
Aku turun dari bus dan ku pandangi di sekitar ku baru berapa hari aku meninggalkan jakarta kenapa suasana nya begitu berbeda, sebenar nya bukan suasana sekeliling nya yang berbeda tapi suasana hati ku yang berbeda, tujuan ku adalah rumah intan, dengan menenteng tas aku berjalan mencari angkot tujuan jakarta selatan, ndak butuh waktu lama aku langsung naik angkot, sebenar nya aku ndak ingin kembali ke Jakarta karena terlalu banyak kenangan disini bahkan ku usap perut ku, kamu juga tumbuh di sini nak tapi ibu berharap kamu ndak akan lahir di kota ini, ibu hanya ingin mengumpulkan uang buat kita nak agar kamu lahir ndak menyusahkan orang lain termasuk ayah kamu sendiri.
"berhenti bang? kata ku, angkot berhenti aku membayar dengan uang lima ribuan, angkot melaju meninggalkan ku, untuk sesaat aku melihat gang tempat tinggal intan dengan pelan aku berjalan menuju rumah nya, apa yang harus aku katakan dengan nya kalau aku akan tinggal bersama nya kembali, aku harus jujur aku ndak mau intan salah paham kembali seperti yang lalu, ku tarik nafas ku dalam dalam, aku melihat sebuah mobil parkir di halaman rumah nya dan dia sedang duduk berdua dengan firman tanpa ragu aku berjalan ke arah mereka dan
"iga! panggil nya, dia memeluk ku sungguh air mata ku sudah ndak dapat ku bendung lagi, firman memandang ku dengan penuh tanda tanya" sudah,, sudah? kata nya dengan mengusap punggung ku"kamu mau tinggal disini? tanya nya dengan melepaskan pelukan nya aku mengangguk kan kepala, intan menuntun ku untuk duduk"duduk lah biar aku ambilkan minum, kamu kelihatan lelah sekali? kata nya dengan pergi mengambilkan ku segelas air"minumlah? ku teguk air di gelas sampai habis, firman memandang ku dengan tatapan iba"kamu kenapa? tanya intan setelah melihat ku mulai tenang
"aku boleh tinggal di sini tan? tanya ku
" kenapa ndak ga, kamu itu sahabat aku, kamu boleh tinggal di sini sesuka kamu ga?
"kamu ndak keberatan kan?
" ndak, aku ndak pernah keberatan?
"suami kamu dimana ga? tanya firman, aku dan intan saling memandang, aku hanya diam
" kamu kalau lelah istirahat saja? kata intan dengan memandang ke arah firman"kamu tunggu di sini sebentar ya mas? kata intan kepada firman, intan membawa tas ku ke dalam dan di ajak nya aku ke kamar"istirahatlah, aku akan ke depan sebentar? kata nya tapi aku ndak menjawab
"mas?
" ya?
"maaf sebelum nya, kamu pulang dulu ndak papa kan?
" iga kenapa?
"aku ndak tau, tapi nanti aku akan bertanya pada nya, kalau aku sudah tau apa masalah nya aku akan menceritakan sama kamu mas, tapi kamu pulang dulu ndak papa kan?
"gak, gak papa,, jaga dia karena kelihatan banget kalau dia sedang banyak masalah?
" Terima kasih atas pengertian kamu mas?
__ADS_1
"bagaimana pun iga itu sahabat SMA ku tan, aku pamit dulu ya?
" iya hati hati mas? firman pergi meninggalkan nya, setelah firman pergi intan masuk dan ndak lupa mengunci pintu terlebih dahulu. intan masuk kedalam kamar dan mendekati ku yang sedang duduk lesu
"sebenar nya apa yang terjadi ga? tanya nya dengan memegang tangan ku, ku tatap dalam dalam wajah intan
" kalau waktu bisa di putar kembali aku ingin seperti dulu lagi tan?
"maksud kamu apa?
"ntah lah tan, sebenar nya aku ingin menghabiskan waktu di kampung saja tan tapi? air mata ku mulai mengalir" kehidupan orang tua ku sungguh sulit tan, bahkan ketiga adik ku saja? aku ndak sanggup untuk menjelaskan"untuk makan saja sulit tan, belum lagi biaya mereka, aku ndak akan sanggup melihat ketiga adik setiap hari seperti itu tan?
"maksud kamu?
" mereka ndak pernah makan enak tan, aku ndak akan mampu menelan nasi jika berhadapan dengan si bungsu?
"lalu hubungan nya apa?
"tapi apa? tanya nya dengan penasaran, aku menceritakan semuanya" dan benar tan mas irwan di sana, tapi dia ndak mau berpisah?
"dasar suami egois, terus kenapa kamu kenapa ndak tinggal dengan mertua kamu saja?
" itu ndak mungkin tan?
"kenapa ndak mungkin?
" haruskah aku tinggal dengan mertua ku sementara aku akan berpisah dengan nya?
"terus kamu mau kerja dimana, kamu kan sudah mengundurkan diri?
"aku akan minta tolong sama firman untuk di rekomendasikan di perusahaan dia bekerja? intan terkejut" kamu ndak marah kan tan kalau aku minta tolong sama firman? tanya ku dengan memegang tangan nya
__ADS_1
"aku ndak ada masalah ga, tapi kamu mau kerja di bagian apa dengan perut besar seperti ini? tanya dengan mengusap perut ku
" apa saja tan, yang penting aku kerja dan bisa membantu adik adik ku di kampung?
"iga iga? kata intan dengan memeluk ku"aku pikir setelah kamu menikah hidup mu akan berubah tapi kenyataan nya lebih parah?
"aku sebenar nya juga berharap seperti itu tan tapi Tuhan berkata lain, mungkin memang seperti ini nasib ku?
" kamu jangan pernah menyerah ga masih ada aku yang akan membantu kamu kapan pun?
"Terima kasih tan Terima kasih? kata ku dengan memeluk nya
" kamu sudah makan? tanya nya
"belum?
"makan yuk? ajak nya dengan menarik tangan ku" kamu harus banyak makan, lihat tulang di leher kamu itu? kata nya dengan menunjuk leher ku"kamu seperti kena gizi buruk, hanya perut kamu saja yang besar? benar kata nya, di sendok kan nasi di piring ku dan lauk nya hanya ayam sambal ijo"ini makanan kesukaan kamu, aku harap kesukaan kamu belum berubah? canda nya membuat aku tersenyum
"kesukaan ku belum berubah tan? jawab ku dengan mulai memasukan nasi di dalam mulut ku, intan memandang ku makan karena begitu lahap nya, air mata ku menetes
" kamu kenapa menangis?
"aku ingat adik ku tan, mereka jarang sekali makan dengan daging ayam seperti ini, kehidupan mereka pun berubah setelah aku menikah?
"kenapa?
" karena bagi mereka setelah aku menikah mereka menganggap ku bukan milik mereka lagi sepenuh nya?
"tapi milik suami kamu begitu? aku mengangguk kan kepala" tapi sayang suami kamu ndak pernah berpikir seperti itu ga?
"aku ndak tau harus bagaimana lagi? kata ku yang mulai putus asa
__ADS_1
" kamu jangan pernah putus asa ga, buktikan sama suami kamu kalau kamu itu bisa hidup tanpa nya, seperti kamu yang dulu yang bisa menghasilkan uang untuk keluarga kamu?