Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
mencari tahu


__ADS_3

sudah saatnya pulang bagi karyawan cafe,tinggallah rosa seorang diri. saat merindukan orang tuanya dia selalu begitu,menyendiri di tengah gelapanya cafe, berbicara sendiri seolah olah ibu dan bapaknya mendengarkan curhatannya.dia mematikan lampu cafe,tapi lupa menutup rapat pintu cafe,lalu dia duduk di sudut,memeluk lututnya dan menunduk.dia mengingat masa masa sulitnya dulu."kenapa saat kita menemukan kebahagiaan kalian pergi bu' pak, aku sangat merindukan kalian aku nggk punya teman yang ku percaya yang bisa kuajak cerita, aku ingin bercerita kepada kak Dea tapi kak Dea pun juga memiliki masalah mesndiri, harus dengan siapa aku bercerita bu'. dulu saat kita masih susah nggk ada satupun yang berteman sama aku,tapi sekarang mereka datang jauh jauh hanya untuk mencari simpati ku,nggk ada yang tulus mau berteman sama aku,mereka berteman hanya memandang dari segi materi.seandainya ibu sama bapak ada disini pasti ada yang mendengar keluh kesah ku,ada yang ku ajak cerita sekarang aku sendirian bu'.pak jika aku benar benar sembuh aku akan berlatih menjadi atlet taekwondo seperti yang bapak inginkan,tapi jika aku tidak sembuh bagaimana pak.apa bapak bakal kecewa sama aku" Rosa terus mencurahkan isi hatinya tanpa ia sadari ada sepasang mata dan telinga yang melihat dan juga mendengarnya.


*


tadi Ariel melewati cafe Rosa,dia melihat pintu cafe sedikit terbuka " ceroboh" kata Ariel,namun saat Ariel hendak menutup pintu dia mendengar seseorang berbicara sambil menangis dia pikir itu hantu,tapi setelah di dengar lagi suara itu tidak asing." itu suara Rosa" kata Ariel dalam hati. sedang apa dia disini gelap-gelapan,apa yang dia lakukan.setelah mendengar semuanya kini Ariel tau yang dirasakan Rosa selama ini.dia terlihat ceria di depan semua orang namun siapa sangka hatinya sangat kesepian.dan penyakit apa yang sedang di derita Rosa,Ariel terus bertanya tanya dalam hatinya.


perlahan dia membuka pintu dan berjalan masuk,karena Rosa sedang tidak fokus jadi dia tidak tau kalau ada yang masuk.


Ariel memeluk Rosa


"keluarkan lah air matamu,jangan kau tahan,jika kau ingin cerita, berceritalah kepadaku aku akan mendengar semua ceritamu" kata Ariel


Rosa merasa nyaman di pelukan itu,namun sesaat kemudian dia meloncat


" siapa kamu" tolong pergi tinggalkan aku sendiri


Ariel menyalakan lampu ceklek


" ini Aku,apa ini kebiasaan mu saat kau tidak ada pekerjaan" tanya Ariel


" nggak juga " kata Rosa


Ariel duduk mensejajarkan dirinya dengan Rosa,menggenggam tangan Rosa, "ceritalah,aku akan menjadi pendengar yang baik"


" udah malam kak,sebaiknya kita pulang" Rosa belum mempercayai siapapun saat ini.curhat sendiri itu lebih baik.


Karena sudah malam Rosa tidak bisa menolak tawaran Ariel,ahirnya dia mau diantar pulang oleh Ariel.


sesampainya di rumah Rosa segera turun


" makasih kak udah repot repot ngantarin" ucap Rosa


Ariel hanya mengangguk

__ADS_1


" masuklah,aku akan pergi kalau kau sudah masuk rumah" kata Ariel


setelah Rosa masuk rumah Ariel pun pergi melajukan mobilnya menuju rumah nya


disepanjang jalan dia masih terfikir ucapan Rosa..sebenarnya sakit apa Rosa, besok aku akan menemui Dea. dia pasti tau tentang penyakit Rosa.


