
Dokter menjelaskan bahwa sebenarnya Rosa tidak baik baik saja.
dia mengatakan sejak dia tau bahwa anda selama ini tidak bahagia dengan pernikahannya,dia tidak ingin menambah beban pikiran anda nyonya Dea.
saya pikir setelah saya menyetujui nona Rosa akan rutin berobat ternyata tidak. dia disibukkan dengan kegiatan di cafe sehingga sering lupa waktu terapi.
Dea sangat lemas saat mendengar ucapan dokter
" kenapa kamu berfikiran seperti itu Rosa" tanya dea dalam hati
setelah mendengar penjelasan dokter mereka bertiga memutuskan pulang
" ma..mama bawa Darren dulu ya,aku mau ketemu sama Rosa" kata Dea
dia benar benar tidak berdaya saat ini
" baiklah nak,kalau udah selesai segera pulang ya"
setelah sampai di depan cafe Rosa Dea turu.dia masuk dan mencari Rosa,
Saat melihat Rosa sedang berbicara dengan salah satu karyawan Dea memberi isyarat karyawan itu untuk meninggalkan mereka berdua.
Dea langsung memeluk Rosa
" Rosa kau anggap apa kakakmu ini, kenapa kamu berfikir kamu tuh beban"
" idih kakak apa apaan sih.main peluk peluk aja" Rosa bertingkah seolah tidak terjadi apa apa
"bener bener minta di jewer nih anak" kata Dea
" maafin kakak ya, kakak terlalu larut dengan permasalahan kakak sampai tidak mempedulikanmu"
" kakak kenapa sih salah makan deh kayaknya"
" Ayo kita berobat,kemanapun asal kamu sembuh, hanya kamu yang kakak miliki,jangan tinggalkan kakak" Dea kembali memeluk adiknya
badanmu semakin kurus kata Dea
" kakak berbahagialah,jangan terlalu mengurusku kakak ber hak bahagia,kak udah lama kita nggak ke makam,ayo kita nemui bapak sama ibu" kata Rosa
mereka pun pergi berkunjung ke makam orang tuanya
...--...
Ariel sudah sampai dirumah mama Ani
dia langsung berpamitan karena ada urusan di kantornya
" makasih ya nak Ariel,sudah mau repot repot mengantar kami bolak balik"
" nggk papa tante,kebetulan tadi saya agak longgar juga, saya permisi dulu ya tante" saat Ariel berpamitan tiba tiba mobil Prasetyo datang masuk.
Prasetyo buru buru keluar mobil
" ada apa ni mah kemana Dea kenapa Darren sama mama? mama Ani langsung diserbu pertanyaan oleh Prasetyo
__ADS_1
" Tante saya pamit" Ariel merasa urusannya sudah selesai dia pun lalu pergi
" Ayo masuk dulu Pras" mereka pun masuk rumah dan membicarakan permasalahan Rosa di ruang tengah
" semua ini salahku ma..aku harus membawa Rosa berobat ke rumah sakit terbaik sampai Rosa dinyatakan benar benar sembuh,lalu dimana Dea ma " dari tadi Prasetyo penasaran dimana Dea berada
" dia di tempat Rosa. katanya sebentar saja" kata mama Ani
...--...
hari sudah mulai sore Dea dan Rosa memutuskan untuk pulang.
" Assalamu'alaikum ma aku pulang" Dea terlihat lesu dan tidak bersemangat
" waalaikumsalam nak.gimana udah ketemu Rosa" tanya mama Ani, papa deni yang mendengarnya masih bungkam menunggu menantunya bersuara
" udah ma. ma apa mama tau dokter terbaik yang bisa mengobati Rosa, aku mohon Carikan ma pa.aku mohon." Dea terlihat sangat frustasi
Rosa tidak mau pulang ke rumah mama Ani dia tetep mau pulang ke apartemen miliknya, sesampainya dirumah dia merasa begitu pusing
" Ya allah kenapa ini,kenapa rasanya sangat berat kepalaku,tiba tiba tes tes darah keluar dari hidung,Rosa hanya bisa pasrah.jika sakit ku bisa menggugurkan dosa dosa ki aku ikhlas ya allah" Tiba tiba Rosa hilang kesadaran. selama ini Rosa hanya berpura pura kuat menghadapi dunia,sebenarnya dia sudah sangat rapuh,rambutnya pun sudah mulai rontok.dia selalu memakai wig dan memoles wajahnya dengan make up supaya tidak terlihat seperti orang sakit.
perasaan Dea sangat gelisah " sayang kamu kenapa"kata Prasetyo
" aku nggk tau mas,perasaanku nggk enak banget" Dea langsung mengambil ponsel lalu menelpon Rosa namun sampai ke 3x pun tetap tidak ada jawaban
" pasti ada yang nggak beres,mas ayo ke apartemen Rosa, namun saat mereka mau keluar tiba tiba Darren menangis, Dea pun bingung mau diajak tapi hari sudah malam,nggk diajak dia kalau udah nangis susah diemnya " aduh gimana ini,aki yakin sesuatu terjadi,perasaan seorang kakak biasanya ngg pernah salah" Mama Ani keluar dari kamar mendengar cucunya menangis."kamu mau kemana nak"?
ma tolong temenin Darren ya,kami mau tempat Rosa. mereka pun langsung lari begitu saja
Prasetyo melakukan mobilnya menuju apartemen Rosa dia tidak mempedulikan mobil mobil di depannya " mas hati hati,ingat ada Darren yang menunggu kita" Dea mengingatkan suaminya
Sesampainya di apartemen Dea langsung memencet bel namun tidak ada respon dia pun membuka pintu dengan memasukkan tanggal lahir Rosa dan pintu pun terbuka.saat pintu terbuka betapa terkejutnya Dea dan juga Prasetyo melihat Rosa yang sudah tidak sadarkan diri dan juga rambut Rosa. Dea baru sadar bahwa selama ini Rosa memakai wig untuk menutupi kepala nya.
