Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Masih Kecewa


__ADS_3

Matahari mulai terbenam dan mas Irwan masih gelisah mondar mandir di ruang tamu


"kemana kamu ga,kenapa telpon ku gak di angkat"dan tanpa sepengetahuan nya Nina berjalan ke arah mas irwan


"kenapa mas begitu khawatir"kata Nina dengan meraba raba dada mas irwan


"lepas kan!!!bentak mas irwan dengan mendorong tubuh Nina


"aku mencintai mu mas"rengek nya dengan memeluk mas Irwan dari belakang


"aku bilang lepaskan!!!bentak mas Irwan dengan berusaha melepaskan tangan nina"perempuan tidak tau malu!!!


"Nina!!!!jerit ibu,Nina langsung melepaskan pelukan nya dari pinggang mas Irwan"dasar ndak tau malu!!bentak mami"plak,plak"dua kali tamparan mendarat di pipinya


"ini balasan kamu sama mbak mu Nina?


"aku iri Bu,aku cemburu Bu"


"iri,kamu iri dan cemburu kepada mbak mu yang telah mberimu kehidupa yang layak sampai saat ini Nina"kata ibu sinis,dan pergi dari hadapan Nina,mas Irwan masuk ke dalam kamar dan duduk dengan berusaha menelpon ku


"ah brengsek"kata mas Irwan dengan membanting handphone nya di ranjang


"Irwan"suara ibu


"ya"jawab nya dengan malas


"ibu minta maaf atas nama Nina"dia hanya diam


"apakah ibu tau?


"tentang?


"kenapa iga dari pagi sampai sekarang belum pulang?


"tadi dia bilang ada urusan"


"bukan,bukan itu yang sebenarnya Bu"


"lalu,,kalau dia ndak ada urusan kemana dia pergi?tanya ibu mulai panik"tapi kenapa?tanya ibu"ya ibu ingat pagi tadi dia pergi dengan muka sembab dan sebelum pergi dia meluk ibu sambil menangis,apa sebenar nya yang terjadi?


"tadi malam tanpa sengaja iga melihat hal seperti ini yang di lakukan Nina terhadap ku Bu,pada hal aku sudah marah dan menolak pada nya tapi Nina gak mendengarkan nya bu dan iga juga gak mau mendengar penjelasan ku Bu"


"sungguh ibu sangat malu nak Irwan malu"ibu menangis"carilah iga kemana dia pergi"


"ya aku akan mencari nya Bu"dia keluar dan menuju mobil kemana aku harus mencari nya dan kenapa aku baru ingat,mobil melaju kencang dan berhenti tepat di depan rumah intan


"kita ke dokter yuk ga"bujuk Nina yang sedang memijit kepala ku


"sebentar lagi juga turun"jawab ku suara ku mulai berubah karena aku mulai mengalami pilek,


"tu suara kamu berubah banget"


"tok,,tok,,,tokk"

__ADS_1


"sebentar ya"kata nya,aku menarik selimut ku karena aku merasa kedinginan.


"pak Irwan"intan terkejut


"apa iga ada disini?


"iya pak"jawab nya gugup"iga lagi demam"


"dimana sekarang dia?


"dikamar pak"


"apa saya boleh masuk"


"eh,,boleh pak,,boleh"dia langsung masuk menuju kamar dan melihat aku sedang batuk,dan dia langsung memeluk ku


"kenapa kamu gak angkat telpon ku?tanya nya


"aku lagi malas mas"


"please ga,,,kamu jangan pergi ninggalin aku ga,aku khawatir"melihat itu Nina pergi keluar"kamu marah sama aku?


"aku marah dengan diri ku sendiri mas"


"aku sudah berusaha menolak nya ga tapi dia maksa terus"


"dan kamu tergoda pada nya mas?


"percaya lah pada ku ga"kata nya dengan memegang kedua pipi ku dengan tangan nya


"waktu kamu ingin berniat memboyong ibu dan ketiga adikmu ke Jakarta sebenar nya aku keberatan karena sebelum pergi malam nya dia sempat menggoda ku"


"dan kamu ndak cerita sama aku mas"


"bukan aku gak mau cerita ga,tapi aku takut kamu akan menuduh aku yang bukan bukan"


"aku ndak seperti itu mas"


"tapi aku benar benar takut"dia memeluk ku erat"kita pulang"


"ndak"jawab ku,dia memegang kening ku yang demam


"kalau begitu kita ke rumah sakit"ajak nya


"ndak"jawab ku kembali


"tapi aku khawatir dan takut"dia membaringkan tubuh ku dan di pijit kaki ku


"apa ibu mencari ku mas?


"iya"


"apakah ibu mengetahui semua nya?

__ADS_1


"ya"


"apa!!!jerit ku sambil terduduk"kamu memberitahu kan semua ini pada ibu mas?


"aku tidak sebodoh itu iga"aku berbaring kembali"sebelum aku kemari tanpa sengaja ibu mu melihat Nina menggoda ku"


"aku sungguh ndak menyangka mas kalau Nina benar benar tega berbuat serendah itu mas"aku mulai menangis"aku begitu menyayangi nya bahkan dia sudah ku anggap seperti adik kandung ku sendiri,semua kebutuhan nya aku penuhi mas tapi ini balasan yang aku terima dari nya"


"sudah jangan terlalu kamu pikirkan"


"bagaimana ndak aku pikirkan mas,dia itu adik ku mas dan kamu,,,kamu itu suami ku ayah dari calon anak ku"jawab ku"bagaimana aku bisa melupakan kejadian itu begitu saja mas"dan aku seperti orang yang linglung


"dengar iga"kata nya dengan memegang tangan ku"aku hanya mencintai mu seorang,percaya itu"


"kamu ndak bohongkan mas"dia menggelengkan kepala nya,kami seperti kekasih yang berpisah bertahun tahun


"kita pulang yuk?ajak nya


"aku ndak mau pulang mas"


"kenapa?


"aku ndak sanggup melihat wajah Nina mas"


"tapi ibu"mendengar kata ibu aku diam"apa yang harus aku lakukan mas"badan ku semakin demam


"badan kamu semakin panas,kita pulang sekalian singgah ke dokter Naura"


"ndak kalau kita ke dokter Naura pasti dia ndak akan memberi obat karena aku cuma demam cukup di konpres saja pakai air hangat"


"ya sudah kalau itu mau kamu,kita pulang ya"bujuk nya kembali,dan aku menganggukkan kepala,di bantu nya aku untuk berdiri dan di lepaskan jaket nya dan di pakaikan pada ku,aku berjalan sambil di peluk nya punggung ku


"intan"


"ya pak"


"terima kasih ya kamu sudah mengizinkan iga untuk istirahat di sini"


"ndak masalah pak,dan pak Irwan tau kan kalau saya sama iga teman baik"


"ya,ya"jawab mas Irwan"kami pamit"aku dan mas Irwan menuju mobil,dengan sigap dia membukakan pintu mobil untuk ku,dan di dalam mobil tangan ku lipat di depan dada karena dingin


"kamu dingin?


"sedikit"


dan di dalam mobil aku memejamkan mata karena rasa kantuk ndak bisa pergi dari mata ku,mata ku yang sembab mulai terpejam


"kamu belum makan sesuatu,kita makan dulu ya?


"aku ndak lapar mas"


"tapi kamu belum makan",,

__ADS_1


"makan di rumah saja"jawab ku tanpa membuka mata ku,dan mas Irwan memandangi ku dengan senyum bahagia


__ADS_2