Pagi hari Ariel mampir ke cafe,sebelum Rosa datang. Ariel bertanya kepada karyawan Rosa bagaimana tentang kondisi Rosa,jawaban dari karyawan sungguh sangat mengejutkan.karyawan itu bilang kalau Rosa sering kali pingsan dan mimisan.namun Rosa melarang siapapun memberi tau kakaknya.dia tidak ingin menambah beban kakaknya.


Setelah mendapat jawaban itu Ariel langsung berkunjung kerumah mama Ani. dia ingin bertemu Dea


" permisi,apa Dea ada,saya mau bertemu " Ariel bertanya kepada salah satu ART dirumah mama Ani


" bu dea ada,sebentar pak saya panggilkan dulu,silahkan duduk " kata Art itu


ART itu menuju kamar Dea dan memberitahu kalau ada tamu yang mencarinya


Dea pun segera turun


" ah iya aku lupa,ada yang mau kutanyakan sama kamu tentang Rosa" kata Ariel


" Ada apa dengan Rosa " Dea terlihat penasaran karena menyangkut adiknya


" sakit apa Rosa"?


" sakit...Rosa sudah sembuh bahkan sudah lama sembuhnya" kata Dea semakin penasaran


" Apa kamu yakin dia sudah benar benar sembuh" Ariel meyakinkan Dea


Mama Ani merasa ada tamu yang datang dia pun keluar dari kamar, saat melihat tamu itu orang yang menculik Dea dia mengurungkan niatnya untuk ikut bergabung dan memilih mendengarkan dulu apa yang mereka bicarakan


" Aku yakin Rosa sudah sembuh,Aku yang rutin mengajaknya berobat,bahkan mama Ani pun juga ikut mengantar Rosa berobat,dokter itu bilang Rosa sudah sembuh,tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi" kata Dea


Mama Ani langsung keluar saat yang di bahas tentang Rosa

__ADS_1


" Ada apa dengan Rosa nak"? mama Ani lalu bergabung dengan mereka


" mungkin kalian akan menyesal jika terlambat mengetahuinya" Ariel menceritakan kejadian semalam,dan tadi pagi saat dia bertanya kepada salah satu karyawan


" Tidak mungkin, kenapa Rosa merasa beban bagiku" Air mata sudah membanjiri wajah Dea


" nak tenanglah dulu, coba kita tanyakan itu pada dokter yang menangani Rosa waktu itu" kata mama Ani


" Ayo ma.kita butuh penjelasan dari dokter itu,kita akan tau kebenarannya dari dokter itu,tapi Darren masih tidur ma" kata Dea


" kita bawa aja dari pada dia nangis nanti. dia maunya cuman sama kamu" kata mama Ani


Darren yang sedang tidur pun terpaksa di gendong di ajak ke rumah sakit. Ariel,mama Ani dan juga Ariel bergegas menuju rumah sakit ternama di kota itu.mereka menemui dokter yang merawat Rosa, saat melihat mama Ani dan Dea dokter itu tampak gugup.


" dokter,apa yang anda sembunyikan dari saya" tanya Dea, dia melihat sikap dokter itu tidak seperti biasanya


" tidak ada nyonya saya hanya sedang sibuk,sedang ada pasien operasi yang sedang menunggu saya" dokter itu hendak pergi namun tangannya di cekal oleh Ariel


" tunggu dulu dokter,ruangan operasi ada di lorong sebelah sana,kenapa anda berjalan ke arah yang berlawanan" dokter itu semakin terlihat gugup


" kami ingin berbicara dengan anda dokter,mau berbicara disini atau kita cari tempat yang nyaman" kata Ariel


Dokter itu sudah pasrah dia tau hal ini pasti akan terjadi.jadi dia harus siap dengan situasi seperti ini


" baiklah mari ke ruangan saya" kata dokter itu.lalu mereka bertiga berjalan menuju ruangan dokter itu


" Jadi apa yang bisa saya bantu" dokter itu ber basa basi untuk menetralkan suasana hatinya


" saya tidak bisa berlama lama dokter jadi saya akan ke intinya saja, sebenarnya apa yang terjadi dengan adik saya Rosa, tolong jelaskan yang sejujurnya kepada kami.


"jika anda merahasiakan kesehatan pasien kepada keluarganya berarti anda sudah bosan dengan pekerjaan anda " ancam Ariel


" sebenernya.....

__ADS_1


__ADS_2