
Aku duduk berhadapan dengan devan, ica di sebelah ku sedang sibuk memainkan HP nya
"kamu mau pesan apa?
" apa saja?
"tumben kamu" aku hanya tersenyum, tanpa sepengetahuan ku mas irwan berjalan ke arah kami
"ngapain kamu di sini?pertanyaan nya membuat aku terpelongo, ngapain dia ada di sini,dia melihat ica dan devan saling bergantian
" kamu ngapain di sini mas? tanya ku, dia ndak menjawab dan langsung menarik tanganku, dan dia lebih terkejut karena mbak Winda sudah berdiri di depan kami.
"kamu ngapain narik narik tangan iga beb? tanyanya" ada hubungan apa kalian berdua? mas irwan hanya memandang ku"kenapa kamu diam yang?dia memandang ku dengan penuh amarah"kok diam jawab dong? tanya nya dengan manja
"karena iga istri ku dan calon ibu dari anak ku"
"kamu serius?
" ya"jawab nya, dengan spontan mbak Winda ingin menamparku tapi sebelum tangan nya mengenai pipi ku mas irwan sudah menahan tangan nya
"sekali saja kamu sentuh dia kamu akan berhadapan dengan ku" kata mas irwan, bahagia kah aku.
"kamu bohong kan dan gak benar kan kalau iga adalah istri kamu yang"
__ADS_1
"aku gak berbohong" jawab nya dengan mengambil cincin di saku nya dan memakai nya"lihat"kata mas irwan dengan menunjukkan jarinya dan jari ku"sama bukan"
"jadi selama ini kamu membohongi ku?
" tadi nya sedikitpun aku gak mencintai nya win, tapi sikap kamu sama dia itu jauh banget win,iga gak pernah menuntut ku yang bukan bukan pada hal dia itu istri ku,dia baik,dia care dan hampir setiap hari kami bertemu, aku berusaha menahan rasa ini win tapi setiap aku menahan rasa ini hati ku terasa sakit dan aku semakin gak rela ketika dia jalan sama cowok lain, apa lagi dia bermesraan dengan pria lain sementara dia sedang mengandung anak ku win"kata nya dengan menatap ku"aku gak tau kapan rasa ini datang tapi setiap kali dia dekat dengan cowok lain aku cemburu marah dan ingin sekali aku menghajar lelaki itu"
"kamu jahat wan,,, jahat,,, lihat saja apa yang akan aku lakukan" kata nya dengan pergi meninggalkan kami.
"maafkan aku ga, maaf kan aku, selama ini aku berusaha menahan rasa ini tapi aku gak mampu, sungguh aku sangat mencintai mu ga dan aku gak ingin kehilangan kamu" kata nya dengan memeluk ku erat erat"aku suami dan calon ayah yang egois ga, ternyata menahan rasa cinta itu sakit ga sakit"benarkah lelaki egois yang di depan ku ini menangis"selama ini aku gak menyadari kemarahan ku pada mu itu atas dasar apa, ternyata aku cemburu ga, aku cemburu,,, sebelum nya aku gak pernah merasakan hal seperti ini ga, tapi sekarang,,,aku benar benar merasakan rasa itu ga"katanya dengan menciumi pipi ku kening ku, benarkah ini aku ndak sedang bermimpi kah, ica dan devan berjalan mendekati kami
"kamu beruntung bro memiliki istri seperti iga karena iga perempuan idaman setiap lelaki, tapi saya lihat kamu sedikit pun gak menghargai nya, tadi nya aku akan menerima dia kalau dia berpisah dengan kamu tapi itu suatu hal yang gak mungkin karena aku melihat cinta di mata nya hanya untuk mu, betapa beruntung nya kamu"kata nya, mas irwan melepaskan pelukan nya dan menggenggam erat tangan ku karena dia ndak ingin melepaskan nya"aku pernah merasakan tatapan itu bro, tapi itu dulu,,, dulu sekali dan aku masih berharap tatapan cinta itu hanya untuk ku tapi aku salah bro,,, salah,,, ternyata dia sangat mencintai mu, aku berusaha ingin menggantikan posisi mu tapi aku gak bisa karena aku bukan kamu"ica berdiri di sebelah ku dengan menatap ke arah ku"belajarlah menjadi suami yang bertanggung Jawab karena aku yakin hari ini dia pasti seperti sedang bermimpi"kata devan dengan menepuk pundak mas irwan"hargai cinta dan perjuangan nya jangan sampai kamu menyianyia kan nya karena kalau hal itu terjadi maka kamu akan menyesal seumur hidup"
"itu gak akan terjadi dan gak akan pernah aku lakukan, Terima kasih" kata mas irwan sejak kapan dia mengucapkan Terima kasih untuk hal hal seperti ini, dia menuntun ku menuju meja makan di cafe, devan dan ica sudah pergi tinggal kami berdua
"terserah kamu saja mas" dia memanggil pelayan dan memesan beberapa meni"ndak usah banyak banyak mas, nanti ndak ke makan mubajir"kata ku
"kamu tau gak sayang" aku merasa geli ketika dia menyebut ku dengan sebutan seperti itu kelihatan kaku dan canggung
"hmmm"
"kok hmm?
" iya maksud aku apa mas?
__ADS_1
"hari ini aku benar benar bahagia ga, selama ini aku terlambat menyadari kalau kamu itu benar benar sangat berharga buat aku" mendengar kata kata nya aku hanya diam"mulai hari ini kamu jangan pernah sendiri karena aku takut kamu kenapa kenapa"dia benar benar menjaga perasaan ku karena dia ndak menyebutkan nama wanita itu di depan ku pada hal aku tau wanita itu yang akan mencelakai ku,
"aku akan baik baik saja mas"
"gak ga gak,,,,!! aku melihat kecemasan di wajah nya
" jangan pernah takut sesuatu hal yang kita sendiri ndak tau apa yang akan terjadi pada diri kita mas"aku berusaha memancing nya dia menyebutkan nama wanita itu atau ndak
"aku mohon ga dengarkan kata kata ku"kata nya dengan meremas tangan ku" aku tau selama ini aku bukan suami yang baik buat kamu ga tapi aku mohon dengar kan kata kata ku"aku melihat kesungguhan di mata nya yang selama ini aku ndak pernah melihat nya
"iya" jawab ku
"sungguh?
" iya"dia mencium tangan ku berulang ulang kali dan dia ndak menghiraukan pengunjung cafe, pesanan datang dan kami langsung menyantap makanan begitu selesai makan kami pergi, dia sslalu menggandeng tangan ku
"kita mau pulang kemana? tanya nya
" mana mana juga boleh"
"sungguh?
hari ini aku benar benar bahagia, ternyata suami yang menikahi ku benar benar jatuh cinta pada ku, sesuatu yang aku anggap mustahil ternyata terjadi, suami astral ku mengatakan semua nya, ya semua nya tentang perasaan nya pada ku tentang rasa yang dia miliki untuk ku, walau pada awal nya aku merasa itu seperti mimpi. begitu di dalam mobil mas irwan mengusap perut ku berulang ulang, aku benar benar ndak tau karena aku terlalu bahagia dengan semua ini.
__ADS_1