
"kalau kamu disini hanya menambah beban lebih baik kamu pergi aja? kata dr. Naura, mas irwan menarik pergelangan tangan dr. Naura
" maksud kamu apa? tanya mas irwan
"tanya pada hati mu sendiri?kata dr.naura dengan melepaskan tangan mas irwan .perawat sedang sibuk menyiapkan peralatan untuk menginfusku, mas irwan menatap ku yang tergeletak, dengan tangan kanan untuk mengganjal kepala ku dan tangan kiri ku kepit diantara kedua paha ku
" aku jadi curiga sama kamu ir?
"kamu curiga sama aku ra?
" ya, jangan jangan kamu itu gak pernah cinta dengan istri kamu?
"tau dari mana kamu? tanya mas irwan
" keberadaan kamu di sini? jawab dr. Naura, jarum infus mulai di pasang di tangan ku,mas irwan berusaha mendekati ku, tapi di halangi dr. Naura.
"mau ngapain kamu?
"aku ingin melihat iga?
" untuk apa?
"aku ingin mengetahui kondisi nya?
"kamu benar benar takut atau hanya pura pura ir?
" maksud kamu?
"udah lah gak penting? mas irwan terdiam,kenapa aku terlalu bodoh selama ini, aku gak bisa melihat kelembutan dimata iga, aku gak bisa menjadi suami yang baik buat iga, ternyata benar kata iga aku terlalu egois menjadi seorang suami, aku juga lupa kalau iga sedang mengandung benih ku, ternyata aku gak bisa menjadi suami yang bertanggung jawab untuk mu iga istriku tapi aku akan berusaha menjadi yang lebih baik buat kamu dan calon anak ku, lalu bagai mana dengan winda apa yang harus aku katakan pada nya, harus kah aku jujur pada nya kalau iga adalah istri ku. bagaimana reaksi Winda jika mengetahui semua nya, apa Winda akan menyakiti iga yang gak tau apa apa? aku terlambat menyadari nya, aku benar benar terlambat.kata mas irwan dengan mengacak ngacak rambut nya, aku di pindahkan di ruang rawat inap, di ikuti oleh mas irwan,
" ra? panggil mas irwan
"ada apa?
" bagaimana kondisi iga?
"aku gak khawatir dengan kondisi istri kamu ir?
" lalu?
__ADS_1
"tapi aku khawatir dengan kandungan nya?
" kenapa dengan kandungan nya?
"apa kamu gak pernah mendengar seorang bayi akan meninggal kalau kita lambat menangani ibu nya yang panas terlalu tinggi? kata dr. Naura,
" separah itu kah?
"mudah mudahan itu gak terjadi kepada calon anak mu? begitu mendengar kata kata dr. Naura mas irwan merasa merinding, rasa takut mulai menghampiri pikiran nya,
" aku akan keruangan iga, tapi sebelum nya aku memohon pada mu ra, tolong bantu aku agar aku gak kehilangan kedua nya ra?
"kita lihat saja nanti? kata dr. Naura dengan berlalu dari hadapan mas irwan, dengan langkah terburu buru mas irwan menuju ruangan ku,dan mas irwan langsung mendekati ku dan duduk di bangku sebelah ku, dengan canggung mas irwan memegang tangan ku
" ga? nada suara yang ndak pernah aku dengar selama ini, aku menatap mas irwan"maaf kan aku ga, maafkan aku? kata mas irwan dengan mencium tangan ku, tapi aku merasa bingung, kenapa mas irwan berubah begitu drastis, sebenarnya apa yang terjadi"aku terlalu banyak salah pada mu ga, apa yang telah aku lakukan gak pantas kamu memaafkan aku ga, tapi aku mohon ga beri aku kesempatan ga untuk memperbaiki semua nya?aku janji akan menjadi suami dan calon ayah yang baik buat kalian?
"jangan pernah berjanji mas kalau kamu akan mengingkari nya, dan aku ndak butuh janji tapi aku butuh bukti? jawab ku, mas irwan menatap ku
" aku janji, tapi ada satu hal yang harus kamu ketahui?
"apa itu mas?
"untuk sekarang ini biarkan orang gak tau kalau kita suami istri?
"bukan begitu ga, please dengarkan aku dulu? kata mas irwan begitu lembut" aku gak mau jika Winda mengetahui hubungan kita?
"begitu berarti kah mbak Winda bagi mas irwan ? tanya ku
" Winda itu nekat orangnya ga, aku gak mau terjadi sesuatu dengan kamu dan biji kecambah ku?kata mas irwan dengan mengusap perut ku," percaya sama aku ga, aku akan menepati semua perkataan ku, tapi semua nya butuh waktu?lanjut mas irwan
aku seperti mimpi, mendengar ucapan mas irwan, benar benar berubahkah mas irwan atau mas irwan sedang mempermainkan perasaan ku saja,entah lah
"kamu udah makan belum? pertanyaan yang ndak pernah aku dengar
" belum?
"mau makan apa? tanya mas irwan dengan mencium jari jemari ku
" aku ndak lapar mas, kalau mas irwan lapar makan saja duluan?
__ADS_1
"kalau gitu aku tinggal bentar ya? kata mas irwan dengan melepas kan genggaman tangan nya, aku menganggukkan kepala, dan mas irwan keluar, aku masih ndak percaya dengan sikap mas irwan,
Dikantor karyawan bertanya tentang keberadaan ku,
" intan, dimana iga? tanya mbak era
"ndak tau mbak, saya datang iga nya juga ndak ada di kantor?
" sakit kali ya? kata mbak dwi
"bisa jadi, iga kan lagi hamil muda? kata bang aris
" kalau hamil muda memangnya kenapa bang? tanya intan
"itu nama nya ngidam? jawab mbak Winda yang membuat mereka semua terkejut, ternyata mas irwan sudah ada di kantor dengan mbak Winda
" selesai makan siang kita jenguk iga ya? kata mas irwan
"kemana pak? tanya mbak era
" kerumah sakit? jawab mbak Winda, mas irwan mberikan alamat rumah sakit aku di rawat,
"aku ada meeting, jadi kamu aku tinggal ya? kata mas irwan" kalau kamu mau ikut jenguk iga boleh kalau gak ya terserah kamu deh? mbak Winda menatap mas irwan, seperti nya ada yang lain dengan mas irwan,
"kamu beneran mau meeting? tanya mbak Winda
"kamu curiga sama aku win, kalau kamu mau ikut,, boleh? kata mas irwan yang berjalan menuju ruangan nya yang di ikuti dengan mbak Winda
" aku lihat sekarang ini kamu udah mulai berubah? kata mbak Winda
"berubah bagaimana, itu hanya perasaan mu aja?
" bukan perasaan ku, tapi aku merasakan nya? kata mbak Winda
"kalau sedikit sedikit kamu curiga, lebih baik kita putus?
" tu kan bener, kamu udah ada yang lain? kata mbak Winda sambil menangis
"aku capek win kamu curigai terus, gak pernah percaya sama apa yang aku katakan, lalu untuk apa kita bersama, kamu bisa mencari yang lebih baik dari aku?
__ADS_1
" jadi bener kamu udah ada yang lain? jahat kamu ir jahat? kata mbak Winda dengan memukul mukul meja
"kalau kamu menuduh aku terus seperti itu yang ada aku akan punya yang lain beneran win?