Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Tato Baru


__ADS_3

Aku terbangun dan ternyata dia sudah ndak ada di samping ku, apakah tadi malam aku bermimpi, begitu aku berjalan masih ada sedikit nyeri, ndak tadi malam aku ndak mimpi kalau aku bermimpi aku ndak akan merasakan nyeri, dengan terburu buru aku mandi, aku ngambil baju setelan warna senada biru,sampai aku ndak sempat berkaca karena jam sudah menunjukan jam 06. 30.artinya aku kesiangan, rambut ku sisir sambil berjalan,rambut aku gerai karena basah, aku berjalan ke dapur, mas irwan lagi menikmati segelas jus jeruk dan sepotong roti lapis, dan di sebelah nya ada segelas susu, bi munah senyum senyum melihat ku,


"bi munah kenapa senyum senyum? tanya ku, suami astral ku melirik ku


" ndak ada non? jawab nya dengan masih senyum"susu nya sudah tersedia di meja non? kata nya, dengan cepat ku ambil segelas susu dan ku minum, sekali teguk langsung habis


"pelan pelan non, nanti tersedak?


"sudah siang bi? jawab ku sambil berjalan, di ikuti mas irwan, aku membuka pintu dengan terburu buru, dan sedikit berlari menuruni anak tangga depan rumah nya, di tarik nya tangan ku


"pelan pelan nanti kamu jatuh? kata nya, aku tetap berjalan dengan buru buru" kamu dengar gak seh? tanya nya lagi


"dengar mas dengar?


" terus kenapa kamu masih buru buru?


"aku sudah telat mas, lagian kamu kenapa ndak bangunin aku?


" aku gak tega, kamu tidur nya nyenyak banget? kata nya dengan memandang ku


"kamu tau aku jadi kesiangan mas?kata ku


"aku kan bos kamu?


" tapi sekretaris kamu itu?


"kok aku yang kamu salahkan? tanya nya

__ADS_1


"sudah? kata ku sambil berjalan


" tunggu? tarik nya lagi


"apa lagi sih mas?


" kita barengan aja?mendengar kata bareng aku begitu terkejut dan ndak percaya


"aku ndak salah dengar mas, tapi kalau mbak Winda tau gimana? tanya ku


" udah kamu santai aja? tangan ku di tuntun masuk ke dalam mobil, benar kah ini, aku ndak sedang bermimpi, mobil berjalan pelan pelan meninggalkan perkarangan rumah


"kamu kenapa gak pakai bedak? tanya nya


" oh iya aku lupa? kata ku dengan menepuk jidat ku, tas,,,ya di dalam tas lipstik dan bedak nya, ku ambil dan mulai ku pakai bedak dan lipstik, rambut masih ku gerai karena basah, pada hal rambut ku begitu panjang, suami astral ku menatap ku sambil tersenyum


"apa kamu bilang mas? tanya ku


" kamu itu budek atau pura pura budek?


"setiap aku dekat kamu itu? perkataan ku terputus


" kenapa? tanya nya dengan memandang ku, kenapa dia sekarang suka betul memandang ku, batinku"kenapa gak kamu lanjutkan?


"lupa mas? mobil melaju sedikit kencang, karena untuk menghindari macet, sampai kantor aku di turun kan depan halaman kantor, setelah itu dia ndak tau kemana, aku berjalan agak terburu buru,, benar sampai nya di kantor semua sudah ada, dan kenapa mas irwan sudah berada di kantor bersama mbak Winda. bukan kah aku tadi di turun kan di depan halaman kantor lalu pergi, terus kenapa dia duluan sampai di sini.


"udah sembuh kamu ga? tanya kang lilin

__ADS_1


" ya udah lah kang? celetuk mas aris


"kamu tadi malam ngapain aja? tanya bang teguh


" ndak ada mas di rumah saja, kenapa mas? jawab ku dengan polos


"tato kamu bagus juga?


" tato? kata ku dengan mencari cari di tangan ku"ndak ada? mereka tertawa terbahak bahak, mereka ndak menyadari kalau bos mereka sedang memperhatikan.


"iga,,, iga,,, kamu itu terlalu polos?


" wanita yang sudah menikah, bangun pagi basah rambut apa nama nya? sungguh mereka benar benar mengledek ku


"hujan lokal mas? celetuk mbak dwi yang sedari tadi dia sudah senyum senyum memandang ku, sama seperti bi munah tadi pagi dia juga senyum senyum memandang ku


" ternyata suami kamu pandai juga ya buat tato? kata kang lilin


"dari mana kang lilin tau kalau suami ku pandai buat tato? tanya ku, dia ndak menjawab pertanyaan ku tapi malah tertawa terpingkal pingkal,sementara mas irwan menahan amarah nya karena dia merasa diri nya di ejek dan di cemoh oleh karyawan nya


" ya ampun ga,, memang nya sebelum berangkat kerja kamu gak ngaca apa? kata mbak era


"ndak mbak, aku bangun kesiangan? jawab ku jujur


" kesiangan karena malam nya habis bertempur? sekali lagi mereka tertawa terbahak bahak"dan kamu gak tau kalau suami mu pandai membuat tato, tato di leher kamu? melihat tingkah ku yang langsung memegang leher ku mereka terbahak bahak kembali, aku buru buru berjalan menuju toilet dan benar, mas irwan meninggalkan jejak di leher dua sekaligus, aku menjadi malu, karena mereka tau apa yang aku dan suami ku lakukan malam tadi, lagian ngapain juga dia ninggal kan jejak seperti ini,dengan mengusap tanda merah di leher ku,jelas semua orang akan melihat karena leher ku putih dan juga jenjang.bagaimana agar tato ini hilang"masih pagi aku sudah menjadi bahan tertawaan mereka? kata ku pelan, dengan keluar dari toilet, dan aku begitu terkejut melihat mas irwan sudah berdiri di depan pintu toilet, dia memandang ku begitu tajam dan menahan amarah, tapi aku ndak memperdulikan nya, kalau aku bertanya maka dia akan berkata dengan nada tinggi, itu akan membuat semua karyawan tau kalau aku adalah istri bos mereka, tapi bukan kah ini waktu yang tepat mengatakan kalau aku istri nya pimpinan mereka, ndak aku ndak boleh mengatakan apa pun, batin ku dengan mengusap perut ku, mereka sibuk dengan tugas nya masing masing sampai ndak ada yang bersuara sedikit pun.mas irwan mencengkal tangan ku begitu cepat, dan aku melihat tangan nya yang memegang pergelangan tangan ku


"jangan melakukan hal ini di kantor mas? kata ku pelan" kalau ndak mau semua nya akan mengetahui status kita yang sebenar nya? pergelangan tangan ku mulai terasa kendor dan dia melepaskan pegangan nya, dia menatap ku dalam dalam dengan pandangan penuh amarah, aku meninggalkan nya, dan menuju kursi Kekaisaran ku, ternyata di meja ku sudah begitu menumpuk pekerjaan yang harus selesaikan, dengan semangat aku mulai mengerjakan nya, mereka memandang ku sambil senyum senyum kembali, ku sisir rambut ku dengan tangan karena sudah kering, ku sanggul dan ku ikat pita karet begitu saja, sehingga semangkin kelihatan leher ku yang jenjang dan aura kecantikan ku yang begitu natural.

__ADS_1


__ADS_2