Dea menutup mulutnya menangis histeris memeluk Rosa, Rosa bangun..
"mas cepat angkat Rosa "
Prasetyo mengangkat Rosa dan berjalan ke mobil menuju rumah sakit
Disepanjang jalan Dea memeluk Rosa,tidak melepaskannya sama sekali " bertahanlah Rosa "
" sayang apa kamu sudah menelpon rumah sakit" tanya Prasetyo
" belum mas,ponselku ketinggalan, Dea melihat disaku Rosa ada hp
dia mengambil hp Rosa dan menelpon,saat mau menelpon Ariel menelpon,panggilan terangkat namun Dea tidak tau kalau itu Ariel,yang Dea tau itu dokter yang menangani Rosa
" dokter tolong,,,tolong datanglah kerumah sakit,kami sedang di perjalanan.Rosa tidak sadarkan diri dokter" kata Dea sambil menahan tangis lalu dia mematikan telfonnya.
"Ariel bingung sendiri ahirnya dia menelfon rumah sakit untuk menyiapkan ruangan.
Ariel juga mendatangkan dokter ternama dari Jerman dia bahkan sampai menyewa pesawat untuk mendatangkan dokter itu.
Dea terus memandangi wajah Rosa yang tanpa make up.terlihat sangat pucat,dan rambut yang hanya beberapa helai.hatinya sangat sakit melihat orang yang disayang terkulai lemah tak berdaya." bodohnya aku tidak menyadarinya selama ini" Dea terus menyalahkan dirinya sendiri
__ADS_1
ibu bapak maafkan aku,aku lalai, aku gagal menjaga Rosa.
setelah menempuh perjalanan 20 menit ahirnya mereka sampai ke rumah sakit,Rosa langsung di dorong dibawa ke ruangan,dokter memberi nb ya pertolongan dengan berbagai cara namun Rosa belum juga sadar.setelah dokter hampir menyerah Rosa sadar..
" kakak aku malu seperti ini,kemana rambutku" tanya Rosa
Dea menangis mendengar pertanyaan adiknya.
" kamu tetap cantik Rosa,ngapain malu segala,malu sama siapa coba"? Dea berusaha sok tegar di depan Rosa dia berusaha menghibur Rosa mengalihkannya biar Risa tidak sedih.
" kaak,apa aku bisa sembuh" tanya Rosa terdengar sangat lemas
" bisa dong sayang,kamu udah pernah melewati yang lebih parah dari ini kan dulu dan kamu bisa kan,semangat" Dea terus menyemangati Rosa
diluar ruangan Prasetyo menghubungi ortunya bahwa Risa di rumah sakit.papa deni yang mendengarnya begitu syok.kenapa begitu cepat,padahal besok rencananya mau q datangkan dokter yang sangat terkenal dari Jerman.
papa deni menghubungi kenalannya yang ada di Jerman untuk menyampaikan pesannya.namun jawaban dari temannya itu mengejutkan,sudah ada yang menjemputnya dan dokter itu sudah menuju indonesia.
papa Deni bertanya tanya siapa yang memanggilnya apakah Ariel, menurutnya Ariel menyimpan Rasa untuk Rosa.
Aku akan tau besok kata papa deni
setelah menempuh perjalanan udara beberapa jam ahirnya dokter dari Jerman datang, Ariel menyambutnya dibandara
" selamat datang di indonesia dokter" sapa Ariel
menggunakan bahasa Jerman
" ya..Indonesia sangat cantik " kata dokter itu
" Ayo kita segera menemui pasien yang kau bicarakan itu"
Ariel dan dokter itu menuju rumah sakit.setelah sampai,dokter yang menangani Rosa sangat terkejut melihat dokter itu,bagaimana tidak..beliau dokter seniornya." selamat datang dokter " kata dokter yang menangani Rosa
mereka berbincang-bincang lalu menuju ruangan Rosa.
sesampainya disana Rosa dibawa ke ruangan operasi, Dea dan Prasetyo lun bertanya tanya dari mana dokter itu.
tiba tiba Ariel berbicara dari belakang " Aku yang memanggilnya" Dea memandang Ariel, dia sudah banyak berubah,bukan Ariel anak yang seperti dulu,dia sudah dewasa,mapan dan matang.
"terimakasih Ariel,kami banyak berhutang budi padamu, entah bagaimana kami bisa membalasnya" kata Dea
" kasihkan saja adikmu itu sama aku" santai sekali saat menjawab ucapan Dea
Prasetyo hanya diam dia memilih jadi pendengar saja.
papa deni dan mama Ani datang ke rumah sakit dia menemui anak dan menantunya..dia melihat ada Ariel dugaannya semakin kuat.
nak dimana Rosa tanya papa Deni,dia sedang di operasi pa.kita doakan semua berjalan lancar.ini operasi terahir jika gagal kita harus mengikhlaskannya pa kata Dea.
"papa dengar ada dokter dari Jerman yang datang" papa deni bertanya kepada Prasetyo
" iya pa.itu Ariel yang merekomendasikan" kata Pras
" dia dokter terbaik, tidak pernah gagal dalam menangani pasien.semoga kali ini juga seperti sebelumnya" papa deni berbicara penuh harap
__ADS_1
Aamiin mereka serempak mengaminkan ucapan papa deni