
5 tahun kemudian..
Rosa sudah benar benar pulih
dia tetap menikmati kariernya menjadi pemilik cafe.dia tidak ingin terjun ke dunia bisnis.
Cafe nya sudah menjadi cafe ternama di salah satu kota itu, cafe nya menyiapkan fasilitas yang sangat nyaman untuk para pengunjung baik kaum muda maupun tua.
kisah asmaranya jangan ditanya, dia ingin berkarier dulu.
Darren sudah sudah masuk sekolah TK.
dia di antar jemput oleh supir dan juga Oma dan opa nya.mereka tidak mengijinkan cucu kesayangannya diawasi oleh baby sitter. Deni sangat menikmati masa tua dengan menghabiskan waktu bersama istri dan cucunya.
Dea menjadi CEO di perusahaan peninggalan mendiang ibunya,dia benar benar menjadi wanita karier,auranya semakin terpancar,banyak kaum adam yang mengidamkan perempuan seperti Dea. dia benar benar bisa berdiri tegak tanpa menundukkan kepalanya saat berjalan. itulah sebuah harapan ibunya sewaktu hidup, membuat hidup anak anaknya bahagia.
Prasetyo jangan ditanya..
dia menjadi suami yang posesif, dia tau banyak laki laki yang mengincar Dea, dia disibukkan dengan rasa was was nya.
Ariel.. dia masih setia menanti Rosa
menunggu sampai Rosa benar benar siap di persunting
Amira masih menjalin hubungan tidak jelas dengan Remon. Remon tidak mau menikahi wanita seperti itu,dia tidak mau punya anak yang lahir dari seorang wanita seperti itu, tapi dia tidak bisa melepaskan Amira.
dia lun tidak bisa melihat Amira dekat dengan pria lain
...--...
Dea mengabari suaminya lewat telepon kalau dia pulang agak malam
Dea: Mas malam ini aku pulang telat pekerjaan ku benar benar nggak bisa ditinggal,harus selesai malam ini
tring
bunyi pesan WhatsApp masuk
repot juga punya istri yang kerja ya gumam Prasetyo
Prasetyo: baiklah sayang aku akan ke kantormu. kita pulang bareng nanti
Dea: Nggak usah mas,kamu pulang aja duluan. Darren pasti nungguin kita
Prasetyo termenung membaca pesan Dea ada bener ya juga.
__ADS_1
Di kantor Dea ada orang yang terus mengawasi pintu ruangan Dea,menunggu si pemilik ruangan keluar. setelah Dea keluar ruangan pria itu diam diam mengikutinya. Dea menyadari sedari tadi ada yang terus mengikutinya dia lun semakin mempercepat langkah kakinya, dia mengotak atik ponselnya berusaha menghubungi Prasetyo.
namun tidak diangkat, Prasetyo sedang asyik bermain dengan Darren.
" mas cepat ke kantorku ada orang yang terus mengikuti ku"
Dea semakin panik saat pria bertopi itu jaraknya semakin dekat.jalan menuju area parkir terasa sangat lama
dia mencoba menghubungi Rosa " halo kak ada apa malam malam menghubungiku"
" Rosa kirim seseorang untuk menjemputku,ada pria bertop" belum selesai Dea berbicara pria bertopi itu langsung mengambil ponsel Dea
Dea memundurkan langkahnya tuan tolong kembalikan ponsel saya.apa saya ada urusan dengan anda
namun pria bertopi itu menodongkan pisau di leher Dea
"ayo jalan,jalan seolah olah tidak ada apa apa"
Dea berusaha melawan, dia menendang alat vital pria bertopi itu dan berlari.namun pria itu masih kuat untuk mengejar Dea. dia menarik rambut Dea dan menamparnya sangat keras sampai Dea terjatuh.
" tuan katakan apa yang anda inginkan.jika itu uang maka aku akan memberinya berapapun yang kau mau" kata Dea sambil menahan sakitnya bekas tamparan pria bertopi itu
" aku tidak butuh uang,gaji ku sudah sangat besar, aku hanya menginginkan dirimu" pria bertopi itu menarik rambut Dea lagi dan mengajaknya berjalan dengan cara yang kasar.
