"terlalu polos kamu no,mas Irwan mengusap punggungku
"jangan pernah membenci nya"bisik mas Irwan"bagaimana pun dia ibu mu"lanjut nya,aku terdiam menatap ibu ku,wajah nya sayu,ah ibu yang selama ini merawat dan membesarkan ku tanpa lelah,tapi aku merasa ada yang mengganjal dalam dada ku dan itu sangat terasa sesak.bukan aku ndak rela membantu ketiga saudara tiri ku,tapi dimana tanggung jawab bapak ku sebagai ayah nya,terlepas dari itu aku juga ndak rela ibu ku menutupi hal sebesar ini bahkan sampai berpuluh tahun.
"tapi hati ku masih sakit mas"kata ku pelan,dia menggenggam tangan ku dan berdiri di depan ku
"itu wajar ga,tapi mau sampai berapa lama kamu akan begini terhadap ibu mu?tanya mas Irwan dengan lembut,ibu mendekati ku dan memegang tangan ku
"ya"jawab ku singkat,kami menuju mobil mas Irwan dan langsung pulang menuju kediaman orang tua mas irwan,di dalam mobil aku hanya diam
"mbak kalau mbak iga sudah sembuh kita ke mall ya mbak"Rino yang lucu
"boleh"jawab ku dengan mengusap perut ku di ikuti mas Irwan mengusap perut ku
"lagi gerak?tanyanya dengan mengusap usap perut ku.
"dedek bayi nya gerak ya mbak?tanya Nino
"iya"jawab ku dengan mengusap kepala nya karena dia sudah berada di tengah tengah antara aku dan mas Irwan yang duduk di depan karena mas irwan yang nyetir.
mobil memasuki rumah orang tua mas Irwan,aku turun dengan pelan pelan di bantu dengan mas irwan,mami langsung menyambut kami,di peluk nya ibu ku dan di gandeng untuk masuk ke dalam rumah nya,sementara mas Irwan langsung membawaku ke dalam kamar dan di duduk kan tubuhku di ranjang.
"kamu mau berbaring?tanya nya
"Ndak mas"jawab ku dengan nyegir memegang punggung ku
"sakit?
__ADS_1
"sedikit"
"kamu jangan terlalu banyak bergerak dulu ya"
aku menganggukkan kepala,mas Irwan dengan santai masuk ke dalam kamar mandi,tinggal lah aku,,
makan malam sudah tersedia di meja makan,keluargaku sudah menunggu di sana terkecuali bapak yang ndak ikut,aku pelan pelan menuruni anak tangga untuk menuju meja makan di bantu dengan mas Irwan,begitu sampai di meja makan aku duduk dan mas Irwan yang mengambilkan nasi dan lauk di piring ku
"cukup mas"kata ku
"kamu harus makan banyak biar cepat pulih"aku memandang nya"karena aku akan kembali ke Jakarta dan aku gak bisa meninggalkan mu dalam kondisi seperti ini"
"aku ikut mas"
"kamu tinggal lah beberapa hari di sini sampai kamu benar benar pulih dulu di sini bersama mami,kalau kamu benar benar pulih aku akan memboyong mu ke Jakarta"
"tapi aku mau ikut mas"rengek ku
"kalau aku ngantor kamu sama siapa?tanya nya,aku diam tertunduk
"ibu yang akan menjaga nya nak Irwan"kata ibu
"kalau ibu ikut ke Jakarta bagaimana dengan sekolah Rino?
"kebetulan mereka lagi libur kenaikan kelas"
"lalu bagaimana dengan bapak bu?
"untuk sekarang bapak akan di urus oleh diri nya sendiri"
"sebenar nya apa yang terjadi mbak yu?tanya mami mas Irwan
"ibu berantem Bu'de"jawab Rino
"Rino hush"kata Nina
"berantam sama siapa?tanya mami mas Irwan penasaran
"bapak Bu'de"lagi lagi Rino yang menjawab nya
"hush"Nina membungkam mulut Rino
"biarkan nin,biarkan dia menceritakan semua nya"kata ibu ku dengan menatap ku"to juga kamu sudah tau hubungan kamu dengan mbak mu itu apa"air mata mulai mengalir dari pipi ibu ku,aku tetap diam karena aku ndak mau mulai membuka cerita itu
__ADS_1
"ndak Bu"kata Nina"kalau ibu mau memberitahu semua ini tolong jangan di sini Bu,di sini tempat orang melepaskan rasa lapar"mami mas Irwan menatap ku dan memulai makan,mungkin mami mas Irwan ndak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga ibu ku.