
Begitu sampai rumah ibu memandang kearah kami berdua,mungkin ibu heran melihat mata kami yang merah dan sembab,ibu mendekati kami berdua
"kamu berdua kenapa nduk?tanya ibu dengan bingung"apa kalian berdua berkelahi?kami menggelengkan kepala
"lalu ada apa?
"aku dan mbak iga sedang berbahagia Bu"
"bahagia?
"kami di terima kerja di tempat yang sama Bu"ibu langsung memeluk Nina
"sungguh kah?
"aku di terima kerja di bagian manager Bu"
"apa ,,,apa ibu ndak salah dengar nin?wajah ibu penuh bahagia,wajah yang sudah lama ndak pernah aku lihat,tapi aku mulai merasakan perlakuan ibu ku berbeda,dia begitu perhatian sekali dengan nina setelah ibu tau Nina di angkat sebagai manager,makan malam ibu yang mengambilkan nasi untuk nina,ada terbesit rasa iri di hati ku tapi aku ndak perlu mempermasalahkan nya karena aku pernah mendengar sendiri dari mulut ibu kalau ibu sangat membenci bapak kandung ku karena bapak lah ibu seperti ini dan ndak secara langsung ibu melampiaskan kemarahan nya pada ku,biarlah ibu membenci ku karena ulah bapak ku,di meja makan rasa lapar yang ku rasakan siang tadi hilang seketika,Nina melihat ku dengan iba,jangan pernah menatap ku seperti itu nin karena mbak mu akan semakin rapuh.
"mbak mau kemana?tanya Reno
"mbak ndak lapar"jawab ku dengan tersenyum dan memegang kepala Reno"kamu makan yang banyak biar cepat besar"
"tapi kasihan dedek bayi nya mbak"kata nya dengan memegang perut ku
"kamu jangan khawatir dedek bayi nya akan kuat seperti ibu nya"dengan mengepal tangan kanan ku,dia tertawa
"pasti seperti aku kan mbak?aku tersenyum dan meninggal kan meja makan dan menuju pintu keluar.
apa yang harus aku lakukan?hati ku mulai bimbang,kenapa baru sekarang ibu memperlihatkan ketidak sukaan nya terhadap ku,apa karena aku tinggal di rumah ini dan ndak memiliki pekerjaan lagi?ibu aku ingin kecil kembali Bu,aku sudah ndak kuat dengan semua ini,batin ku dengan mempermainkan rumput,air mata ku kembali mengalir,kenapa ibu ndak pernah mengatakan kalau ibu ndak suka aku di sini,belum lagi satu bulan aku tinggal di rumah ibu kandung ku dia sudah memperlihatkan ndak senang nya dengan keberadaan ku,baik lah Bu kalau memang ibu ndak suka maka setelah satu bulan ini aku akan pergi dari sini.
ternyata benar benar lelah kerja di bagian lapangan karena aku harus bermain dengan terik nya matahari tapi ini ndak sakit di bandingkan dengan perlakuan dan sikap ibu ku
"sudah pulang?tanya ibu"gimana kerja nya nin?kamu betah kan?selalu itu dan itu yang ibu tanyakan pada Nina"kamu capek,sudah makan apa belum?setiap pertanyaan itu muncul aku hanya mampu terdiam
"ibu ndak bosan selalu bertanya seperti itu setiap hari?tanya Nina
__ADS_1
"kenapa ibu bosan nin,ibu bangga malah"aku pergi berjalan menuju kamar mengambil handuk dan mandi
Ndak berasa sudah satu bulan aku kerja badan ku makin kurus dan kulit ku juga sedikit hitam,aku memberikan gaji ku pada ibu tapi ibu menolak
"ini untuk ibu"kata ku dengan menyerahkan amplop coklat
"ibu sudah menerima dari Nina jadi kamu simpan saja untuk keperluan mu"sungguh nada bicara yang ndak pernah aku dengar
"tapi ini untuk ibu"
"pemberian Nina sudah lebih dari cukup"ku tarik nafas ku,semua sedang berkumpul di depan TV
"aku tau ibu ndak suka dengan kehadiran ku di sini"
"siapa yang bilang?
"ndak ada yang bilang Bu tapi dengan perlakuan dan sikap ibu"kata ku pelan"kalau memang ibu ndak suka aku ada di sini baik"kata ku dengan menyeka air mata ku"ibu ndak perlu membandingkan ku dengan Nina,kalau memang ibu ndak suka katakan saja terus terang"hati ku semakin sakit"selama ini aku begitu rindu tidur di pangkuan ibu,belaian ibu tapi semua nya itu sudah sirna,ambil lah uang ini Bu dan anggap uang itu untuk bayar makan dan tidur ku selama satu bulan di sini dan aku janji sebelum matahari terbit ibu sudah ndak melihat ku lagi"kata ku dengan memberikan uang ke tangan nya"kalau aku ada salah selama ini sama ibu aku minta maaf"kata ku dengan berlalu dan pergi ke kamar,pintu kamar aku kunci dan aku menyusun pakaian ku"maaf kan ibu nak,maafkan ibu"kata ku dengan mengusap perut ku"ibu ndak tau kenapa keberadaan kita selalu ndak di terima nak"lanjut ku"kita akan pergi jauh dimana keluarga kita ndak ada yang bisa melihat kita lagi"waktu baru menunjukkan angka 07.10
"mbak"suara Nino
"ya"
"duluan saja no mbak belum lapar"jawab ku
"mbak iga akhir akhir ini kenapa?
"mbak lagi ndak mood"suara kaki meninggalkan kamar ku,
"mbak iga mana no?tanya Nina
"kata nya ndak lapar mbak"
"ndak baik wanita hamil ndak makan makan"kata bapak,ibu hanya diam.dan mereka melanjutkan makan,sementara aku di kamar sedang duduk di bawah dan bersandar di tempat tidur,kenapa ibu kandung ku bisa seperti ibu tiri,sebenar nya aku ini anak nya atau bukan ya,pertanyaaan demi pertanyaan memenuhi otak ku,dan aku pun tertidur dilantai hingga aku terbangun jam 01.10 dini hari dan aku mulai memakai jaket dan mengangkat koper ku,dengan pelan pelan aku menuju kamar Nino
"no,no,Nino"panggil ku dengan menepuk pelan tangan nya
__ADS_1
"ha!!dia terkejut aku langsung menutup mulut nya dengan tangan ku"ada apa mbak?
"antar kan mbak"
"kemana?
"keterninal"
"mbak mau ngapain?
"nanti mbak cerita sama kamu"aku keluar di ikuti oleh nya,dia mengeluarkan sepeda motor dengan pelan pelan
"jangan di nyalakan dulu"kata ku dengan melihat Nino mengangkat koper ku dan di letakkan di depan,kami berjalan dengan menuntun motor ndak lupa pintu aku tutup
"no"panggil ku pelan dengan memegang perut ku
"ada apa mbak?
"kamu harus menjaga bapak sama ibu karena kamu anak lelaki paling besar"
"mbak iga kenapa dan mbak mau kemana?
"mbak ndak mau menjadi beban ibu no"
"mbak kenapa bicara seperti itu"
"mbak ndak tega kalau mbak harus tinggal di rumah ibu"
"memang nya kenapa mbak?
"kamu akan tau nanti"
"aku tau mbak perbedaan sikap ibu dengan mbak iga"
"bukan itu masalah nya no"
__ADS_1
"lalu apa mbak?
aku hanya menarik nafas ku dalam dalam.