Rosa mencoba menghubungi Dea berkali kali namun tidak ada jawaban dia menelfon Ariel
lalu mengatakan yang terjadi. Ariel segera bergegas menuju kantor Dea namun sudah terlambat, Ariel terus menghubungi Prasetyo namun hasil masih sama tidak diangkat.dia memutuskan untuk menelfon tuan Deni.
" Halo om Deni dimana Pras"
" dia lagi mainan sama Darren diruang tengah,entah kenapa Darren dari tadi mencari bundanya,dia nggak mau tidur sampai sekarang, Dea pun belum pulang katanya lembur" tutur om Deni
" om sebaiknya suruh Prasetyo cek hp nya, sepertinya ada yang nggak beres.tadi Dea nelfon Rosa katanya Dia diikuti pria bertopi,saat belum selesai bicara telfonnya mati,sekarang aku di kantor Dea tapi Dea nggak ada Om dan ku temukan ho Dea di depan lift" Ariel berbicara sambil terus berjalan melihat ke segala arah siapa tau melihat Dea.
papa Deni langsung berteriak
"Pras cepat liat hp mu.lain kali hp itu jangan disimpan dikamar"
" Ada apa pa" Prasetyo merasa heran dengan ayahnya,nggak biasanya dia berteriak seperti itu
" Sepertinya istrimu diculik" kata papa deni tapi agak sedikit berbisik,dia takut di dengar oleh Darren.
Prasetyo langsung berlari ke kamar dan melihat ada panggilan tak terjawab dan pesan dari Dea
papa Deni mengikuti Prasetyo
__ADS_1
" Ariel sudah di kantor Dea tapi istrimu tidak ada disana, Hp nya di temukan di depan lift"
pantas dari tadi firasat ku nggak enak gumam Prasetyo,dan dia pun segera ke kantor Dea. dia mau melihat rekaman cctv terlebih dahulu
" Darren ayah keluar dulu ya. Darren sama opa ya.tidur jangan terlalu larut malam ya ganteng" Prasetyo mencium lalu mengusap rambut putra kesayangannya itu dan pergi
Sesampainya dikantor dia melihat mobil Dea namun kosong,tidak ada siapapun.dia pun menelfon staff bagian ruang kontrol untuk segera ke kantor.
setelah staff itu datang,Prasetyo segera cek cctv di lobi depan ruangan Dea.
nampak jelas pria berbadan kekar dan bertopi terus mengikuti Dea.
saat melihat kejadian Dea di tampar,dijambak dan diperlakukan kasar oleh pria bertopi itu amarah Prasetyo semakin memuncak.
" Siapapun itu tidak akan ku ampuni"
Prasetyo menelfon Ariel,untuk menanyakan keberadaannya
" lo dimana Riel"
" menurut security mobil yang membawa Dea tadi pergi ke arah tol,dan gue sedang menuju ke arah sana"
" gue mohon bantuan lo kali ini" ucap Prasetyo bersungguh sungguh
" nggak lo minta juga gue udah bantu" ucap Ariel santai
setelah lumayan jauh perjalanan Ariel berhenti sejenak dia melihat ada kamera cctv,dia pun turun dan meminta untuk melihat rekaman cctv hari ini.Ariel melihat mobil yang membawa Dea dia mencatat plat mobil pria bertopi itu.
" Halo Pras lo cek plat mobil ini ke kepolisian.siapa pemilik mobil ini" kata Ariel sambil mendikte plat mobil tersebut
Prasetyo menghubungi salah satu rekan di kantor polisi namun polisi mengatakan plat tersebut tidak terdaftar alias Palsu.
" Halo Riel gue udah telfon polisi,platnya palsu" kata Prasetyo
" brati semua udah direncanakan"
Dea di dalam mobil terus komat Kamit berdo'a supaya pertolongan segera datang.
Dea baru ingat kalau ada satu ponsel lagi di tasnya, ponsel khusus untuk nomor nomor keluarganya.hanya keluarganya lah yang bisa menghubungi.
dia menekan tombol 1 dan tersambung ke ponsel Prasetyo lalu Dea mrmatikannya.dia mengirim pesan
"jangan telfon,akan ku hidupkan GPS lacak keberadaan ku lewat GPS" pesan lun terkirim
Prasetyo langsung melihat ponsel,dia juga baru menyadari kalau Dea mempunyai 2 ponsel.
__ADS_1